Jembatan Satu-satunya Ambruk, Akses ke Desa di Pandeglang Terputus
PANDEGLANG, Lurusin.com – Akses vital menuju Desa Tunggaljaya di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, terputus total setelah jembatan penghubung antardesa di Kampung Tarikolot ambruk. Jem
PANDEGLANG, Lurusin.com – Akses vital menuju Desa Tunggaljaya di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, terputus total setelah jembatan penghubung antardesa di Kampung Tarikolot ambruk. Jembatan yang menjadi satu-satunya jalur darat bagi warga setempat itu runtuh pada Selasa (23/6/2026) setelah dilintasi oleh sebuah truk pengangkut pasir (dump truck).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun media kami di lokasi kejadian, peristiwa nahas tersebut terjadi saat truk bermuatan pasir melintas di atas jembatan yang telah berusia puluhan tahun tersebut. Struktur jembatan yang diduga tidak mampu menahan beban berat kendaraan akhirnya ambrol dan putus, menyebabkan akses utama warga terisolasi.
"Jembatan ambruk usai dilintasi dump truck pengangkut pasir," ujar Andi Suandi, Sekretaris Desa (Sekdes) Tunggaljaya kepada Lurusin.com, Selasa (23/6/2026).
Andi menambahkan bahwa jembatan ini merupakan penghubung utama antara dusun-dusun di Desa Tunggaljaya dengan wilayah lain di Kecamatan Sumur. Dengan terputusnya akses ini, mobilitas warga, distribusi logistik, dan akses layanan darurat dikhawatirkan akan sangat terganggu. Masyarakat kini harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka akibat insiden ambruknya jembatan tersebut. Namun, dampak langsung sudah dirasakan oleh ratusan keluarga yang kesehariannya bergantung pada jembatan itu. Aparat desa berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah kabupaten untuk mencari solusi darurat, termasuk kemungkinan pembangunan jembatan sementara atau penambahan jalur alternatif.
Kondisi infrastruktur di wilayah Pandeglang selatan memang telah lama menjadi sorotan. Sebelumnya, media kami juga memberitakan mengenai kerusakan jalan parah di sejumlah titik yang memicu aksi protes warga. Dalam pemberitaan tersebut, warga bahkan sampai membuat petisi menggunakan darah sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki. Aksi tersebut menjadi simbol kegagapan pemerintah dalam merespon kebutuhan dasar masyarakat.
Peristiwa ambruknya jembatan ini menambah daftar panjang masalah infrastruktur di Kabupaten Pandeglang yang mendesak untuk segera ditangani. Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan darurat atau menyediakan jalur alternatif agar akses kehidupan mereka tidak lumpuh berkepanjangan. Hingga kini, arus kendaraan dan orang benar-benar terhenti, memaksa warga untuk mengandalkan jalur kaki yang licin dan tidak memadai jika musim hujan tiba.
Lurusin.com akan terus memantau perkembangan situasi di Desa Tunggaljaya dan upaya penanganan dari pihak berwenang.
Comments (0)