Oct 08, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

[JAKARTA] — Pengamat Sebut Wajar Kemenkeu Tarik Dividen dari Danantara

LURUSIN.COM, Jakarta — Wacana penarikan dividen dari Badan Pengelola Investasi Danantara oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dinilai sebagai langkah konst

[JAKARTA] — Pengamat Sebut Wajar Kemenkeu Tarik Dividen dari Danantara

LURUSIN.COM, Jakarta — Wacana penarikan dividen dari Badan Pengelola Investasi Danantara oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dinilai sebagai langkah konstitusional yang rasional. Pengamat Kebijakan Publik, Yoghi Suprayogi Sugandi, menegaskan bahwa penarikan hasil kelolaan aset negara tersebut merupakan hak mutlak pemerintah demi menopang ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berkelanjutan.

Kementerian Keuangan memiliki mandat utama untuk memastikan seluruh aset milik negara yang dipindahtangankan pengelolaannya ke Danantara tetap memberikan imbal hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Mengingat portofolio Danantara bersumber dari konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kontribusi dalam bentuk dividen dinilai tidak boleh terputus.

Dinamika Pengelolaan Aset dan Tuntutan Fiskal

Langkah penarikan dividen ini memicu diskusi hangat di kalangan pengambil kebijakan ekonomi. Sebagian pihak mempertanyakan apakah penarikan laba akan membatasi fleksibilitas investasi Danantara dalam jangka panjang. Namun, dari kacamata tata kelola keuangan negara, dividen adalah instrumen penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang sangat krusial.

Yoghi Suprayogi Sugandi menilai bendahara negara justru wajib bersikap tegas dalam menuntut hasil pengelolaan aset tersebut. Sikap pasif dinilai berisiko mengabaikan fungsi redistribusi kekayaan negara untuk membiayai program-program strategis publik.

"Jika saya menjadi Menteri Keuangan, saya akan meminta dividen Danantara atas nama Presiden dan rakyat Indonesia. Dari sisi keuangan negara, permintaan dividen itu wajar karena dana BUMN harus memberikan hasil bagi kepentingan negara," tegas Yoghi dalam keterangannya.

Kronologi dan Urutan Kebijakan Pengelolaan Dividen

Untuk menelusuri bagaimana mekanisme dividen ini seharusnya dijalankan tanpa mengganggu operasional entitas pengelola, berikut tahapan fundamental yang perlu disorot:

  1. Konsolidasi Portofolio BUMN: Penyerahan mandat pengelolaan aset-aset strategis negara kepada Danantara guna meningkatkan efisiensi dan nilai valuasi korporasi secara global.
  2. Kalkulasi Laba Bersih Operasional: Penghitungan kinerja keuangan akhir tahun dari seluruh anak usaha BUMN untuk menetapkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) yang sehat.
  3. Klaim Penerimaan Negara oleh Kemenkeu: Penetapan target setoran dividen masuk ke kas negara sebagai bagian dari target pendapatan APBN.
  4. Alokasi Belanja Publik: Realisasi dana dividen tersebut ke pos-pos anggaran vital seperti subsidi energi, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur dasar, dan layanan pendidikan nasional.

Urgensi Transparansi dan Komunikasi Publik

Selain aspek legalitas dan urgensi anggaran, tata cara komunikasi fiskal kepada publik dinilai memerlukan kehati-hatian tingkat tinggi. Kemenkeu dan pengelola Danantara diminta transparan mengenai besaran target dividen agar tidak memicu spekulasi keliru di pasar modal maupun masyarakat luas.

  • Pencegahan Distorsi Informasi: Publikasi data angka dividen harus disertai penjelasan peruntukan dan dampaknya pada perekonomian.
  • Akuntabilitas Pejabat Publik: Keterbukaan informasi di muka publik menjadi standar integritas tata kelola pemerintahan yang bersih.
  • Keseimbangan Reinvestasi: Menjaga batas proporsional antara dana yang ditarik negara dan dana yang ditahan Danantara untuk reinvestasi lanjutan.

Pemerintah diharapkan mampu menyelaraskan target penerimaan kas negara jangka pendek dengan peta jalan ekspansi investasi jangka panjang Danantara secara transparan dan akuntabel.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User