Jerit Tangis Peternak, Harga Ayam Broiler di Kandang Ambruk Tembus Rp 13.000 per Kilogram

Harga ayam pedaging di tingkat peternak kembali mencatatkan rekor terburuk. Berdasarkan penelusuran media kami di lapangan, harga ayam hidup (live bird) di sejumlah sentra peternakan kini terpantau m

Jul 08, 2026 - 00:32
0 0
Jerit Tangis Peternak, Harga Ayam Broiler di Kandang Ambruk Tembus Rp 13.000 per Kilogram

Harga ayam pedaging di tingkat peternak kembali mencatatkan rekor terburuk. Berdasarkan penelusuran media kami di lapangan, harga ayam hidup (live bird) di sejumlah sentra peternakan kini terpantau merosot tajam hingga menyentuh angka Rp 13.000 per kilogram. Situasi ini menggambarkan keterpurukan sektor perunggasan nasional yang tak kunjung menemui titik terang di tengah lesunya daya beli masyarakat dan membanjirnya pasokan.

Penurunan Beruntun Sejak April 2026

Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mencatat bahwa tren penurunan ini sebenarnya sudah berlangsung secara konsisten sejak April lalu. Pada periode awal, harga ayam memang sudah menunjukkan gelagat penurunan dari level ideal. Namun, titik nadir justru terjadi pada akhir Juni 2026 ini. Jika sebelumnya peternak masih bisa bernapas lega dengan harga di kisaran Rp 18.000 per kilogram, kini kondisi berbalik 180 derajat. Teranyar, untuk wilayah Jawa Barat, harga di tingkat kandang bahkan sudah menyentuh level kritis di posisi Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per kilogram.

Pukulan Telak bagi Peternak Mandiri

Kondisi ini tentu menjadi pukulan telak bagi para pelaku usaha perunggasan, khususnya peternak rakyat mandiri. Pasalnya, dengan harga jual yang anjlok di bawah Rp 15.000 per kilogram, para peternak dipastikan menelan kerugian besar. Biaya produksi atau Harga Pokok Produksi (HPP) ayam broiler saat ini, terutama akibat tingginya biaya pakan dan bibit (Day Old Chick/DOC), diperkirakan masih bertengger di atas level harga jual tersebut.

Seorang peternak yang tergabung dalam Permindo, Asep Saepudin, menyampaikan keprihatinannya kepada media kami. Ia menegaskan bahwa pekan ini adalah pekan terburuk bagi komunitasnya. Anjloknya harga di kandang ini tidak hanya mengancam keberlangsungan usaha para peternak kecil, tetapi juga berpotensi memutus mata rantai produksi di masa mendatang. Kepanikan mulai melanda para peternak yang khawatir tidak mampu menutupi biaya operasional kandang dan membayar utang pakan.

"Ini sudah jadi musibah bagi peternak Rp 15.000/kg. Di Jabar sudah Rp 13.000-14.000/kg. Terburuk ini," ujar Asep kepada media kami, Sabtu (27/6/2026).

Para peternak mendesak pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi krisis ini. Langkah intervensi yang diminta antara lain adalah pemotongan produksi secara nasional untuk mengurangi kelebihan pasokan atau oversupply, serta penegakan regulasi terkait penetapan harga acuan di tingkat peternak. Tanpa adanya tindakan cepat, para peternak memprediksi akan terjadi gelombang gulung tikar massal yang dampaknya akan sangat terasa pada stabilitas protein hewani nasional pasca-Lebaran tahun ini. Media kami akan terus memantau perkembangan nasib peternak rakyat di tengah tekanan pasar yang semakin tidak menentu ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hafiz-rahman

Verifikator. Memverifikasi klaim viral via sumber terbuka.

Comments (0)

User