Gubernur Liguria Diduga Manipulasi Data Covid, Rapat Rahasia di Yacht Dibongkar
GENOA, Lurusin.com — Kejaksaan Genoa, Italia, membongkar dua temuan mengejutkan dalam penyidikan terhadap Gubernur Liguria, Giovanni Toti. Selain dugaan su
GENOA, Lurusin.com — Kejaksaan Genoa, Italia, membongkar dua temuan mengejutkan dalam penyidikan terhadap Gubernur Liguria, Giovanni Toti. Selain dugaan suap terkait proyek pelabuhan, dokumen penyidik memuat bukti percakapan yang mengindikasikan adanya manipulasi data pandemi Covid-19 serta serangkaian pertemuan rahasia di atas kapal pesiar yang dijaga ketat dari kemungkinan penyadapan.
Temuan yang dipublikasikan surat kabar Italia Corriere della Sera pada Minggu (12/5/2024) itu menambah tekanan politik bagi Toti, yang telah berstatus tahanan rumah sejak 7 Mei 2024. Jaksa penuntut umum menilai pola komunikasi sang gubernur menunjukkan upaya sistematis untuk mengaburkan informasi dari publik maupun aparat penegak hukum.
"Saya Sudah Mengakalinya": Dugaan Rekayasa Angka Covid-19
Bagian paling menggemparkan dari dokumen penyidikan adalah transkrip percakapan antara Toti dan kepala stafnya, Matteo Cozzani. Dalam percakapan yang terekam penyidik, Toti secara terang-terangan membahas angka penularan Covid-19 di wilayahnya.
"Io avevo già truccato" — "Saya sudah mengakalinya lebih dulu," demikian pengakuan Toti kepada Cozzani, sebagaimana dikutip jaksa penuntut. Dalam bagian lain percakapan, Toti menyebut angka kasus positif telah ia naikkan: "li ho un po' aumentati" — "angkanya saya tambahkan sedikit."
Konteksnya penting. Selama pandemi, data penularan menjadi dasar penentuan status zona pembatasan di Italia — kuning, oranye, hingga merah — yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Rekayasa angka, sekecil apa pun, berpotensi mengubah keputusan pembatasan sosial sebuah wilayah berpenduduk lebih dari 1,5 juta jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, Toti membantah seluruh tuduhan. Tim pengacaranya menyatakan potongan percakapan tersebut diambil di luar konteks dan akan dibantah dalam persidangan.
Rapat Rahasia di Atas Yacht, Ponsel Ditinggal di Luar
Temuan kedua tak kalah mencolok. Foto-foto yang diperoleh dari materi penyidikan memperlihatkan sejumlah pertemuan tertutup digelar di atas kapal pesiar. Menurut jaksa, para peserta rapat sengaja meninggalkan telepon seluler mereka di luar ruangan — sebuah prosedur kontra-penyadapan yang lazim digunakan untuk "memblindasi" percakapan dari kemungkinan alat perekam.
Praktik semacam ini, menurut penyidik, menunjukkan para peserta sadar betul bahwa materi pembicaraan mereka sensitif dan berpotensi menarik perhatian aparat penegak hukum.
Sejumlah nama penting tercatat hadir sebagai tamu dalam pertemuan di kapal tersebut, antara lain:
- Marco Bucci, Wali Kota Genoa;
- Paolo Signorini, Presiden Otoritas Pelabuhan Laut Liguria Barat.
Perlu dicatat, kehadiran keduanya dalam pertemuan itu tidak otomatis menjadikan mereka tersangka. Dokumen yang beredar sebatas mendokumentasikan daftar tamu, dan belum ada dakwaan resmi yang diarahkan kepada Bucci maupun Signorini terkait agenda pertemuan tersebut.
Benang Merah dengan Skandal Suap Pelabuhan Genoa
Seluruh temuan ini merupakan pengembangan dari penyidikan dugaan korupsi yang menjerat Toti sejak awal Mei 2024. Jaksa menduga adanya aliran dana dari pengusaha pelabuhan Aldo Spinelli terkait sejumlah proyek strategis di Pelabuhan Genoa, termasuk pengerjaan pemecah gelombang (diga foranea) bernilai ratusan juta euro.
| Nama | Jabatan | Keterkaitan dalam Kasus |
|---|---|---|
| Giovanni Toti | Gubernur Liguria | Tahanan rumah; diduga memanipulasi data Covid |
| Matteo Cozzani | Kepala Staf Gubernur | Lawan bicara dalam percakapan sadapan |
| Marco Bucci | Wali Kota Genoa | Tercatat sebagai tamu pertemuan di kapal pesiar |
| Paolo Signorini | Presiden Otoritas Pelabuhan | Tercatat sebagai tamu pertemuan di kapal pesiar |
Analisis: Ketika Data Publik Menjadi Alat Politik
Kasus ini membuka luka lama dalam tata kelola krisis di Italia: integritas data kesehatan publik. Selama pandemi, sistem desentralisasi membuat setiap region melaporkan datanya sendiri ke pemerintah pusat — sebuah celah yang sejak lama dikritik para epidemiolog.
"Jika pejabat publik terbukti mengubah angka epidemiologis demi kepentingan politik, maka yang diruntuhkan bukan sekadar statistik, melainkan kepercayaan warga pada seluruh kebijakan penanganan krisis," demikian catatan sejumlah pengamat kebijakan publik di Roma menanggapi perkembangan kasus ini.
Secara politik, posisi Toti kian terjepit. Desakan mundur mengalir dari oposisi di Roma, sementara sekutu koalisinya mulai menghitung jarak aman menjelang agenda pemilihan regional.
Kronologi Singkat Kasus
- 2020–2021: Percakapan yang diduga memuat pengakuan manipulasi data Covid-19 terjadi pada masa puncak pandemi.
- 2023–2024: Kejaksaan Genoa memperdalam penyidikan dugaan suap proyek pelabuhan, termasuk penyadapan dan pengintaian.
- 7 Mei 2024: Giovanni Toti ditetapkan sebagai tahanan rumah.
- 12 Mei 2024: Foto pertemuan di kapal pesiar dan transkrip dugaan rekayasa data Covid dipublikasikan media Italia.
Proses hukum selanjutnya akan menentukan nasib politik Toti. Jaksa kini menyusun berkas dakwaan lengkap, sementara majelis hakim praperadilan menyiapkan sidang pemeriksaan. Publik Italia — dan dunia — menanti apakah dugaan rekayasa data pandemi ini akan berujung dakwaan resmi pertama terhadap seorang gubernur terkait pengelolaan angka Covid-19.
[SOCIAL_TWEET]: Jaksa Genoa bongkar dugaan manipulasi data Covid-19 oleh Gubernur Liguria Giovanni Toti: "Saya sudah mengakalinya." Rapat rahasia di yacht dengan ponsel ditinggal di luar juga terungkap. #Italia #Covid19[SOCIAL_TG]: 🔴 EKSKLUSIF: Dua temuan jaksa Genoa guncang Italia — (1) Gubernur Liguria diduga merekayasa angka Covid-19, terekam berkata "saya sudah mengakalinya"; (2) Rapat rahasia di yacht, ponsel ditinggal di luar agar tak tersadap. Wali Kota Genoa tercatat sebagai tamu. Selengkapnya di Lurusin.com
Comments (0)