Kebakaran Landa TPA Jatiwaringin Mauk, Petugas Berjibaku Padamkan Api
Mauk, Kabupaten Tangerang — Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (4/7/2025). K
Mauk, Kabupaten Tangerang — Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (4/7/2025). Kobaran api yang membumbung tinggi dari tumpukan sampah organik dan anorganik mengepulkan asap hitam pekat ke permukiman sekitar, memicu kekhawatiran warga. Puluhan personel pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tangerang dikerahkan dalam operasi pemadaman yang berlangsung lebih dari 12 jam.
Pantauan di lokasi menunjukkan para petugas bekerja secara maraton, bergantian menyemprotkan air dan cairan pembasahan ke titik api yang sulit dipadamkan karena gas metana yang terkumpul di dalam tumpukan sampah. Seusai penanganan intensif, mereka terlihat beristirahat di bawah tenda darurat dengan wajah lelah, namun api berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.00 dini hari.
Kronologi dan Penyebab Kebakaran
Menurut Kepala Seksi Operasi DPKP Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, kebakaran pertama kali terdeteksi sekitar pukul 14.30 WIB. Diduga pemicu utamanya adalah akumulasi gas metana yang tersulut oleh gesekan atau puntung rokok dari pemulung.
“Suhu di dalam timbunan sampah bisa mencapai 60–70 derajat Celsius. Begitu ada oksigen yang masuk, gas metana langsung terbakar. Kami langsung mengerahkan 7 unit mobil pemadam dan 45 personel,” jelas Rudi.
Data di lapangan menunjukkan area yang terbakar mencapai sekitar 1,2 hektare dari total 5 hektare TPA. Untuk memadamkan api, petugas mengandalkan pasokan air dari dua kolam retensi dan bantuan mobil tangki. Selain itu, alat berat dikerahkan untuk membongkar tumpukan sampah agar air bisa meresap hingga titik api terdalam.
| Unsur | Jumlah |
|---|---|
| Personel Damkar | 45 orang |
| Mobil Pemadam Kebakaran | 7 unit |
| Alat Berat (Ekskavator) | 2 unit |
| Durasi Pemadaman | 12 jam (14.30–02.30 WIB) |
Dampak Asap dan Kekhawatiran Warga
Asap tebal yang menyelimuti Desa Jatiwaringin dan Mauk Timur memaksa sebagian warga mengungsi sementara ke rumah kerabat. Dinas Kesehatan setempat membagikan masker N95 dan mendirikan pos kesehatan lapangan. “Anak-anak dan lansia paling rentan terdampak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kami melakukan skrining gratis bagi warga yang mengeluh sesak napas,” ujar Kepala Puskesmas Mauk, dr. Santi Lestari.
Warga berharap agar pemerintah segera merealisasikan rencana penutupan TPA yang sudah overload dan beralih ke sistem pengolahan sampah modern. Camat Mauk, H. Abdul Rohim, mengakui bahwa kejadian ini mendorong percepatan studi kelayakan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) yang sudah direncanakan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. InsyaAllah tahun depan ada solusi permanen agar kejadian serupa tidak terulang,” janjinya.
Keletihan Petugas dan Semangat Pengabdian
Di tengah terik matahari dan guyuran air, para petugas Damkar bekerja tanpa kenal lelah. Salah satu petugas, Sutrisno (35), mengaku baru kali ini menangani kebakaran TPA selama 12 jam non-stop. “Panasnya luar biasa. Bau gas bikin pusing, tapi kami tetap harus fokus. Momen istirahat selepas api padam menjadi hadiah terbaik,” tuturnya sambil melepas helm.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Drs. Mulyadi, memberikan apresiasi dan memastikan seluruh personel mendapat pemeriksaan kesehatan setelah bertugas. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran TPA dengan tidak membuang sampah sembarangan yang mengandung bahan mudah terbakar.
Langkah Preventif dan Harapan ke Depan
Insiden ini menjadi pengingat bahwa TPA open dumping menyimpan risiko tinggi. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang kini memperketat pengawasan dan memasang sistem deteksi suhu di zona rawan. Selain itu, sosialisasi larangan merokok di area TPA akan digencarkan.
Pengamat lingkungan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dr. Ir. Hani Sutrisno, M.Si., menyarankan agar TPA Jatiwaringin segera diubah menjadi sanitary landfill dengan sistem penangkapan gas metana. “Gas metana yang terbakar sia-sia itu sebenarnya bisa dikonversi menjadi energi listrik. Jadi, ada solusi ganda: mengurangi risiko kebakaran dan menambah pasokan energi bersih,” pungkasnya.
[SOCIAL_TWEET]: Kebakaran hebat melanda TPA Jatiwaringin di Mauk, Tangerang. 45 personel damkar berjibaku 12 jam padamkan api seluas 1,2 ha. Asap tebal kepung pemukiman, warga diungsikan. #KebakaranTPA #Tangerang #DaruratLingkungan[SOCIAL_TG]: 🔥 TPA Jatiwaringin Mauk, Tangerang terbakar hebat! 45 petugas damkar tempur api 12 jam, pakai alat berat. Asap hitam tebal sebabkan warga ngungsi. Simak kronologinya di sini.
Comments (0)