Iran Sebut Kesepakatan Damai dengan AS sebagai Deklarasi Kekalahan, Tekankan Perlawanan Bangsa

Laporan dari Tehran mengungkap pernyataan tegas dari Kepala Negosiator Iran yang menyebut bahwa kesepakatan damai yang baru saja dicapai dengan Amerika Serikat merupakan sebuah deklarasi kekalahan ba

Jul 07, 2026 - 23:53
0 0
Iran Sebut Kesepakatan Damai dengan AS sebagai Deklarasi Kekalahan, Tekankan Perlawanan Bangsa

Laporan dari Tehran mengungkap pernyataan tegas dari Kepala Negosiator Iran yang menyebut bahwa kesepakatan damai yang baru saja dicapai dengan Amerika Serikat merupakan sebuah deklarasi kekalahan bagi Washington. Pernyataan ini muncul tak lama setelah kedua negara yang telah lama berseteru itu menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Islamabad, Pakistan, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala tim negosiator, dengan lantang menyuarakan kemenangan diplomatik bagi republik Islam tersebut. Dalam keterangannya yang dikutip media kami, Rabu (24/6/2026), Ghalibaf menekankan bahwa hasil yang tertuang dalam dokumen yang disebut sebagai "Kesepahaman Islamabad" itu bukanlah buah dari intimidasi atau tekanan pihak asing.

Hasil Perlawanan, Bukan Tekanan

Ghalibaf secara eksplisit menolak narasi bahwa Teheran menyerah pada tuntutan Amerika Serikat. Ia justru membingkai kesepakatan ini sebagai puncak dari strategi perlawanan aktif dan kedaulatan bangsa Iran yang tak tergoyahkan. "Kesepahaman Islamabad bukanlah hasil tekanan dan paksaan, melainkan hasil perlawanan dan otoritas bangsa Iran yang berani," tegas Ghalibaf.

Lebih lanjut, politisi senior Iran itu menegaskan bahwa bobot perjanjian tersebut telah membalikkan keadaan di panggung internasional. Ia menyatakan bahwa kesediaan Amerika Serikat untuk mencapai titik temu dan meneken perjanjian tersebut adalah bukti nyata kegagalan strategi mereka di Timur Tengah. "Itulah mengapa, Nota Kesepahaman Islamabad menjadi deklarasi kekalahan Amerika," cetusnya.

Dalam pidatonya, Ghalibaf juga menyelipkan visi jangka panjang Iran untuk keamanan regional. Ia menekankan bahwa stabilitas di Timur Tengah seharusnya tidak ditentukan oleh kekuatan eksternal, melainkan harus dijamin sepenuhnya oleh solidaritas dan kerja sama negara-negara yang berada di kawasan tersebut. Pernyataan ini kembali menegaskan doktrin lama Teheran yang menginginkan penarikan mundur pengaruh militer dan politik Amerika dari sekitar perairan Teluk dan Levant.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User