Iran Dikabarkan Mulai Ekspor 20 Juta Barel Minyak

Jakarta - Sebanyak 20 juta barel minyak mentah Iran dikabarkan mulai memasuki pasar global setelah Teheran dan Washington mencapai kesepakatan damai yang meredakan ketegangan bertahun-tahun. Informas

Jul 08, 2026 - 00:43
0 0
Iran Dikabarkan Mulai Ekspor 20 Juta Barel Minyak

Jakarta - Sebanyak 20 juta barel minyak mentah Iran dikabarkan mulai memasuki pasar global setelah Teheran dan Washington mencapai kesepakatan damai yang meredakan ketegangan bertahun-tahun. Informasi ini dihimpun Lurusin.com dari sejumlah sumber pada Rabu (12/6/2024). Kesepakatan bersejarah ini tidak hanya melonggarkan pembatasan ekspor minyak Iran, tetapi juga secara resmi membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini dilalui sekitar 20% dari total perdagangan minyak dunia.

Sejak sanksi diperketat, Iran telah menyimpan volume besar minyak mentah di kapal-kapal tanker dan fasilitas penyimpanan darat. Volume 20 juta barel itu setara dengan hampir sepertiga dari total stok yang tertahan. Dengan tercapainya kesepakatan, kargo-kargo tersebut mulai dikirim ke berbagai kilang di Asia dan Eropa, memberi sinyal bahwa era isolasi energi Iran berangsur berakhir.

Harga Minyak Anjlok, Bensin AS di Bawah US$4

Kabar derasnya pasokan baru langsung memukul harga minyak mentah global. Harga minyak Brent, yang sempat menembus puncak musim semi di atas US$120 per barel, kini merosot ke kisaran US$98. Penurunan tajam ini juga mendorong harga rata-rata bensin di Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan kembali turun di bawah US$4 per galon. Kondisi ini menjadi angin segar bagi konsumen AS yang sebelumnya terbebani ongkos energi tinggi.

"Pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencairan stok Iran menghilangkan premi risiko geopolitik yang selama ini membebani pasar. Meskipun volumenya bertahap, tambahan pasokan ini cukup untuk menenangkan spekulan dan memicu aksi jual," ujar seorang analis energi yang dihubungi Lurusin.com.

Arti Strategis Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan titik sempit di mulut Teluk Persia yang tak tergantikan. Setiap harinya, sekitar 20 juta barel minyak melewati selat sepanjang 33 kilometer tersebut. Ketegangan sebelumnya memicu kekhawatiran akan penutupan jalur ini, yang dapat langsung melonjakkan harga energi hingga level krisis. Kesepakatan damai kini memastikan keamanan navigasi lintas selat, memberikan kepastian bagi negara-negara pengimpor minyak di Asia, Eropa, dan Amerika.

Kendati demikian, pengamat mengingatkan bahwa realisasi penuh ekspor 20 juta barel ini akan bertahap. Masih ada kendala teknis, mulai dari verifikasi asuransi kargo hingga sanksi keuangan sekunder yang memerlukan klarifikasi lebih lanjut. Namun sinyal fundamental bahwa pasokan akan kembali bertambah telah cukup untuk mengubah sentimen pasar dari ketakutan menjadi surplus.

Kesepakatan damai ini juga membuka babak baru dalam hubungan Teheran-Washington yang telah lama diwarnai ketegangan nuklir dan embargo. Dengan pelonggaran ekspor, tekanan inflasi di berbagai negara pengimpor energi diharapkan mereda, turut mendorong prospek pemulihan ekonomi global yang lebih stabil dalam semester kedua tahun ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User