Gunung Semeru Erupsi Dini Hari, Luncurkan Lava Pijar 1,3 Kilometer

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada dini hari tadi. Berdasarkan laporan yang dihimpun Lurusin.com, Senin (29/6/2026), gunung a

Jul 07, 2026 - 23:31
0 0
Gunung Semeru Erupsi Dini Hari, Luncurkan Lava Pijar 1,3 Kilometer

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada dini hari tadi. Berdasarkan laporan yang dihimpun Lurusin.com, Senin (29/6/2026), gunung api tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu meluncurkan lava pijar sejauh 1,3 kilometer dari kubah lava kawah Jonggring Seloko. Luncuran lava mengarah ke sektor selatan, tepatnya ke kawasan Besuk Kobokan yang menjadi salah satu jalur aliran material erupsi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat enam kali letusan dalam periode pemantauan. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu teramati membumbung setinggi sekitar 1.100 meter di atas puncak, condong ke arah timur dan timur laut. Erupsi ini disertai dengan tremor menerus dan guguran lava pijar yang terekam jelas oleh jaringan seismik Gunung Semeru. Suara dentuman lemah hingga sedang terdengar di pos pengamatan yang berjarak sekitar 12 kilometer dari puncak. Status gunung hingga kini masih bertahan di Level III atau Siaga, sejak ditetapkan pada 16 Desember 2021 lalu akibat peningkatan aktivitas vulkanik yang terus terpantau.

Radius Bahaya dan Potensi Lahar

Dengan status Siaga, PVMBG sudah menetapkan zona larangan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari kawah. Sementara untuk sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Kali Lanang, dan Kali Glidik, masyarakat diminta tidak beraktivitas hingga jarak 13 kilometer karena rawan terjangan awan panas, guguran lava, dan lahar hujan. Rekaman visual dari kamera pemantau memperlihatkan titik api dan pijaran material yang terus meluncur ke bawah lereng, mengindikasikan suplai magma yang masih cukup tinggi. Kepala PVMBG dalam pernyataan tertulis yang diterima media kami menegaskan, potensi banjir lahar meningkat seiring dengan curah hujan yang kerap mengguyur puncak Semeru pada musim kemarau basah seperti saat ini.

"Masyarakat diimbau tidak mendekati alur sungai yang berhulu di puncak, karena material vulkanik yang terakumulasi dapat tersapu hujan menjadi lahar dingin secara tiba-tiba. Kami juga meminta pelaku wisata dan penambang pasir di sekitar aliran Besuk Kobokan meningkatkan kewaspadaan penuh," bunyi pernyataan resmi yang dikutip Lurusin.com.

Imbauan bagi Pendaki dan Warga Sekitar

Selain ancaman lahar dan awan panas, PVMBG juga melarang seluruh aktivitas pendakian hingga batas aman yang telah ditentukan. Meski jalur pendakian resmi telah ditutup, kerap masih ada upaya pendakian ilegal yang membahayakan. Pihak berwenang setempat mengerahkan personel gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD untuk berjaga di sejumlah titik masuk populer. Warga di kaki gunung, khususnya di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo, diimbau tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti arahan dari posko mitigasi. Hingga siang ini, belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat erupsi. Tim reaksi cepat tetap berada di lokasi untuk memonitor perkembangan terkini dan siap melakukan evakuasi jika status meningkat menjadi Awas.

Gunung Semeru merupakan salah satu dari 127 gunung api aktif di Indonesia yang memiliki catatan erupsi berkala. Letusan paling mematikan terjadi pada Desember 2021 yang menewaskan puluhan jiwa dan memaksa ribuan warga mengungsi. Kembalinya aktivitas erupsi kali ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk selalu memperkuat sistem peringatan dini dan ketangguhan masyarakat sekitar kawasan rawan bencana gunung api.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User