Kemensos & ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Lulusan Sekolah Rakyat
Lurusin.com, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) membuka peluang kolaborasi strategis dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Visi Nusantara Bogor untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat desa
Lurusin.com, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) membuka peluang kolaborasi strategis dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Visi Nusantara Bogor untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat desa. Kerja sama ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan serta mengoptimalkan peran lulusan Sekolah Rakyat di seluruh pelosok negeri. Hal tersebut dibahas dalam audiensi hangat antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Digital (LP2MD) ITB Visi Nusantara Bogor di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).
Perkuat Ekosistem Pendidikan Masyarakat
Turut hadir dalam audiensi tersebut jajaran petinggi yayasan dan akademisi, di antaranya Ketua Yayasan Visi Nusantara Yusfitriadi, Badan Pembina Harian (BPH) Jerry Sumampouw, Rektor Daniel Zuchron, Kepala LP3I Zaenal Abidin Riam, serta Kepala LP2MD Tino Rahardian beserta Sekretaris LP2MD Abidin. Sementara itu, Wamensos Agus Jabo didampingi oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemensos Adrianus Alla beserta jajaran Tenaga Ahli Menteri. Pertemuan ini menandai langkah awal untuk menyelaraskan program Kemensos dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di pedesaan melalui pendekatan teknologi digital.
"Kami melihat potensi besar dari Sekolah Rakyat. Lulusannya perlu dibekali tidak hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga jaringan dan dukungan institusi yang kuat untuk benar-benar membangun desa mereka. Kolaborasi ini adalah jawaban atas kebutuhan pendampingan yang berkelanjutan," ujar Wamensos Agus Jabo Priyono kepada media kami seusai audiensi.
Pendekatan Teknologi Digital Sebagai Akselerator
Program kerja sama yang digagas tidak sebatas pada pelatihan insidental, melainkan berfokus pada pendampingan intensif dan terstruktur bagi para lulusan agar mereka menjadi motor pemberdayaan di wilayahnya. ITB Visi Nusantara, melalui Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Digital (LP2MD), menawarkan pendekatan pemberdayaan yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Hal ini diyakini dapat mengakselerasi peningkatan kualitas hidup di perdesaan.
"Kami siap melaksanakan arahan Wamensos untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan teknologi tepat guna. Lulusan Sekolah Rakyat harus bertransformasi menjadi kader-kader unggul yang tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga adaptif terhadap era digital," ungkap Tino Rahardian, Kepala LP2MD ITB Visi Nusantara, di ruang audiensi.
Cetak Kader Unggul dan Solusi Kesenjangan
Kesepakatan selanjutnya adalah segera menyusun nota kesepahaman (MoU) secara detail agar sinergi ini dapat diimplementasikan dalam waktu dekat. Dengan adanya arahan ini, Kemensos berharap agar lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama pemberdayaan. Dari data yang dihimpun media kami, Sekolah Rakyat di bawah naungan Kemensos telah mencetak ribuan lulusan yang tersebar di berbagai penjuru tanah air, dan jumlah ini diproyeksikan terus bertambah setiap tahunnya. Kemitraan ini dinilai relevan dengan visi pemerintah dalam membangun Indonesia dari pinggiran. Dengan menyatukan peran pemerintah dan kekuatan akademisi, diharapkan lahir model pemberdayaan yang holistik, berkelanjutan, dan mampu direplikasi untuk mengentaskan kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan secara signifikan.
Comments (0)