Ibas: Pengelolaan Sampah Jadi Gerakan Bersama, Pacitan Buktikan Sampah Bernilai Ekonomi

Pacitan, Lurusin.com – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dipandang sebagai gerakan bersama yang memiliki dimensi luas: ke

Jul 07, 2026 - 23:02
0 0
Ibas: Pengelolaan Sampah Jadi Gerakan Bersama, Pacitan Buktikan Sampah Bernilai Ekonomi

Pacitan, Lurusin.com – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dipandang sebagai gerakan bersama yang memiliki dimensi luas: kebersihan, kesehatan, keberlanjutan lingkungan, hingga penggerak ekonomi kerakyatan. Ia mengungkapkan hal tersebut saat mengunjungi Pacitan, Jawa Timur, dan melihat langsung praktik pengolahan sampah rumah tangga oleh komunitas setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Ibas mengamati bagaimana warga mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna, seperti kompos, kerajinan tangan, dan material daur ulang. Ia menilai langkah ini menjadi contoh konkret bahwa pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut laporan media kami, Ibas didampingi oleh perangkat daerah dan tokoh masyarakat saat meninjau beberapa titik bank sampah serta pusat daur ulang rumahan. Banyak warga yang antusias menunjukkan hasil kreasi mereka, mulai dari tas dari bungkus plastik, pot dari botol bekas, hingga pupuk organik yang sudah dipasarkan ke wilayah sekitar.

“Sampah yang dikelola dengan baik bukan hanya menjaga lingkungan, tapi juga menghadirkan nilai ekonomi yang bisa dinikmati oleh masyarakat secara langsung. Ini adalah gerakan bersama yang harus kita dorong—dari tingkat rumah tangga hingga kebijakan nasional,” ujar Ibas.

Wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur VII itu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan swasta. Ia berharap model pengelolaan sampah berbasis komunitas di Pacitan dapat direplikasi di daerah lain agar masalah persampahan nasional bisa teratasi sekaligus menumbuhkan ekonomi lokal.

Kolaborasi Jadi Kunci Percepat Gerakan

Ibas menambahkan, keterlibatan semua pemangku kepentingan menjadi syarat utama agar gerakan pengelolaan sampah tidak hanya bersifat seremonial. Pemerintah, menurutnya, perlu memberikan pendampingan teknis dan akses permodalan bagi kelompok masyarakat yang bergerak di bidang daur ulang. Ia juga mendorong sektor swasta untuk terlibat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang fokus pada lingkungan dan pemberdayaan ekonomi.

“Edukasi sejak dini juga tidak kalah penting. Kalau anak-anak kita terbiasa memilah sampah dan memahami nilai ekonomi di baliknya, maka perubahan perilaku akan terjadi lebih cepat,” kata Ibas saat berbincang dengan para relawan lingkungan di Pacitan.

Beberapa produk unggulan hasil daur ulang warga Pacitan bahkan sudah menembus pasar online dan menjadi oleh-oleh khas daerah. Hal ini menunjukkan bahwa sampah, bila diolah dengan teknologi sederhana dan manajemen yang tepat, bisa menjadi komoditas yang menguntungkan.

Pacitan Menuju Model Nasional

Kepala Dinas Lingkungan Hidup setempat (dalam laporan terpisah) menyebutkan bahwa volume sampah rumah tangga di Pacitan mencapai puluhan ton per hari. Dengan adanya gerakan berbasis masyarakat, sekitar 30 persen sampah berhasil didaur ulang dan tidak sampai ke tempat pembuangan akhir. Angka ini diproyeksikan terus naik seiring dengan meningkatnya kesadaran warga dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah.

Ibas berjanji akan membawa aspirasi dan praktik baik dari Pacitan ke panggung MPR agar gerakan pengelolaan sampah bisa menjadi bagian dari agenda strategis nasional. Ia menegaskan, di tengah krisis iklim dan pencemaran lingkungan, mengelola sampah bukan lagi pilihan, melainkan keharusan yang mesti dijalankan secara kolektif.

Kunjungan ini sekaligus menjadi pesan kuat bagi seluruh elemen bangsa: bahwa setiap individu bisa menjadi bagian dari solusi. Dengan memilah sampah dari rumah, mendukung produk daur ulang, dan terlibat dalam komunitas lingkungan, masyarakat turut serta menjaga bumi sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang inklusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User