Gunung Karangetang Erupsi Disertai Semburan Api dan Lava Pijar
MANADO, LURUSIN.COM — Gunung Karangetang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang mengkhawa
MANADO, LURUSIN.COM — Gunung Karangetang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan pada Minggu (12/7/2026). Erupsi yang terjadi disertai dengan semburan api dari area puncak serta guguran lava pijar yang meluncur ke lereng gunung, menciptakan pemandangan dramatis yang terekam oleh tim pemantau di lokasi.
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang, erupsi terjadi pada pukul 14:37 WITA dengan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 1.200 meter di atas puncak kawah. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam pekat itu bergerak ke arah barat daya, terbawa angin yang bertiup cukup kencang di sekitar wilayah gunung.
Kronologi dan Detil Erupsi
Menurut Yoseph Ikanubun, jurnalis Liputan6.com yang berada di lokasi, situasi di sekitar Gunung Karangetang pada hari Minggu itu cukup mencekam. "Semburan api terlihat jelas dari kejauhan, disusul dengan guguran lava pijar yang mengalir dari puncak. Suara gemuruh terdengar hingga radius beberapa kilometer," ujarnya dalam laporan langsung dari lapangan.
"Kami melihat material pijar meluncur deras ke lereng bagian tenggara. Visualnya sangat jelas karena cuaca cukup cerah. Ini menjadi erupsi paling signifikan dalam beberapa pekan terakhir," — Yoseph Ikanubun, Liputan6.com
Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa amplitudo tremor maksimum mencapai 48 milimeter dengan durasi yang terus meningkat. Ini mengindikasikan tekanan magma yang signifikan di dalam tubuh gunung. Guguran lava pijar terpantau mencapai jarak luncur sekitar 1.800 meter dari kawah utama, sementara awan panas guguran juga terdeteksi di sektor tenggara dengan jarak luncur mencapai 2.500 meter.
Status dan Peringatan Dini
Gunung Karangetang sendiri telah berstatus Siaga (Level III) sejak beberapa bulan terakhir. PVMBG terus memperbarui rekomendasi dan peringatan dini bagi masyarakat sekitar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun beberapa desa di lereng gunung telah bersiaga penuh.
Kepala PVMBG dalam keterangan tertulisnya mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah utama, serta memperluas jarak aman menjadi 4 kilometer pada sektor selatan dan tenggara — area yang paling sering menjadi jalur luncuran lava dan awan panas.
Berikut adalah poin-poin utama dari rekomendasi PVMBG:
- Larangan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah utama
- Perluasan zona bahaya hingga 4 km di sektor selatan-tenggara
- Warga yang bermukim di bantaran sungai yang berhulu di puncak Karangetang diminta mewaspadai potensi lahar dingin saat hujan turun
- Penggunaan masker dan pelindung mata disarankan untuk mengantisipasi hujan abu vulkanik
- Seluruh pihak diminta mematuhi rekomendasi dan tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat diverifikasi
Dampak Terhadap Masyarakat dan Lingkungan
Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di beberapa desa di Kecamatan Siau Timur dan Siau Barat. Warga mulai mengenakan masker dan menutup sumber air bersih untuk menghindari kontaminasi. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro melalui BPBD setempat telah mendistribusikan 3.500 masker N95 kepada warga yang terdampak serta menyiagakan tiga titik pengungsian sementara di gedung-gedung sekolah dan gereja yang berada di luar zona bahaya.
Bupati Kepulauan Sitaro menyatakan bahwa tim tanggap darurat telah diaktifkan. "Kami sudah berkoordinasi dengan PVMBG, BPBD, TNI, dan Polri untuk memastikan kesiapsiagaan maksimal. Logistik dasar sudah disalurkan ke titik-titik strategis," tegasnya dalam konferensi pers singkat.
Sejarah Erupsi dan Konteks Geologis
Gunung Karangetang yang memiliki ketinggian 1.827 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini merupakan salah satu dari 127 gunung api aktif di Indonesia. Gunung ini tercatat sebagai salah satu yang paling aktif di Tanah Air, dengan siklus erupsi yang relatif pendek. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, Karangetang telah mengalami lebih dari 15 kali erupsi signifikan, termasuk erupsi besar pada tahun 2023 yang mengakibatkan evakuasi ratusan warga.
Karakteristik erupsi Gunung Karangetang umumnya berupa erupsi efusif yang menghasilkan aliran lava, diselingi dengan letusan eksplosif berskala kecil hingga menengah. Guguran lava pijar dan awan panas menjadi ancaman utama bagi permukiman yang berada di lereng gunung.
| Tahun | Jenis Erupsi | Dampak |
|---|---|---|
| 2023 | Erupsi eksplosif + efusif | Evakuasi 450 warga, lahar dingin |
| 2022 | Erupsi efusif | Aliran lava 2,2 km, tanpa korban |
| 2020 | Erupsi eksplosif | Hujan abu di 5 desa |
| 2026 (Juli) | Erupsi disertai semburan api | Lava pijar 1,8 km, pemantauan intensif |
Respons Nasional dan Internasional
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan tim reaksi cepat ke lokasi. Kepala BNPB menyatakan bahwa situasi masih terkendali namun meminta seluruh pihak untuk tetap waspada. "Indonesia memiliki sistem pemantauan vulkanik yang cukup maju. Kami terus memonitor setiap perkembangan dan akan mengambil langkah sesuai eskalasi ancaman," ujarnya.
Sementara itu, Darwin Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) di Australia juga mengeluarkan peringatan penerbangan terkait abu vulkanik Karangetang. Beberapa rute penerbangan domestik di sekitar Sulawesi Utara telah dialihkan untuk menghindari kolom abu.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak berwenang terus melakukan pemantauan secara real-time. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan hanya mengikuti informasi dari sumber resmi.
[SOCIAL_TWEET]: BREAKING: Gunung Karangetang di Sitaro kembali erupsi dahsyat, Minggu (12/7). Semburan api dan lava pijar meluncur hingga 1,8 km dari kawah. Status Siaga (Level III) berlaku. Warga diminta jauhi radius 3 km dari puncak. #GunungKarangetang #Erupsi #Sitaro [SOCIAL_TG]: 🌋‼️ Gunung Karangetang erupsi! Semburan api & lava pijar terlihat jelas dari puncak. Status masih Siaga Level III. Warga Sitaro harap waspada dan ikuti arahan PVMBG. Info lengkap di Lurusin.com
Comments (0)