Tokyo, 29 Agustus — Indeks saham utama Asia mencatat pelemahan tajam pada
Indeks Terpukul, Nikkei Pimpin Penurunan Bursa Tokyo menjadi yang paling tertekan. Indeks Nikkei 225 ditutup sementara turun 2,13% atau 412 poin ke level 1
Indeks Terpukul, Nikkei Pimpin Penurunan
Bursa Tokyo menjadi yang paling tertekan. Indeks Nikkei 225 ditutup sementara turun 2,13% atau 412 poin ke level 19.081 pada sesi pagi, level terendah dalam tiga bulan. Sektor eksportir dan teknologi memimpin pelemahan karena penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Topix juga turun 1,87%.
Di Seoul, indeks KOSPI Korea Selatan melemah 1,55% ke 2.342,38, dipimpin saham-saham manufaktur dan elektronik. Bursa Shanghai Composite turun 0,93%, sementara Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,12%. Indeks Straits Times Singapura dan ASX 200 Australia masing-masing turun sekitar 0,8%.
Kronologi: Rudal Melintas di Atas Hokkaido
Menurut laporan Kepala Staf Gabungan Jepang, rudal yang diduga jenis Hwasong-12 diluncurkan dari wilayah Sunan, dekat Pyongyang, pada pukul 05.57 waktu setempat. Rudal terbang sejauh sekitar 2.700 kilometer dengan ketinggian maksimum 550 kilometer, melintasi Semenanjung Oshima di Hokkaido sebelum jatuh di Samudera Pasifik, 1.180 kilometer di timur Tanjung Erimo.
Ini merupakan peluncuran rudal Korea Utara pertama yang melintasi wilayah Jepang sejak 2017. Sistem peringatan dini J-Alert diaktifkan, warga diimbau berlindung di bangunan kokoh. Tidak ada laporan jatuhnya puing di daratan Jepang.
Respons Pasar: Flight-to-Safety
"Peluncuran rudal ini di luar perkiraan dan langsung memicu risk-off. Investor melepas aset berisiko dan masuk ke obligasi pemerintah Jepang serta emas," ujar Taro Saito, analis senior NLI Research Institute.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun turun 2,5 basis poin ke 0,035%, sementara harga emas spot naik 0,8% ke level US$1.923 per ons. Yen menguat 0,6% terhadap dolar AS ke 108,55 yen per dolar, menekan saham eksportir Jepang.
Data Runtuhnya Bursa Asia
- Nikkei 225: turun 2,13% ke 19.081,33
- KOSPI: turun 1,55% ke 2.342,38
- Hang Seng: turun 1,12% ke 27.834,12
- Shanghai Composite: turun 0,93% ke 3.332,18
- ASX 200: turun 0,79% ke 6.728,40
Respons Pemerintah Jepang dan Korsel
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyebut tindakan Korea Utara sebagai "ancaman serius terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan." Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol memerintahkan peningkatan kesiapan militer dan koordinasi dengan sekutu. Kedua negara menggelar rapat darurat Dewan Keamanan Nasional.
Komando Indo-Pasifik AS menyatakan peluncuran itu tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap personel atau wilayah AS, namun mengutuk tindakan tersebut dan menegaskan kembali komitmen pertahanan terhadap Jepang dan Korea Selatan.
Pola Historis: Dampak Sementara?
Data historis menunjukkan bahwa aksi jual akibat provokasi Korea Utara cenderung bersifat sementara. Pada 2017, saat rudal melintasi Hokkaido, Nikkei sempat turun 1,5% namun pulih dalam tiga hari perdagangan. Namun, analis memperingatkan bahwa eskalasi saat ini terjadi di tengah ketidakpastian global akibat kenaikan suku bunga dan perlambatan ekonomi Tiongkok, yang dapat memperpanjang tekanan pada pasar.
Comments (0)