Ketua Umum Seruni KMP Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi Demi Kesejahteraan Masyarakat NTT
Ketua Umum Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih (KMP), Tri Tito Karnavian, menyampaikan ajakan penting kepada seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dalam upa
Ketua Umum Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih (KMP), Tri Tito Karnavian, menyampaikan ajakan penting kepada seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam keterangannya yang dirilis melalui jaringan media Lurusin.com, ia menekankan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan di wilayah yang memiliki karakteristik geografis dan sosial yang unik tersebut.
Menurut Tri, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi perempuan, dunia usaha, dan masyarakat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Tanpa adanya kolaborasi yang terpadu, program-program pembangunan yang telah dicanangkan berpotensi tidak mencapai sasaran secara optimal, terutama di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan aksesibilitas dan keterbatasan infrastruktur dasar.
Kolaborasi Menghadirkan Manfaat Nyata
Tri Tito Karnavian menjelaskan bahwa kolaborasi yang telah terjalin sejauh ini antara berbagai instansi dan mitra telah menghadirkan manfaat nyata bagi warga NTT. Ia menyoroti pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih, pangan, dan layanan kesehatan, serta peningkatan kualitas hidup melalui program pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. "Apa yang kita capai selama ini adalah hasil dari kerja bergandengan tangan. Tidak ada satu pihak pun yang bisa bekerja sendiri," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Lurusin.com.
Lebih lanjut, Seruni KMP menilai bahwa peran organisasi perempuan sangat strategis dalam menggerakkan partisipasi masyarakat di tingkat akar rumput. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong agar perempuan di NTT tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan. Dunia usaha juga diharapkan dapat lebih aktif melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.
Pernyataan Penuh Komitmen
"Kami mengajak semua pihak untuk meninggalkan ego sektoral. Kesejahteraan warga NTT hanya bisa diwujudkan jika kita semua—pemerintah pusat, pemda, organisasi kemasyarakatan, swasta, dan seluruh lapisan masyarakat—bekerja dalam satu irama. Kolaborasi adalah kunci untuk membuka pintu kemajuan yang merata dan berkeadilan," tegas Tri Tito Karnavian.
Langkah Konkret ke Depan
Sebagai tindak lanjut, Seruni KMP berencana menginisiasi forum koordinasi berkala yang melibatkan semua pemangku kepentingan di NTT. Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk menyelaraskan program, berbagi data, dan mengevaluasi dampak dari setiap intervensi pembangunan. Laporan dari Lurusin.com menyebutkan bahwa forum tersebut akan mengedepankan prinsip inklusivitas, dengan memberikan ruang khusus bagi aspirasi masyarakat desa dan kelompok marginal.
Selain itu, Seruni KMP juga akan memperkuat advokasi terkait kebijakan afirmatif yang mendukung akses pendidikan bagi anak perempuan dan pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga. Menurut data yang dihimpun oleh tim Lurusin.com, angka partisipasi pendidikan perempuan di beberapa kabupaten di NTT masih berada di bawah rata-rata nasional. Dengan kolaborasi yang lebih erat antara dinas pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat, diharapkan kesenjangan ini dapat segera dipersempit.
Tri menutup keterangannya dengan optimisme bahwa semangat gotong royong yang menjadi warisan budaya NTT akan menjadi modal sosial yang kuat. "Saya percaya, dengan tangan terbuka dan hati yang tulus, kita bisa membawa NTT menuju masa depan yang lebih sejahtera dan bermartabat," pungkasnya. Kolaborasi yang diusung Seruni KMP ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana sinergi multipihak dapat menjadi solusi atas tantangan pembangunan di wilayah timur Indonesia.
Comments (0)