IHSG Melejit 2,28% ke 5.875, Pasar Sambut Sentimen Positif
Pasar saham Indonesia menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data yang dikutip media kami, Lurusin.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menanj
Pasar saham Indonesia menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data yang dikutip media kami, Lurusin.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menanjak tajam dan mengakhiri sesi di zona hijau. IHSG ditutup melesat 2,28% atau setara 131,22 poin ke level 5.875,78. Penguatan ini terjadi konsisten sejak pembukaan hingga pasar resmi ditutup.
Dari data perdagangan yang dihimpun Lurusin.com, IHSG pada Jumat (3/7/2026) dibuka di level 5.806,16. Sepanjang sesi, indeks terus bergerak optimis dan menyentuh level tertinggi harian di 5.899,30. Adapun level terendah yang tercatat hampir tidak menyentuh area negatif, yakni hanya di 5.805,92—sangat dekat dengan posisi pembukaan. Hal ini menandakan minimnya tekanan jual sepanjang hari.
Aktivitas Pasar yang Tinggi
Euforia penguatan IHSG juga tercermin dari volume transaksi yang cukup tinggi. Tercatat, volume perdagangan mencapai 18,14 miliar lembar saham. Total nilai transaksi atau perputaran uang pada hari itu menembus Rp10,54 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan terjadi sebanyak 1.382.475 kali. Angka ini menunjukkan partisipasi investor yang sangat aktif dalam merespons momentum positif.
Tingginya aktivitas pasar ini diikuti oleh meratanya aksi beli di berbagai sektor. Investor asing pun terpantau kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) yang cukup signifikan, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar. Sektor keuangan dan energi menjadi motor utama penguatan indeks komposit.
Pendorong Sentimen Positif
Penguatan tajam IHSG pada hari ini tidak lepas dari sejumlah sentimen global dan domestik yang kondusif. Dari sisi eksternal, meredanya ketegangan geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral utama dunia memberikan dorongan bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Sementara dari dalam negeri, rilis data makroekonomi yang lebih baik dari perkiraan turut memperkuat keyakinan investor terhadap prospek pemulihan ekonomi.
Laporan Lurusin.com mencatat, penguatan rupiah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga memberikan katalis tambahan. Mata uang Garuda yang stabil di kisaran level support psikologisnya membuat investor asing lebih nyaman untuk masuk ke pasar saham domestik. Ditambah lagi, harga komoditas ekspor andalan seperti batubara dan nikel terus menunjukkan tren penguatan, yang langsung berdampak pada saham-saham pertambangan.
“Kami melihat IHSG berhasil menembus level resisten penting di 5.800. Pergerakan hari ini sangat solid dengan volume yang besar. Selama sentimen global tetap mendukung, bukan tidak mungkin IHSG akan menguji level 6.000 dalam waktu dekat,” ujar tim analis Lurusin.com dalam catatan hariannya.
Dengan penutupan di 5.875, IHSG semakin mendekati level psikologis 5.900 yang sempat disentuh pada sesi intraday. Pelaku pasar kini menanti kelanjutan momentum pada awal pekan depan. Jika volume dan sentimen tetap solid, indeks berpotensi melanjutkan penguatan dan kembali menembus level-level tertinggi baru.
Lurusin.com akan terus memantau pergerakan pasar dan menyajikan laporan terkini untuk para pembaca setia.
Comments (0)