Gawai Nyobeng, Wujud Syukur dan Awal Tanam bagi Dayak Bidayuh

Kabupaten Bengkayang – Masyarakat adat Dayak Bidayuh kembali menggelar ritual Gawai Nyobeng sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus menjadi penanda dimulainya musim ta

Jul 08, 2026 - 00:50
0 0
Gawai Nyobeng, Wujud Syukur dan Awal Tanam bagi Dayak Bidayuh

Kabupaten Bengkayang – Masyarakat adat Dayak Bidayuh kembali menggelar ritual Gawai Nyobeng sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus menjadi penanda dimulainya musim tanam. Perhelatan tahunan ini berlangsung khidmat di sejumlah kampung, mengundang perhatian warga lokal dan para pengunjung yang ingin menyaksikan langsung kekayaan tradisi leluhur.

Ritual Syukur dan Pengharapan

Gawai Nyobeng bukan sekadar perayaan biasa. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, seluruh hasil bumi yang diperoleh merupakan titipan dari Sang Pencipta. Oleh karena itu, sebelum memulai aktivitas bercocok tanam kembali, mereka wajib menggelar upacara adat sebagai bentuk penghormatan dan permohonan keberkahan. Rangkaian acara dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh tetua adat, dilanjutkan dengan persembahan berupa hasil panen terbaik: padi, buah-buahan, dan umbi-umbian yang disusun dalam wadah anyaman khas.

Puncak ritual ditandai dengan tarian tradisional yang dibawakan oleh para dukun adat dan perangkat desa dengan gerakan penuh makna. Alunan musik dari gong dan gendang mengiringi setiap langkah, menciptakan suasana sakral yang menggetarkan. Warga yang hadir tampak mengenakan pakaian adat lengkap—kaum pria dengan ikat kepala dan rompi anyam, sementara kaum perempuan memakai manik-manik dan kain tenun khas Bidayuh.

"Gawai Nyobeng ini adalah napas kehidupan kami. Tanpa syukur kepada alam dan leluhur, tanah ini tidak akan memberikan hasil yang baik. Kami mengajak generasi muda untuk terus menjaga tradisi ini agar tidak punah," ujar Hermanus, seorang tetua adat dari Dusun Semban, saat diwawancarai oleh tim Lurusin.com.

Dukungan Pemerintah dan Pelestarian Budaya

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bengkayang, dalam sambutannya yang disampaikan melalui laporan tertulis kepada media kami, mengapresiasi konsistensi masyarakat Dayak Bidayuh dalam merawat warisan leluhur. Ia menyatakan bahwa Gawai Nyobeng telah ditetapkan sebagai even budaya tahunan yang masuk dalam kalender wisata daerah, diharapkan mampu menarik minat wisatawan sekaligus memperkuat identitas lokal.

Sejumlah kegiatan pendukung juga digelar, seperti pameran kerajinan tangan, lomba masakan tradisional, dan panggung hiburan rakyat. Namun, esensi sakral tetap dijaga dengan ketat, hanya warga adat yang boleh terlibat dalam inti upacara. Para pengunjung dari luar komunitas diizinkan menyaksikan dari area yang telah ditentukan.

Bagi masyarakat Dayak Bidayuh, ritual ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarkampung. Mereka yang merantau biasanya pulang untuk turut serta dalam doa dan kebersamaan. Dengan semangat gotong royong, seluruh warga menyiapkan perhelatan ini jauh-jauh hari. Hasil panen yang disisihkan untuk persembahan menjadi simbol bahwa kesejahteraan tidak hanya dinikmati secara individu, melainkan dibagikan sebagai berkah komunal.

Laporan Lurusin.com mencatat, antusiasme generasi muda dalam mengikuti Gawai Nyobeng tahun ini cukup tinggi. Sejumlah pemuda terlibat aktif dalam latihan tari dan pembuatan perlengkapan upacara. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa regenerasi tradisi adat di tengah modernisasi tetap berjalan. Ke depan, panitia adat berencana menggelar pelatihan khusus bagi anak-anak dan remaja mengenai makna filosofis di balik setiap tahapan ritual agar pengetahuan luhur ini terus diwariskan.

Dengan selesainya Gawai Nyobeng, masyarakat kini bersiap memasuki masa tanam. Iringan doa dan syukur yang telah dipanjatkan diharapkan memberi kesuburan bagi ladang-ladang mereka hingga musim panen berikutnya tiba.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User