YOGYAKARTA — Kepulan asap tebal yang membubung dari atap Gedung Hamzah Batik di kawasan Malioboro, Yogyakarta, akhirnya berhasil dijinakkan setelah operasi pemadaman dramatis yang berlangsung lebih dari tiga jam. Insiden kebakaran yang menggegerkan pusat wisata ikonik tersebut memaksa otoritas setempat mengerahkan kekuatan besar-besaran, melibatkan 12 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dari berbagai pos di Kota Gudeg dan sekitarnya.
Kronologi dan Operasi Pemadaman
Situasi darurat mulai tercium ketika petugas keamanan setempat mendeteksi adanya kepulan asap yang keluar dari bagian belakang bangunan yang selama ini menjadi destinasi wajib para wisatawan di Malioboro. Dalam hitungan menit, api dengan cepat menjalar ke area penyimpanan yang dipenuhi material tekstil dan batik—komoditas yang sangat mudah terbakar. Kepanikan pun sempat melanda para pedagang kaki lima dan pengunjung yang tengah memadati kawasan tersebut.
Komandan Regu Damkar Kota Yogyakarta, dalam keterangannya di lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 14.30 WIB. “Kami langsung mengerahkan armada dari Pos Malioboro, Pos Umbulharjo, dan bantuan dari Sleman. Fokus utama kami adalah mencegah api merembet ke bangunan pertokoan di sisi kiri dan kanan, karena jarak antar-bangunan sangat rapat,” ujarnya dengan nada tegas.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Struktur bangunan yang terdiri dari beberapa lantai serta minimnya akses ventilasi membuat petugas harus bekerja ekstra keras untuk menjangkau titik api di bagian tengah gedung. Tim pemadam terpaksa menggunakan teknik pemotongan atap untuk mengeluarkan asap dan panas yang terperangkap.
“Kami harus memastikan tidak ada bara api yang tersisa di dalam rongga bangunan. Tiga jam adalah waktu yang cukup panjang, tetapi syukur Alhamdulillah api bisa dikendalikan tanpa korban jiwa,”
Dampak dan Antisipasi Lanjutan
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material diperkirakan mencapai angka miliaran rupiah. Sejumlah koleksi batik premium dan peralatan produksi di lantai dasar diduga kuat hangus terbakar. Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian masih memasang garis polisi (police line) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna menentukan penyebab pasti kebakaran.
- Operasi Terpadu: 12 unit damkar dikerahkan dengan suplai air dari hidran terdekat serta mobil tangki suplai.
- Dampak Ekonomi: Aktivitas jual beli di sekitar Malioboro sempat terhenti total selama proses evakuasi berlangsung.
- Keamanan Wisatawan: Petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas dan mengamankan pengunjung.
Malioboro Kembali Bernapas
Pasca-pemadaman, kawasan Malioboro perlahan kembali normal meskipun lalu lintas sempat tersendat parah akibat penumpukan kendaraan damkar dan mobil petugas. Sejumlah wisatawan yang sempat terjebak di dalam area pertokoan mengaku trauma dengan kejadian tersebut. Pemerintah Kota Yogyakarta diimbau untuk segera melakukan audit keselamatan kebakaran pada bangunan-bangunan padat di kawasan cagar budaya tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Dengan keberhasilan pemadaman ini, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di kawasan padat aktivitas seperti Malioboro. Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa kesiapsiagaan infrastruktur darurat adalah kunci utama dalam menyelamatkan aset berharga milik daerah.
Comments (0)