Jalan Rusak Berujung Petisi Darah, Pemprov Desak Pemkab Pandeglang Bergerak

Pemerintah Provinsi Banten akhirnya buka suara terkait aksi ekstrem warga Desa Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, yang membuat petisi menggunakan darah sebagai bentuk frustrasi atas jalan rusak yang tak

Jul 06, 2026 - 13:57
0 0
Jalan Rusak Berujung Petisi Darah, Pemprov Desak Pemkab Pandeglang Bergerak

Pemerintah Provinsi Banten akhirnya buka suara terkait aksi ekstrem warga Desa Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, yang membuat petisi menggunakan darah sebagai bentuk frustrasi atas jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Pihak Pemprov mendesak Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk segera mengambil tindakan karena ruas jalan yang dikeluhkan merupakan kewenangan daerah tersebut.

Kewenangan Jalan di Tangan Kabupaten

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menegaskan bahwa status jalan yang rusak itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten. Menurutnya, langkah paling tepat adalah Pemkab Pandeglang terlebih dahulu menangani permasalahan sesuai dengan kewenangannya.

"Jalannya merupakan wewenang kabupaten. Baiknya dari Pemkab dulu selaku penanggung jawab atau pemilik kewenangan," ujar Arlan saat dihubungi media kami, Rabu (24/6/2026).

Arlan menambahkan, apabila pemerintah kabupaten mengalami keterbatasan anggaran atau teknis sehingga tidak mampu menyelesaikan masalah sendiri, maka bisa mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov Banten. Syaratnya, kata dia, pengajuan itu harus dilakukan secara resmi melalui surat permohonan. "Jika Pemkab tidak mampu, silakan ajukan bantuan ke Pemprov," tegasnya.

Petisi Darah sebagai Puncak Kekecewaan Warga

Sebelumnya, warga Desa Cimanggu melakukan aksi yang tidak biasa. Mereka mengumpulkan tanda tangan di atas kain putih yang dibubuhi darah sebagai petisi perbaikan jalan. Aksi ini viral di media sosial dan menjadi sorotan karena menggambarkan betapa parahnya kondisi infrastruktur di daerah tersebut. Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa jalan berlubang dan becek telah menyebabkan kecelakaan, menghambat aktivitas ekonomi, dan menyulitkan akses anak-anak ke sekolah.

Warga mengaku sudah bertahun-tahun menyampaikan keluhan, namun tidak ada respons berarti dari pemerintah setempat. Petisi darah itu pun akhirnya diantarkan langsung ke kantor bupati sebagai simbol keputusasaan. Tidak disebutkan secara pasti berapa panjang jalan yang rusak, tetapi foto dan video yang beredar memperlihatkan kerusakan yang cukup parah di beberapa titik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Pandeglang belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, sorotan publik terus menguat agar pemerintah daerah segera memperbaiki jalan tersebut sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Media kami akan terus memantau perkembangan penanganan jalan rusak di Pandeglang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User