Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Aceh Barat Daya, Pusat Gempa di Darat

Lurusin.com — Wilayah Aceh Barat Daya kembali diguncang aktivitas seismik pada Selasa dini hari, 30 Juni 2026. Berdasarkan laporan yang diterima media kami , Badan Meteorologi, Klimatologi, dan

Jul 08, 2026 - 05:17
0 0
Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Aceh Barat Daya, Pusat Gempa di Darat

Lurusin.com — Wilayah Aceh Barat Daya kembali diguncang aktivitas seismik pada Selasa dini hari, 30 Juni 2026. Berdasarkan laporan yang diterima media kami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebuah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 2,5 terjadi pukul 02.52 WIB. Pusat gempa diketahui berada di daratan, bukan di laut, sehingga berbeda dengan banyak gempa khas Aceh yang kerap berpusat di zona subduksi Samudra Hindia.

Parameter awal yang dirilis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 3,90 derajat Lintang Utara dan 97,13 derajat Bujur Timur. Posisi ini menempatkan sumber getaran sekitar 19 kilometer arah timur laut dari Kota Blangpidie, ibu kota Kabupaten Aceh Barat Daya. Dengan pusat gempa yang relatif dangkal dan berada di darat, guncangan berpotensi terasa lebih dekat ke permukiman meskipun magnitudonya tergolong kecil.

“19 kilometer timur laut Blangpidie, Aceh Barat Daya,” demikian pernyataan resmi BMKG dalam laporan yang dikutip media kami.

Hingga berita ini disusun, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa dari otoritas setempat. Gempa bermagnitudo kecil seperti ini umumnya tidak menimbulkan dampak destruktif, namun cukup untuk membuat warga yang sedang beristirahat merasakan getaran singkat. Beberapa laporan warga menyebutkan guncangan berlangsung kurang dari lima detik dan tidak menimbulkan kepanikan berarti.

Meski magnitudonya kecil, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat Aceh yang hidup di salah satu kawasan seismik paling aktif di Indonesia. Provinsi di ujung barat ini memiliki catatan panjang gempa bumi, mulai dari yang berkekuatan rendah hingga bencana dahsyat seperti tsunami 2004 yang dipicu gempa M 9,1. Aktivitas kegempaan di daerah ini terutama diakibatkan oleh pergerakan Lempeng Indo-Australia yang menyusup di bawah Lempeng Eurasia di lepas pantai barat Sumatra.

Gempa darat seperti yang terjadi di Blangpidie ini kerap dikaitkan dengan aktivitas sesar aktif lokal. Beberapa segmen patahan besar di daratan Aceh, seperti Sesar Sumatera yang membentang di sepanjang Pulau Sumatra, terus menunjukkan pergerakan dan menghasilkan gempa-gempa kecil hingga menengah. BMKG melalui laporannya tidak menyebutkan secara eksplisit segmen patahan mana yang menjadi pemicu, namun kawasan Aceh Barat Daya dikenal memiliki beberapa jalur sesar aktif yang terpetakan.

Pihak BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengimbau warga tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu yang sering beredar pascagempa. Masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG dan bisa mengakses Lurusin.com untuk pembaruan berita terkini seputar kebencanaan. Selain itu, kesiapsiagaan pribadi seperti mengenali jalur evakuasi dan mempersiapkan tas siaga bencana tetap perlu dipelihara oleh setiap keluarga yang tinggal di daerah rawan gempa.

Hingga pagi hari, BMKG belum melaporkan adanya aktivitas gempa susulan yang signifikan. Meski demikian, pemantauan seismograf terus dilakukan selama 24 jam penuh untuk mendeteksi setiap perubahan aktivitas tektonik di wilayah tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User