Kiprah I Kadek Andre Nuaba, Dosen HI Universitas Sriwijaya

PALEMBANG – Dunia akademik kembali mencatat nama I Kadek Andre Nuaba, dosen program studi Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Sriwijaya (Unsri), sebagai sosok yang kian diperhitungkan dalam k...

Jul 12, 2026 - 18:12
0 1
Kiprah I Kadek Andre Nuaba, Dosen HI Universitas Sriwijaya

PALEMBANG – Dunia akademik kembali mencatat nama I Kadek Andre Nuaba, dosen program studi Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Sriwijaya (Unsri), sebagai sosok yang kian diperhitungkan dalam kajian hubungan internasional kontemporer. Pria asal Bali ini tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga produktif menghasilkan riset yang menyentuh isu strategis kawasan, terutama dinamika politik luar negeri Indonesia di era Indo-Pasifik.

Riset tentang Peran Indonesia di Indo-Pasifik

Salah satu kontribusi ilmiah terbarunya adalah publikasi di jurnal internasional bereputasi yang mengupas strategi Indonesia dalam merespons persaingan kekuatan besar di kawasan. Melalui pendekatan middle power diplomacy, Andre—sapaan akrabnya—memaparkan bagaimana Indonesia berusaha menjaga otonomi strategis sambil tetap membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan berbagai aktor. Riset ini didasarkan pada analisis dokumen resmi, wawancara dengan sejumlah diplomat, serta pengamatan terhadap forum-forum multilateral seperti ASEAN dan KTT Asia Timur.

Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki modal historis dan normatif yang kuat sebagai penengah konflik dan penggerak kerja sama. Namun, tantangan seperti ketidakpastian geopolitik dan disrupsi teknologi membuat Jakarta harus terus merevisi pendekatan tradisionalnya. Temuan Andre ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dan akademisi yang menekuni studi kawasan.

Dedikasi dalam Pendidikan dan Pengembangan Mahasiswa

Di lingkungan kampus, I Kadek Andre Nuaba dikenal sebagai dosen yang mendorong mahasiswanya untuk berpikir kritis dan peka terhadap isu global. Dalam mata kuliah seperti Diplomasi Multilateral dan Politik Internasional, ia kerap menghadirkan studi kasus aktual—mulai dari sengketa Laut China Selatan hingga peran Indonesia dalam penanganan krisis Myanmar—untuk mengasah kemampuan analitis para peserta didik.

Tak jarang ia mengajak mahasiswa terlibat langsung dalam proyek risetnya. Beberapa di antara mereka bahkan berhasil menjadi co-author dalam artikel ilmiah yang dipresentasikan di konferensi tingkat nasional. Andre percaya bahwa kolaborasi riset sejak dini akan membentuk generasi ilmuwan hubungan internasional yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu membaca realitas secara tajam.

Jejak Partisipasi di Forum Internasional

Kehadiran Andre tidak hanya terbatas di ruang kuliah. Tahun lalu, ia diundang sebagai panelis dalam International Conference on Southeast Asian Studies yang diselenggarakan di Kuala Lumpur. Dalam forum tersebut, ia memaparkan makalah bertajuk “Indonesia’s Hedging Strategy in the Face of US-China Rivalry”. Presentasinya mendapat tanggapan positif dari para peserta karena menawarkan kerangka analisis baru yang mengintegrasikan perspektif domestik dan internasional.

Selain itu, ia juga menjadi anggota aktif dalam jaringan akademisi Asia Tenggara yang fokus pada isu keamanan non-tradisional. Keterlibatannya dalam berbagai pertemuan ilmiah ini memperkaya perspektif yang kemudian ia bawa kembali ke kelas dan laboratorium riset di Unsri.

Menerbitkan Buku Ajar tentang Politik Luar Negeri Indonesia

Guna mendukung proses pembelajaran, Andre sedang menuntaskan penulisan buku ajar berjudul Politik Luar Negeri Indonesia: Kontinuitas dan Perubahan. Buku ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan referensi mahasiswa hubungan internasional di berbagai perguruan tinggi. Naskahnya terbagi dalam sembilan bab yang mencakup fondasi historis, aktor-aktor utama, instrumen diplomasi, serta analisis studi kasus seperti kebijakan bebas aktif di era pasca reformasi.

Ia berharap buku tersebut dapat terbit pada akhir tahun ini dan segera diadopsi menjadi bahan ajar wajib. Rekan sejawatnya menilai upaya ini sebagai langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada literatur asing yang seringkali kurang kontekstual terhadap realitas kebijakan Indonesia.

Profil Singkat dan Visi Akademik

I Kadek Andre Nuaba menyelesaikan pendidikan sarjana hingga doktoralnya di bidang hubungan internasional dengan fokus pada studi keamanan dan kebijakan luar negeri. Sebelum bergabung dengan Universitas Sriwijaya, ia sempat menjadi peneliti tamu di beberapa lembaga studi kebijakan. Keputusannya untuk mengabdi di Sumatera Selatan didorong oleh keinginan untuk turut mengembangkan kajian strategis di luar pulau Jawa.

Bagi Andre, hubungan internasional bukan sekadar disiplin akademik, melainkan alat untuk memahami dan menyelesaikan persoalan nyata. Oleh karena itu, ia konsisten mengaitkan kegiatan risetnya dengan agenda pembangunan nasional dan kepentingan publik. Ke depan, ia berencana memperluas jaringan kolaborasi dengan universitas di kawasan Afrika dan Amerika Latin, dua wilayah yang ia nilai semakin strategis bagi diplomasi Indonesia.

Dengan rekam jejak yang terus bertumbuh, I Kadek Andre Nuaba menjadi contoh akademisi yang mampu menjembatani dunia kampus dengan kebutuhan masyarakat dan negara. Sosoknya diharapkan terus menginspirasi lahirnya kajian-kajian bermutu yang memperkaya wawasan kebangsaan dan kecendekiaan Indonesia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User