Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Sebut Israel Langgar Janji

Jakarta - Komando militer pusat Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026). Langkah drastis ini diambil sebagai respons langsung terhadap serangan Israel ke Lebanon sela

Jul 08, 2026 - 00:14
0 0
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Sebut Israel Langgar Janji

Jakarta - Komando militer pusat Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026). Langkah drastis ini diambil sebagai respons langsung terhadap serangan Israel ke Lebanon selatan, yang dinilai Teheran telah melanggar perjanjian yang dimediasi Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan yang dirangkum media kami, pengumuman penutupan itu disampaikan oleh Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya melalui pernyataan resmi yang disiarkan televisi pemerintah Iran. Dengan segera, kapal-kapal niaga dan tanker minyak dilarang melintasi selat strategis yang menjadi gerbang utama distribusi energi dunia ini.

Ultimatum Teheran: Langkah Pertama Menuju Eskalasi

Pihak militer Iran menegaskan bahwa penutupan ini hanyalah awal dari serangkaian tindakan yang akan diambil jika "agresi" terus berlanjut. Pernyataan yang dikutip Lurusin.com menekankan bahwa tindakan ini adalah konsekuensi dari ingkar janji yang dilakukan musuh. Berikut cuplikan pernyataan resminya:

"Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal. Perlu dicatat bahwa langkah pertama ini adalah tanggapan terhadap pelanggaran janji musuh, dan jika agresi berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil untuk memaksa musuh mematuhi kewajibannya."

Pernyataan tersebut jelas menjelaskan bahwa Iran mengaitkan serangan Israel ke Lebanon selatan dengan perjanjian yang sebelumnya disepakati antara Teheran dan Washington. Meskipun detail perjanjian itu tidak dijelaskan secara rinci, sikap keras Iran menunjukkan bahwa pelanggaran itu dianggap fatal dan mengancam stabilitas kawasan.

Selat Hormuz merupakan jalur air vital yang dilalui hampir seperlima pasokan minyak global setiap harinya. Penutupan ini dipastikan akan memicu kekhawatiran lonjakan harga minyak dunia dan mengganggu rantai pasok energi internasional. Langkah ini mengingatkan kembali ketegangan serupa yang pernah terjadi saat Iran mengancam perairan strategis itu pada konflik-konflik sebelumnya.

Perjanjian yang Dilanggar dan Konsekuensi Lebih Lanjut

Serangan Israel ke Lebanon selatan yang menjadi pemicu penutupan selat ini teryata dimaknai Iran tidak hanya sebagai pelanggaran kedaulatan Lebanon, tetapi juga pengkhianatan terhadap kesepakatan yang melibatkan Amerika Serikat. Teheran menuding bahwa Washington gagal menjaga komitmennya, sehingga Iran merasa berhak mengambil tindakan unilateral untuk menekan semua pihak kembali ke meja perundingan atau—setidaknya—menghentikan operasi militer.

Para analis di Lurusin.com mencatat bahwa penutupan Selat Hormuz selalu menjadi kartu truf geopolitik Iran. Dengan menguasai choke point ini, negara itu mampu menggoyahkan pasar energi global dan memberi sinyal kuat kepada sekutu Israel. Hingga kini, belum ada komentar resmi dari pemerintah AS maupun Israel terkait ultimatum ini, tetapi pasar minyak langsung menunjukkan respons gelisah pada pembukaan perdagangan.

Jika ketegangan berlanjut dan langkah lanjutan yang diancam Iran benar-benar dilakukan, kawasan Timur Tengah akan memasuki fase krisis baru yang jauh lebih berbahaya. Tidak hanya Iran dan Israel, isu ini juga akan menyeret negara-negara besar yang bergantung pada minyak Timur Tengah untuk segera bertindak diplomatik atau bahkan militer.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User