Irjen Pol Akhmad Wiyagus: Profil dan Kinerja Kapolda
Irjen Pol Akhmad Wiyagus: Profil dan Kinerja Kapolda Irjen Pol Akhmad Wiyagus adalah perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat sejak 14 Oktober 2022. Ia menggantikan Irjen Pol Suntana yang dimutasi menja
Irjen Pol Akhmad Wiyagus: Profil dan Kinerja Kapolda
Irjen Pol Akhmad Wiyagus adalah perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat sejak 14 Oktober 2022. Ia menggantikan Irjen Pol Suntana yang dimutasi menjadi Asisten Logistik Kapolri. Lahir di Cirebon, 17 Juni 1967, Akhmad Wiyagus merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991. Sebelum memimpin Polda Jabar, ia menjabat Kapolda Banten dan Kapolda Kalimantan Tengah. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, ia dikenal sebagai perwira yang piawai dalam penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah dengan dinamika sosial-politik tinggi.
Profil dan Latar Belakang
Akhmad Wiyagus menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Cirebon, kemudian melanjutkan ke Akpol dan lulus pada 1991. Ia memperdalam ilmu kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan mengikuti pendidikan lanjutan di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim) serta Sespimti. Kariernya dimulai sebagai perwira pertama di Polda Metro Jaya. Jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain Kapolres Metro Jakarta Selatan (2016), Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya (2018), Wakapolda Kalimantan Selatan (2019), Kapolda Kalimantan Tengah (2020), dan Kapolda Banten (2021–2022). Pengalaman ini membentuk perspektifnya tentang keamanan dari level operasional hingga manajerial.
Kinerja dan Kasus Besar
Selama memimpin Polda Jabar, Irjen Akhmad Wiyagus mencatat sejumlah pencapaian. Pada 2023, ia mengungkap jaringan narkotika internasional dengan barang bukti 1,2 ton sabu di perairan Pangandaran, menangkap 12 tersangka. Dia juga berperan dalam pengamanan Pemilu 2024 di Jawa Barat yang berlangsung kondusif meskipun provinsi ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tensi politik tinggi. Sebelumnya, saat menjadi Kapolda Banten, ia menangani kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan oleh kepala daerah dan pengamanan aksi buruh di Serang. Di Kalimantan Tengah, ia memimpin pemulihan keamanan pasca-konflik sosial di kawasan pertambangan dan memastikan distribusi bantuan saat bencana banjir besar awal 2021. Dalam penanganan terorisme, Akhmad Wiyagus turut mengawal penangkapan kelompok teroris di Sumedang dan Garut pada 2023.
Tantangan dan Kontroversi
Sebagai Kapolda Jawa Barat, Akhmad Wiyagus menghadapi tantangan berat: radikalisme, peredaran narkoba, kriminalitas jalanan, dan potensi konflik sosial akibat polarisasi politik. Kepemimpinannya sempat diuji oleh insiden penembakan terhadap tokoh agama di Cirebon pada 2024 yang memicu kemarahan publik, memaksanya segera membentuk tim khusus untuk mengungkap pelaku dalam waktu singkat. Kritik juga mengemuka terkait penanganan unjuk rasa mahasiswa di Bandung yang dinilai represif oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil. Namun, hingga kini, belum ada kontroversi besar yang mengarah pada pelanggaran kode etik serius. Komitmennya pada pendekatan preemtif dan dialog dengan tokoh masyarakat menjadi ciri khas dalam menjaga stabilitas keamanan di provinsi terpadat di Indonesia ini.
Comments (0)