Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu 1,5 Kilometer

LUMAJANG — Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi pada Jumat pagi (10/7/2026). Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanol

Jul 11, 2026 - 22:07
0 0
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu 1,5 Kilometer

LUMAJANG — Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi pada Jumat pagi (10/7/2026). Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi tepat pukul 07.39 WIB. Kolom abu vulkanik teramati mencapai ketinggian sekitar 1,5 kilometer di atas puncak atau sekitar 5,2 kilometer di atas permukaan laut.

Detail Erupsi dan Sebaran Abu

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong mengarah ke barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm selama kurang lebih 120 detik. Hingga pukul 08.30 WIB, tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan pada pemukiman warga. Namun, sejumlah desa di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, seperti Desa Sumberwuluh dan Supiturang, mengalami hujan abu tipis yang membuat warga sempat panik.

Status Gunung Tetap Waspada

Saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan pada Level II (Waspada) berdasarkan rekomendasi PVMBG. Masyarakat dihimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah, serta mewaspadai potensi awan panas guguran dan lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Kembar. Peningkatan aktivitas ini diduga dipicu oleh akumulasi tekanan magma dangkal akibat curah hujan tinggi yang meresap ke dalam kubah lava.

"Kami terus memantau perkembangan aktivitas visual dan kegempaan Gunung Semeru. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya sekunder," ujar Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, dalam keterangan tertulisnya.

Dampak pada Aktivitas Warga

Pantauan di lapangan, aktivitas warga di lereng Semeru sempat terhenti beberapa saat pasca-erupsi. Para penambang pasir tradisional yang biasa beroperasi di aliran lahar Besuk Kobokan memilih menghentikan kegiatannya. Dua sekolah dasar di Desa Supiturang juga terpaksa meliburkan kegiatan belajar-mengajar untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang membagikan masker secara gratis kepada masyarakat yang terdampak hujan abu.

  • Ketinggian kolom abu: 1.500 meter dari puncak
  • Waktu erupsi: 07.39 WIB, Jumat 10 Juli 2026
  • Status terkini: Level II (Waspada) — radius bahaya 5 km
  • Daerah terdampak hujan abu: Pronojiwo dan Candipuro

Konteks Historis dan Antisipasi Ke depan

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dan terakhir kali meletus besar pada Desember 2021, yang menewaskan puluhan orang dan menghancurkan ratusan rumah. Sejak saat itu, PVMBG terus memperkuat sistem peringatan dini, termasuk pemasangan alat lahar detection sensor di sejumlah titik rawan. Pemprov Jawa Timur juga telah memetakan jalur evakuasi baru untuk mempercepat respons jika terjadi erupsi susulan yang lebih besar.

Pengalaman erupsi kali ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Koordinasi antara PVMBG, BPBD, dan TNI-Polri diharapkan semakin solid untuk meminimalkan risiko korban jiwa. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih menyisir titik-titik pengungsian sementara di lereng Semeru untuk memastikan kebutuhan logistik warga terpenuhi.

[SOCIAL_TWEET]: Gunung Semeru meletus pagi ini pukul 07.39 WIB, memuntahkan abu hingga 1,5 km. Warga lereng diminta waspada dalam radius 5 km. #SemeruErupsi #SiagaBencana #GunungMeletus[SOCIAL_TG]: 🌋 BREAKING: Gunung Semeru erupsi pagi ini! Kolom abu 1,5 km, warga diimbau jauhi radius 5 km. Masker dibagikan di Pronojiwo & Candipuro.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User