Oct 07, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Dedi Mulyadi Bantu Habibie Kembali Sekolah Setelah Berhenti

Kisah seorang pelajar bernama Habibie harus berhenti sekolah demi menafkahi keluarga kini berujung sentuhan tangan dingin Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mu

Dedi Mulyadi Bantu Habibie Kembali Sekolah Setelah Berhenti

Kisah seorang pelajar bernama Habibie harus berhenti sekolah demi menafkahi keluarga kini berujung sentuhan tangan dingin Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ayah Habibie divonis menderita kanker usus, dan beban ekonomi keluarga memaksa anak itu memilih meninggalkan bangku sekolah. Kini, Dedi Mulyadi memberi jalan pulang: biaya pendidikan ditanggung, dan Habibie resmi menjadi anak asuhnya.

Tiba-tiba Berhenti Sekolah

Perubahan nasib keluarga Habibie terjadi begitu cepat. Dalam waktu singkat, mereka kehilangan sumber penghasilan utama sekaligus harus menanggung biaya pengobatan yang tidak murah. Habibie, yang saat itu masih duduk di bangku sekolah, memutuskan berhenti untuk membantu orang tua memenuhi kebutuhan sehari-hari.

  1. Ayah divonis kanker usus — pengobatan dan kontrol rutin menuntut biaya besar.
  2. Penghasilan keluarga menurun — nafkah utama tersendat, kebutuhan dasar tertekan.
  3. Habibie memilih berhenti sekolah — ia ingin bekerja membantu meringankan beban.
  4. Kabar sampai ke Dedi Mulyadi — Wakil Gubernur Jawa Barat itu kemudian turun tangan.
  5. Bantuan diberikan — Habibie diizinkan kembali menempuh pendidikan dan menjadi anak asuh.

"Jadi Anak Asuh Saya!"

Dedi Mulyadi dikenal kerap merespons laporan warga soal kasus-kasus sosial yang memprihatinkan, termasuk anak putus sekolah. Kepada Habibie dan keluarganya, ia menyampaikan komitmen yang lugas.

"Jadi anak asuh saya! Sekolah lagi, urusan biaya jangan dipikirkan," ujar Dedi Mulyadi dalam pertemuannya dengan keluarga Habibie.

Pernyataan itu sekaligus menjawab keraguan keluarga yang selama ini menyangka pendidikan harus dikorbankan demi pengobatan. Menurut Dedi, dua hal itu tidak boleh saling mengorbankan: anak harus tetap sekolah, sementara pengobatan tetap berjalan.

Beban Tak Terlihat di Balik Putus Sekolah

Kasus Habibie bukan yang pertama dan kemungkinan bukan yang terakhir. Di berbagai daerah, anak usia sekolah terpaksa berhenti ketika salah satu orang tua jatuh sakit. Kanker usus sendiri dikenal membutuhkan penanganan jangka panjang, mulai dari biaya diagnosis, operasi, kemoterapi, hingga perawatan pascaoperasi. Bagi keluarga prasejahtera, angka-angka tersebut bisa berlipat-lipat dibanding penghasilan bulanan.

  • Biaya pengobatan kanker dapat menyerap sebagian besar pendapatan rumah tangga.
  • Kehilangan pencari nafkah membuat rumah tangga kehilangan aliran dana utama.
  • Anak korban langsung adalah yang paling sering dikorbankan dari sisi pendidikan.
  • Dampak jangka panjang: putus sekolah mempersempit peluang kerja di masa depan.

Janji Pendidikan yang Ditepati

Bantuan dari Dedi Mulyadi tidak berhenti pada seremoni. Ia menegaskan komitmen menanggung kebutuhan pendidikan Habibie hingga nanti, sambil memastikan keluarga tetap mendampingi proses pengobatan ayahnya. Bagi Habibie, keputusannya kembali ke sekolah menghapus pilihan pahit antara belajar dan menyembuhkan ayah.

Kisah ini mengingatkan bahwa di balik angka putus sekolah, selalu ada penyakit, utang, dan keluarga yang kehilangan pilihan. Pertanyaan yang tersisa: berapa banyak anak seperti Habibie yang belum tersentuh bantuan karena tak seberuntung bertemu orang yang tepat?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User