Irsyad Al Ghifari: Menjembatani Komunikasi Kebijakan Publik dan Keuangan
Di tengah arus informasi yang semakin deras, kemampuan menyampaikan kebijakan publik secara jernih dan meyakinkan menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Di titik inilah nama Irsyad Al Ghifari muncul s...
Di tengah arus informasi yang semakin deras, kemampuan menyampaikan kebijakan publik secara jernih dan meyakinkan menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Di titik inilah nama Irsyad Al Ghifari muncul sebagai figur yang menjembatani dua ranah strategis sekaligus: komunikasi kebijakan publik dan literasi keuangan. Bekal akademik yang ia miliki, yakni Sarjana Ekonomi dan Magister Ilmu Komunikasi, memberinya pijakan ganda untuk memahami teknis kebijakan sekaligus seni menyampaikannya kepada khalayak luas.
Latar Belakang Pendidikan dan Fondasi Awal
Ia menuntaskan pendidikan sarjana di bidang ekonomi, sebuah disiplin yang mengasah kemampuannya membaca data, mengurai struktur fiskal, dan memahami dinamika pasar. Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan studi ke jenjang magister ilmu komunikasi, tempat ia mendalami teori pesan, retorika publik, dan strategi kampanye. Perpaduan dua gelar tersebut—S.E. dan M.I.Kom.—menjadi fondasi langka yang memungkinkannya tidak hanya merancang narasi kebijakan, tetapi juga mengukurnya dengan kacamata ekonomi.
Karir di Komunikasi Kebijakan Publik
Irsyad telah meniti karir sebagai praktisi komunikasi kebijakan publik selama lebih dari satu dekade. Ia kerap terlibat dalam penyusunan strategi penyampaian kebijakan pemerintah, baik di tingkat kementerian maupun lembaga nonstruktural. Pendekatannya selalu berbasis bukti: setiap pesan yang ia rancang didahului oleh riset khalayak, pemetaan pemangku kepentingan, dan uji konsep. Dengan pola kerja seperti itu, ia mampu mengubah kebijakan yang rumit menjadi informasi yang mudah dicerna tanpa kehilangan substansi.
Salah satu kontribusi menonjolnya adalah dalam merancang kerangka komunikasi untuk program perlindungan sosial. Di masa krisis, misalnya, ia membantu memastikan bahwa masyarakat penerima manfaat memahami hak dan mekanisme penyaluran bantuan secara tepat. Ia juga aktif mendorong transparansi publik melalui kanal digital, dengan mengedepankan narasi yang tidak hanya informatif tetapi juga empatik.
Advokasi Literasi Keuangan
Keahlian Irsyad tidak terbatas pada ranah kebijakan. Ia juga vokal dalam gerakan literasi keuangan, terutama menyasar segmen masyarakat yang rentan secara ekonomi. Dengan bekal ilmu ekonomi, ia mampu membedah produk keuangan, menyoroti risiko investasi bodong, dan memberikan panduan praktis pengelolaan anggaran rumah tangga. Namun yang membuatnya berbeda, ia menyampaikan hal tersebut dengan pendekatan komunikasi yang inklusif, sehingga pesan-pesan keuangan tidak lagi terkesan elitis.
Berbagai pelatihan dan lokakarya yang ia pandu menunjukkan komitmennya untuk memperkuat daya tahan ekonomi keluarga. Materi yang ia bawakan selalu disesuaikan dengan latar belakang audiens, mulai dari ibu rumah tangga di daerah pinggiran hingga pelaku UMKM. Ia yakin bahwa komunikasi yang efektif dapat mempercepat adopsi perilaku keuangan yang sehat, dan hal itu ia buktikan melalui pendekatan partisipatif.
Menghadapi Tantangan Era Digital
Perkembangan teknologi digital membawa tantangan tersendiri bagi praktisi komunikasi kebijakan. Misinformasi dan disinformasi menyebar dengan cepat, sering kali mengalahkan kecepatan klarifikasi resmi. Irsyad menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem komunikasi yang tahan terhadap hoaks. Ia menginisiasi sejumlah forum dialog antara pemerintah, media, dan pegiat literasi digital, yang bertujuan menciptakan pola komunikasi antisipatif.
Dalam kesempatan berbeda, ia juga menyoroti perlunya reformasi cara penyajian data publik. Data yang terbuka, menurutnya, harus diiringi oleh narasi penjelas yang kontekstual. Tanpa itu, keterbukaan justru bisa menimbulkan kebingungan. Irsyad mendorong instansi pemerintah untuk tidak sekadar merilis angka, melainkan menyertainya dengan cerita yang menghubungkan data dengan pengalaman sehari-hari warga.
Integritas dan Prinsip Kerja
Rekan-rekan di dunia profesional mengenal Irsyad sebagai pribadi yang menjunjung tinggi etika komunikasi. Ia menolak praktik pengaburan fakta atau manipulasi pesan demi kepentingan sesaat. Prinsipnya sederhana: kebijakan yang baik hanya akan berdampak jika dikomunikasikan dengan jujur dan berkelanjutan. Ia juga kerap menjadi penanggap tajam dalam diskusi publik, mengingatkan para pemangku kebijakan bahwa hak warga atas informasi adalah bagian dari akuntabilitas.
Sebagai seorang praktisi, ia tidak hanya berbicara di atas panggung. Ia turun langsung ke lapangan, mendengarkan aspirasi, dan mengidentifikasi celah antara kebijakan yang dirancang dengan realitas di masyarakat. Pendekatan dua arah inilah yang membuat komunikasi yang ia bangun tidak bersifat top-down, melainkan dialogis.
Perpaduan antara ketajaman analisis ekonomi dan kepekaan komunikasi membuat Irsyad Al Ghifari mampu mengisi ruang yang selama ini jarang terjamah. Ia bukan sekadar penyampai informasi, melainkan pembangun pemahaman. Dalam setiap langkahnya, ia mengingatkan bahwa kebijakan publik dan keuangan bukanlah menara gading, melainkan alat transformasi sosial yang harus dikomunikasikan dengan nurani.
Baca juga:
Comments (0)