Hoaks! Mensesneg Prasetyo Hadi Umumkan Bantuan Dana Pensiunan

JAKARTA — Beredar luas unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan video Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan program ban

Jul 16, 2026 - 09:21
0 0

JAKARTA — Beredar luas unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan video Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan program bantuan dana khusus bagi para pensiunan. Video itu disebarkan bersama poster digital bertajuk "Program Bantuan Khusus untuk Pensiunan" yang memuat informasi manfaat program, persyaratan pendaftaran, hingga nomor WhatsApp untuk pengajuan. Namun verifikasi menunjukkan bahwa konten tersebut sepenuhnya palsu dan merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan.

Kronologi Temuan Hoaks

Unggahan hoaks mulai viral pada pertengahan tahun 2026. Video menampilkan Mensesneg Prasetyo Hadi tengah menyampaikan pengumuman resmi kepada publik. Berikut transkrip suara dalam video tersebut:

"Saya Prasetyo Hadi, pejabat negara. Saya ingin menginformasikan program bantuan dana pensiunan ini sudah diresmikan tahun 2026. Segera ajukan data Anda untuk mencairkan dana pensiunan Anda."

Unggahan disertai narasi ajakan pendaftaran yang mencantumkan persyaratan dokumen seperti KTP, SK Pensiun, dan KARIP (Kartu Identitas Pensiun). Pelaku hoaks memasang alur tiga langkah: pendaftaran online, pemeriksaan data, dan penyaluran bantuan setelah verifikasi. Seluruh proses diarahkan melalui kontak WhatsApp yang diklaim sebagai "Admin resmi".

Tanda-Tanda Manipulasi Digital

Hasil pemeriksaan tim fact-checking menemukan tiga kejanggalan utama dalam video tersebut:

  1. Ketidaksinkronan gerakan bibir dan suara. Audio terdengar datar dan monoton — ciri khas ucapan yang dihasilkan oleh model text-to-speech berbasis AI.
  2. Kualitas visual rendah. Wajah tampak sedikit buram pada area mulut dan mata, mengindikasikan proses overlay deepfake sederhana.
  3. Tidak ada pengumuman resmi. Kementerian Sekretariat Negara melalui kanal resmi tidak pernah merilis program semacam ini.

Nomor WhatsApp yang dicantumkan pun tidak terdaftar dalam direktori kontak resmi pemerintahan. Pola ini identik dengan modus penipuan yang bertujuan mengumpulkan data pribadi (phishing) atau meminta uang pendaftaran dari korban.

Respons Resmi Pemerintah

Pihak Kementerian Sekretariat Negara merespons cepat beredarnya hoaks ini. Melalui pernyataan tertulis, juru bicara menegaskan bahwa Mensesneg tidak pernah mengeluarkan pengumuman program bantuan dana pensiunan, apalagi melalui media sosial informal dan nomor WhatsApp pribadi.

Deputi Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan turut mengingatkan masyarakat agar selalu menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Masyarakat diimbau memeriksa kebenaran setiap program bantuan melalui kanal resmi berikut:

  • Situs web resmi: setneg.go.id
  • Akun media sosial terverifikasi Kementerian Sekretariat Negara
  • Layanan pengaduan masyarakat melalui call center resmi

Modus Lama Berbalut AI Baru

Penipuan dengan modus bantuan pensiunan bukanlah hal baru. Namun kehadiran teknologi deepfake membawa ancaman pada level berbeda. Pelaku tidak lagi sekadar mengedit teks dan gambar, melainkan mampu mereproduksi suara dan wajah pejabat publik secara meyakinkan.

Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat peningkatan laporan konten manipulatif berbasis AI sebesar 67 persen sepanjang kuartal pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kelompok lansia dan pensiunan menjadi segmen paling rentan karena tingkat literasi digital yang masih rendah dan harapan ekonomi yang tinggi pasca-pensiun.

Ciri-Ciri Hoaks Bantuan Pemerintah

Kepolisian RI melalui Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri merilis panduan umum untuk mengidentifikasi hoaks bantuan pemerintah:

  • Mengarahkan ke nomor WhatsApp pribadi, bukan kanal resmi
  • Meminta data pribadi sensitif secara tidak prosedural
  • Menawarkan dana cepat tanpa proses administrasi yang transparan
  • Tidak ditemukan pengumuman resmi di situs kementerian terkait
  • Menggunakan domain atau akun yang tidak terverifikasi

Masyarakat yang menemukan konten mencurigakan dapat segera melaporkan ke portal aduankonten.id atau akun resmi kepolisian guna penanganan lebih lanjut.

Proyeksi dan Kewaspadaan ke Depan

Seiring penetrasi AI generatif yang kian meluas, lanskap disinformasi diproyeksikan semakin kompleks. Masyarakat perlu memperkuat kebiasaan "saring sebelum sharing" dan memverifikasi setiap informasi melalui setidaknya dua sumber independen. Literasi digital bukan lagi sekadar opsi melainkan kebutuhan dasar di era otomasi konten.

[SOCIAL_TWEET]: Beredar video Mensesneg Prasetyo Hadi umumkan bantuan pensiunan? Itu hasil manipulasi deepfake AI. Tidak ada program tersebut. Jangan kirim data pribadi Anda. Cek selalu kanal resmi .go.id sebelum percaya. #Hoaks #Deepfake #CekFakta[SOCIAL_TG]: 🚨 WASPADA HOAKS! Video Mensesneg Prasetyo Hadi umumkan bantuan pensiunan adalah hasil deepfake AI. Jangan kirim data pribadi! Cek fakta selengkapnya 👇

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User