IHSG Anjlok 2,73% di Tengah Sesi Perdagangan Siang Ini
Jakarta — Pasar saham domestik mengalami tekanan cukup dalam pada penutupan sesi pertama hari ini, Jumat (26/6/2026). Berdasarkan data yang dihimpun Lurusin.com , Indeks Harga Saham Gabungan (IH
Jakarta — Pasar saham domestik mengalami tekanan cukup dalam pada penutupan sesi pertama hari ini, Jumat (26/6/2026). Berdasarkan data yang dihimpun Lurusin.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau merosot tajam hingga 2,73 persen, menyentuh level 5.835,11.
Penurunan ini terjadi setelah indeks sempat menunjukkan penguatan tipis pada awal perdagangan pagi. IHSG bahkan sempat menyentuh level 6.045,25 sebelum akhirnya berbalik arah dan terus melorot menjelang istirahat siang. Sepanjang paruh pertama perdagangan, volume transaksi yang tercatat mencapai 11,70 miliar lembar saham dengan nilai total transaksi sebesar Rp 6,39 triliun. Adapun frekuensi perdagangan saham hingga sesi I ditutup mencapai 933.351 kali.
Pelemahan mendadak ini mengejutkan banyak pelaku pasar, mengingat pada awal sesi IHSG masih mampu bertahan di zona hijau. Sentimen negatif tampaknya datang dari kombinasi tekanan eksternal dan aksi ambil untung oleh investor setelah penguatan beberapa hari sebelumnya. Analis yang dihubungi Lurusin.com menyebutkan bahwa data ekonomi global yang kurang menggembirakan turut menjadi pemicu aksi jual di pasar regional, yang kemudian merembet ke bursa saham dalam negeri.
"Pasar sedang dihantui oleh ketidakpastian kebijakan moneter global dan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan. Ini membuat investor cenderung mengurangi eksposur di aset berisiko," ujar seorang analis kepada Lurusin.com.
Hampir seluruh sektor mengalami koreksi, dengan saham-saham sektor keuangan dan energi menjadi pemberat utama IHSG. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih yang cukup signifikan pada sesi pagi, menambah tekanan terhadap indeks komposit. Meski demikian, beberapa saham defensif dan sektor konsumsi masih mencatatkan pergerakan yang relatif stabil.
Data Lurusin.com yang bersumber dari RTI Business menunjukkan bahwa dari 11,70 miliar saham yang berpindah tangan, sebagian besar merupakan transaksi di saham-saham lapis kedua dan ketiga yang biasanya menjadi incaran spekulan. Nilai transaksi sebesar Rp 6,39 triliun itu mencerminkan partisipasi yang cukup ramai, namun dengan dominasi tekanan jual yang lebih kuat. Frekuensi sebanyak 933.351 kali menandakan tingginya aktivitas perdagangan di tengah volatilitas yang meningkat.
Para pelaku pasar kini menanti dengan waspada kelanjutan sesi kedua sore nanti. Apakah IHSG akan kembali pulih atau justru melanjutkan pelemahan? Jawabannya sangat bergantung pada seberapa besar kepercayaan diri investor mampu bertahan terhadap gempuran sentimen negatif yang ada. Lurusin.com akan terus memantau pergerakan bursa dan menyajikan laporan selengkapnya.
Comments (0)