JAKARTA BARAT — Aksi pencurian dengan modus berpura-pura menjadi penghuni kontrakan kembali terjadi di kawasan padat penduduk Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Seorang pria berhasil membobol dua unit rumah kontrakan dan menggasak uang serta barang berharga milik korban dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kriminalitas di permukiman padat yang selama ini dianggap rawan pengawasan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, pelaku beraksi pada siang hari ketika penghuni kontrakan sedang beraktivitas di luar rumah. Pelaku terlebih dahulu mengamati situasi sekitar, memastikan tidak ada penghuni maupun tetangga yang memperhatikan. Setelah merasa aman, ia masuk ke dalam kontrakan seolah-olah merupakan orang yang tinggal di sana. Modus ini membuat warga sekitar tidak menaruh curiga karena pelaku bersikap santai dan mengetahui seluk-beluk lokasi.
"Pelaku masuk dengan tenang, seolah-olah dia penghuni. Warga tidak curiga karena memang sering ada orang keluar-masuk kontrakan. Baru setelah korban pulang, diketahui pintu sudah terbuka dan barang-barang berharga hilang," ujar seorang saksi di lokasi.
Kerugian Capai Rp5 Juta
Dua unit kontrakan yang menjadi sasaran berada dalam satu deret yang sama. Dari dalam kontrakan, pelaku membawa sejumlah uang tunai, perangkat elektronik kecil, serta barang berharga lain yang mudah dijual kembali. Total kerugian yang dialami kedua korban ditaksir mencapai Rp5 juta. Salah satu korban mengaku tidak menduga rumahnya akan dibobol pada siang bolong, saat kawasan tersebut masih cukup ramai aktivitas.
- Modus: Pelaku berpura-pura sebagai penghuni kontrakan agar tidak dicurigai warga.
- Waktu kejadian: Siang hari saat penghuni sedang keluar rumah.
- Lokasi: Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
- Kerugian: Ditaksir mencapai Rp5 juta dari dua unit kontrakan.
- Barang hilang: Uang tunai, perangkat elektronik, dan barang berharga lain.
Kontrakan Minim Pengawasan Jadi Sasaran Empuk
Kasus ini menyoroti persoalan klasik di kawasan permukiman padat seperti Duri Kosambi. Kontrakan yang dihuni secara berpindah-pindah membuat sistem keamanan lingkungan sulit berjalan optimal. Warga mengaku tidak selalu mengenali siapa saja yang tinggal di kontrakan sekitar, sehingga orang asing yang bersikap wajar sekalipun sulit dibedakan dari penghuni sah. Kondisi ini dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa menimbulkan kecurigaan.
Sejumlah penghuni kontrakan berharap pengelola dan warga setempat memperketat pengawasan, mulai dari pendataan penghuni baru hingga pemasangan kamera pemantau di titik-titik rawan. Mereka menilai kejadian ini bukan yang pertama, meski skalanya berbeda-beda. Rasa aman di lingkungan sendiri kini mulai terkikis, terutama bagi mereka yang harus meninggalkan rumah dalam waktu lama untuk bekerja.
Polisi Diminta Bergerak Cepat
Hingga berita ini diturunkan, korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian setempat untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi diharapkan segera mengidentifikasi pelaku, mengingat modus serupa berpotensi terulang di lokasi lain. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika melihat orang tak dikenal berkeliaran di area kontrakan.
"Kami minta polisi cepat menangkap pelakunya. Kalau dibiarkan, khawatir semakin banyak kontrakan yang jadi sasaran. Warga juga harus lebih peduli dengan lingkungan sekitar," kata seorang warga.
Kasus pencurian dengan modus berpura-pura menjadi penghuni ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada aparat. Peran aktif warga, komunikasi antarpenghuni, dan pengelolaan kontrakan yang tertib menjadi kunci mencegah aksi serupa terulang di kemudian hari.
Comments (0)