KAIRO, Lurusin.com — Kiprah wasit asal Prancis, François Letexier, kembali memantik polemik global setelah memimpin laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Timnas Argentina melawan Mesir. Di tengah tensi tinggi pertandingan yang digelar di Cairo International Stadium, sejumlah keputusan kontroversial sang pengadil membuat publik ramai mengaitkan kembali rekam jejaknya yang kelam, termasuk catatan hitam yang sempat merugikan Timnas Indonesia U-23 di pentas internasional dua tahun silam.

Laporan redaksi Lurusin.com di lapangan mengkonfirmasi bahwa pertandingan dramatis tersebut diwarnai kartu merah kontroversial untuk gelandang Argentina se

Jul 08, 2026 - 01:40
0 0
KAIRO, Lurusin.com  — Kiprah wasit asal Prancis, François Letexier, kembali memantik polemik global setelah memimpin laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Timnas Argentina melawan Mesir. Di tengah tensi tinggi pertandingan yang digelar di Cairo International Stadium, sejumlah keputusan kontroversial sang pengadil membuat publik ramai mengaitkan kembali rekam jejaknya yang kelam, termasuk catatan hitam yang sempat merugikan Timnas Indonesia U-23 di pentas internasional dua tahun silam.

Laporan redaksi Lurusin.com di lapangan mengkonfirmasi bahwa pertandingan dramatis tersebut diwarnai kartu merah kontroversial untuk gelandang Argentina serta pengesahan gol Mesir yang diduga berbau offside. Keputusan itu sontak memicu protes keras dari kubu La Albiceleste, yang merasa hak mereka dicurangi di fase krusial. Alhasil, nama François Letexier langsung menggema di media sosial, bukan hanya karena sorotan VAR yang minim intervensi, tetapi juga karena "dosa lama" sang wasit yang belum terhapus dari ingatan pecinta sepak bola Asia, khususnya Indonesia.

François Letexier Kembali di Pusaran Kontroversi

Dalam duel yang berlangsung sengit tersebut, Letexier dinilai terlalu ringan tangan dalam mengeluarkan kartu dan gagal mengontrol ritme pertandingan. Puncaknya terjadi di menit ke-79 ketika ia mengesahkan gol kedua Mesir yang dicetak oleh Omar Marmoush, meskipun tayangan ulang memperlihatkan potensi posisi offside yang sangat tipis. Protes dari kapten Argentina, yang notabene adalah megabintang Lionel Messi, berujung pada kartu merah langsung untuk gelandang bertahan Enzo Fernández karena dianggap melakukan tindakan tidak sportif kepada asisten wasit.

Yang menjadi ironi bagi publik Indonesia, ini bukan kali pertama Letexier menciptakan kegaduhan di laga hidup-mati sebuah tim nasional. Penggemar sepak bola Tanah Air masih belum bisa melupakan bagaimana sang wasit memimpin laga krusial Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea pada playoff Olimpiade Paris 2024 lalu.

Luka Lama Suporter Indonesia: Insiden di Playoff Olimpiade 2024

Kontributor Lurusin.com di Jakarta mencatat bahwa memori pahit itu terjadi pada 9 Mei 2024 di Stade Pierre Pibarot, Prancis. Kala itu, Timnas Indonesia U-23 di bawah asuhan Shin Tae-yong hanya berjarak satu langkah dari tiket bersejarah ke Olimpiade. Namun, harapan itu runtuh setelah Letexier memberikan penalti yang sangat kontroversial untuk Guinea menyusul pelanggaran yang dinilai tidak signifikan. Tidak hanya itu, wasit kelahiran 1989 tersebut juga menganulir gol sah Indonesia yang dicetak oleh Witan Sulaeman karena dianggap lebih dulu terjadi pelanggaran di kotak penalti. Laga itu berakhir dengan kekalahan 0-1 bagi Garuda Muda, sekaligus mengubur mimpi tampil di Olimpiade setelah puluhan tahun absen.

“Ini seperti deja vu yang menyakitkan. Saat melihat Argentina dirugikan oleh keputusan Letexier, saya langsung teringat momen tragis di Paris dua tahun lalu. Bagaimana mungkin wasit sekaliber ini terus dipercaya memimpin laga krusial Piala Dunia?” ujar Fajar, seorang suporter fanatik Timnas Indonesia yang diwawancarai Lurusin.com melalui sambungan daring.

Netizen Indonesia 'Nyerang' dan Desakan Revolusi Perwasitan

Buntut dari laga Argentina vs Mesir tersebut, jagat maya dipenuhi hujatan warganet Indonesia. Tagar #LetexierOut dan #RememberParis2024 sempat bertengger di puncak trending topic media sosial X. Netizen Indonesia seakan bersolidaritas dengan pendukung Argentina yang juga merasa dicurangi. Para pengamat sepak bola menilai, track record Letexier sejatinya sudah seharusnya membuat FIFA mempertimbangkan ulang penugasannya. Betapa tidak, setelah laga kontra Guinea lalu, PSSI bahkan sempat melayangkan protes resmi kepada AFC dan FIFA atas ketidakkompetenan teknis wasit asal Prancis itu.

Kini, panggung Piala Dunia 2026 kembali dinodai oleh keputusan serupa. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, kubu Mesir tentu saja merasa diuntungkan dan menolak anggapan bahwa kemenangan 2-1 atas juara bertahan itu diraih dengan bantuan kontroversi perwasitan.

Sorotan tajam terhadap François Letexier menjadi bukti bahwa standar perwasitan di level tertinggi sepak bola masih jauh dari kata sempurna. Bagi Indonesia, kemenangan Argentina mungkin hanya mimpi yang tertunda, namun harga yang dibayar untuk sebuah kesalahan wasit adalah luka sejarah yang tak akan pernah sembuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User