Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

ITALIA — Hartono Bersaudara Ubah Paradigma Sepak Bola Lewat Como 1907

Di tepi Danau Como yang tenang, sebuah revolusi sunyi sedang mengguncang panggung tertinggi sepak bola Italia. Como 1907, klub yang sempat terpuruk hingga

ITALIA — Hartono Bersaudara Ubah Paradigma Sepak Bola Lewat Como 1907

Di tepi Danau Como yang tenang, sebuah revolusi sunyi sedang mengguncang panggung tertinggi sepak bola Italia. Como 1907, klub yang sempat terpuruk hingga jurang kebangkrutan, kini berdiri tegak di Serie A bahkan melakoni debut bersejarah di pentas bergengsi UEFA Champions League. Di balik kebangkitan fenomenal ini, ada tangan dingin konglomerat asal Indonesia, Hartono bersaudara (Robert Budi Hartono dan Michael Hartono), yang tidak hanya menyuntikkan dana, tetapi juga meruntuhkan paradigma lama manajemen sepak bola Calcio.

Selama puluhan tahun, sepak bola Italia identik dengan gaya kepemimpinan patron tradisional—pemilik kaya yang mengucurkan uang tanpa batas demi kejayaan instan, sebelum akhirnya klub terjerat utang menggunung. Namun, pendekatan yang dibawa lewat konsorsium Djarum Group justru berkebalikan: efisiensi anggaran, manajemen berbasis data, dan integrasi mendalam dengan ekosistem bisnis lokal.

Model Bisnis Berkelanjutan di Tengah Krisis Calcio

Sejak mengambil alih klub pada 2019 saat berada di kasta keempat (Serie D), langkah Hartono bersaudara sempat dipandang sebelah mata oleh publik Italia. Namun, hanya dalam hitungan tahun, Como 1907 merangkak naik secara konsisten. Mereka menolak skema lama seperti membeli pemain bintang berusia senja dengan gaji melambung, melainkan fokus berinvestasi pada infrastruktur, sains olahraga, serta pengembangan bakat muda.

Strategi ini diperkuat dengan perekrutan figur strategis seperti Cesc Fàbregas—yang berawal dari pemain, pemegang saham minoritas, hingga kini menukangi tim utama—serta keterlibatan legenda dunia seperti Thierry Henry. Kombinasi nama besar Eropa dan visi finansial Asia Tenggara menciptakan formula unik yang belum pernah ada sebelumnya di Serie A.

"Como 1907 bukan sekadar proyek sepak bola biasa bagi Hartono bersaudara, melainkan restrukturisasi aset berbasis komunitas dan gaya hidup. Mereka membuktikan bahwa keberhasilan di lapangan hijau bisa berjalan seiring dengan kesehatan finansial," ujar analis keuangan olahraga internasional.

Perbandingan Pendekatan Manajemen Sepak Bola Italia

Untuk memahami betapa radikalnya perubahan yang dibawa oleh investor Indonesia ini, berikut perbandingan antara model bisnis tradisional Italia dengan model modern yang diterapkan pada Como 1907:

Indikator Model Tradisional Italia Model Como 1907 (Hartono)
Strategi Transfer Membeli bintang mahal dengan utang tinggi Perekrutan berbasis data & bakat muda potensial
Sumber Pendapatan Sangat bergantung pada hak siar TV Diversifikasi: Pariwisata, merchandise global, media
Pengelolaan Keuangan Defisit berulang demi trofi instan Struktur anggaran ketat dan berkelanjutan

Transformasi Komunitas dan Masa Depan Como

Keberhasilan Como 1907 menembus Liga Champions menjadi bukti sahih bahwa paradigma baru ini bekerja secara efektif. Danau Como kini bukan lagi sekadar destinasi liburan para selebriti dunia, melainkan juga kiblat baru inovasi taktik dan manajemen olahraga. Penggemar lokal yang dahulu skeptis kini merayakan era baru yang penuh stabilitas.

Langkah strategis Hartono bersaudara juga menempatkan Indonesia dalam peta pemilik klub sepak bola sukses di Eropa. Berbeda dengan invasi modal asing lainnya yang sering kali memicu penolakan suporter, pendekatan Como 1907 yang menghormati identitas lokal justru meraih simpati luas dari publik Italia.

  • Investasi Infrastruktur: Modernisasi Stadion Giuseppe Sinigaglia dan fasilitas latihan terpadu.
  • Ekosistem Digital: Peluncuran media internal dan konten global untuk menjangkau basis penggemar internasional.
  • Pemberdayaan Lokal: Kolaborasi dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Lombardy.

Dengan fondasi yang kian kokoh, Como 1907 tidak lagi dianggap sebagai fenomena sesaat. Mereka telah menyalakan kembali gairah sepak bola Italia dengan cetak biru yang lebih rasional, modern, dan menjanjikan masa depan yang jauh lebih cerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User