Kakek di Lampung Utara Bacok Tetangga, Berdalih Halusinasi Lihat Sosok Genderuwo

Aksi penganiayaan brutal mengguncang sebuah desa di Kabupaten Lampung Utara. Seorang pria lanjut usia berinisial HS (75) yang biasa disapa Kelik, ditangkap aparat kepolisian setelah membacok tetangga

Jul 08, 2026 - 00:04
0 0
Kakek di Lampung Utara Bacok Tetangga, Berdalih Halusinasi Lihat Sosok Genderuwo

Aksi penganiayaan brutal mengguncang sebuah desa di Kabupaten Lampung Utara. Seorang pria lanjut usia berinisial HS (75) yang biasa disapa Kelik, ditangkap aparat kepolisian setelah membacok tetangganya sendiri menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka serius. Ironisnya, pelaku yang sudah berusia renta itu mengaku melakukan aksi sadis tersebut karena mengalami halusinasi dan menyangka korban adalah jelmaan makhluk gaib.

Peristiwa yang mengakibatkan korban harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka bacok yang cukup parah ini bermula saat pelaku tiba-tiba mendatangi korban tanpa alasan yang jelas. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung mengayunkan senjata tajam jenis sabit miliknya kepada korban yang saat itu sedang berada tidak jauh dari kediamannya. Warga yang panik langsung berusaha melerai dan mengamankan pelaku yang sudah dalam kondisi emosional tidak stabil.

Pengakuan Halusinasi Genderuwo

Pihak kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Utara yang menangani kasus ini pun mengaku heran dengan motif yang disampaikan oleh tersangka. Dalam proses pemeriksaan awal, Hadi Suyipto menyampaikan alasan yang di luar nalar. Ia mengaku bahwa pada saat kejadian, dirinya sedang tidak dalam kondisi sadar penuh. Pelaku menyatakan bahwa ia mengalami gangguan penglihatan alias halusinasi di mana wujud korban berubah menjadi sosok menyeramkan dalam mitologi Jawa, yakni Genderuwo.

"Kalau dari pengakuan pelaku, dia ngaku halusinasi. Dia bilang melihat korban ini seperti Genderuwo atau hantu, jadi dia langsung menyerang korban dengan senjata tajam itu," ujar Kasatreskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Kristofel kepada media kami, Selasa (23/6/2026).

Genderuwo sendiri dalam kepercayaan masyarakat dikenal sebagai makhluk astral bertubuh besar, tinggi, dan menyeramkan yang kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Atas dasar ketakutan tersebut, Hadi mengaku refleks menyerang untuk membela diri. Meski demikian, polisi tentu tidak serta-merta menerima begitu saja pengakuan tersebut. Tim penyidik kini tengah mendalami kondisi kejiwaan pelaku untuk memastikan apakah halusinasi itu benar adanya atau sekadar dalih yang dibuat-buat untuk menghindari jeratan hukum.

Kondisi Korban dan Penanganan Kasus

Sementara itu, akibat sabetan senjata tajam yang dihantamkan oleh pelaku, korban mengalami luka robek yang cukup parah di bagian tubuhnya. Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat. Berdasarkan laporan yang dihimpun, hubungan antara pelaku dan korban sehari-hari sebenarnya biasa saja, tidak ada riwayat konflik pribadi atau dendam yang mencolok, sehingga membuat motif halusinasi ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan.

AKP Ivan menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan serangkaian tes kesehatan jiwa terhadap Hadi Suyipto. Kerja sama dengan psikolog dan dokter kejiwaan sangat diperlukan dalam kasus ini untuk mengungkap motif sesungguhnya. "Kami akan lakukan pemeriksaan kejiwaan. Apakah yang bersangkutan memang memiliki riwayat gangguan jiwa, atau ini hanya pengakuan sepihak. Proses hukum tetap berjalan," tegas AKP Ivan.

Saat ini, Hadi Suyipto telah diamankan di Mapolres Lampung Utara beserta barang bukti senjata tajam berupa sebilah sabit yang digunakan untuk membacok korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan luka parah, dengan ancaman pidana maksimal hingga beberapa tahun penjara sesuai dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut kondisi mental seorang kakek yang diduga sudah tidak stabil dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitarnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Investigasi. Reporter menelusuri klaim publik secara mendalam.

Comments (0)

User