Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Kini Jadi Segini

JAKARTA — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mencatatkan reli harian. Pada perdagangan Sabtu (11/7/2026), logam mulia ukuran satu gram

Jul 11, 2026 - 12:40
0 0
Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Kini Jadi Segini

JAKARTA — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mencatatkan reli harian. Pada perdagangan Sabtu (11/7/2026), logam mulia ukuran satu gram dibanderol seharga Rp2.655.000, naik tipis Rp5.000 dibanding posisi hari sebelumnya. Kenaikan ini memperpanjang tren positif emas yang masih diuntungkan oleh ketidakpastian global dan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Dengan lonjakan tersebut, selisih harga jual emas Antam dengan harga buyback – atau harga yang berlaku apabila konsumen menjual kembali emasnya ke gerai Antam – kini berada di angka yang cukup lebar. Berdasarkan data yang dihimpun Lurusin.com, harga buyback hari ini bertengger di level Rp2.410.000 per gram, atau terpaut Rp245.000 dari harga jual. Artinya, investor yang membeli dan langsung menjual emasnya pada hari yang sama akan menanggung selisih yang cukup signifikan.

Pergerakan Harga Sepekan: Emas Melaju Pelan Tapi Pasti

Jika ditarik dalam rentang satu pekan terakhir, harga emas Antam menunjukkan pola kenaikan bertahap. Pada Senin (6/7/2026), harga masih berada di Rp2.638.000 per gram, lalu Selasa melemah tipis ke Rp2.635.000, sebelum kemudian berbalik menguat pada Rabu hingga Sabtu. Data historis ini memperlihatkan bahwa logam kuning masih menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang diminati di tengah sentimen pasar yang fluktuatif.

Berikut perbandingan pergerakan harga emas Antam selama sepekan terakhir:

TanggalHarga Jual (Rp/gram)Harga Buyback (Rp/gram)
6 Juli 20262.638.0002.395.000
7 Juli 20262.635.0002.392.000
8 Juli 20262.642.0002.398.000
9 Juli 20262.647.0002.402.000
10 Juli 20262.650.0002.408.000
11 Juli 20262.655.0002.410.000

Buyback Lebar, Kapan Waktu Tepat Jual Emas?

Selisih antara harga jual dan buyback selalu menjadi perhatian utama para investor ritel. Makin lebar selisihnya, makin besar pula potensi kerugian jika emas dijual dalam jangka pendek. Pengamat komoditas dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, menyarankan agar investor tidak terburu-buru melakukan aksi jual meskipun harga sedang naik.

“Emas batangan adalah instrumen jangka menengah-panjang. Kenaikan harian seperti ini lebih cocok dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap. Kalau baru beli lalu langsung jual, investor justru terjebak di selisih buyback yang lebar,”

ujarnya saat dihubungi Lurusin.com, Sabtu (11/7). Sementara itu, bagi pemilik emas yang sudah memegang aset lebih dari dua tahun, momentum harga di atas Rp2,65 juta bisa menjadi sinyal untuk merealisasikan keuntungan, terutama jika ada kebutuhan likuiditas mendesak.

Faktor Global di Balik Kenaikan Harga Emas

Kenaikan harga emas Antam tidak bisa dilepaskan dari dinamika harga emas global. Pada sesi perdagangan Jumat (10/7) waktu New York, emas spot ditutup di kisaran US$2.348 per troy ons, menguat 0,3 persen dibanding penutupan sebelumnya. Pelaku pasar mengantisipasi bahwa data inflasi AS yang melandai akan membuka ruang bagi The Fed untuk mulai memangkas suku bunga pada kuartal ketiga tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi katalis positif bagi emas karena mengurangi opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Dari sisi geopolitik, tensi di beberapa kawasan strategis juga turut menjaga permintaan terhadap aset aman. Respons pasar terhadap hasil pemilu di sejumlah negara Eropa dan meningkatnya eskalasi di Laut China Selatan menambah ketidakpastian yang mendorong aliran dana ke logam mulia.

Prospek: Emas Masih Berpotensi Naik, Tapi Waspadai Koreksi

Sejumlah analis memperkirakan bahwa selama ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed masih kuat, harga emas akan terus berada dalam tren naik. Namun, investor perlu mewaspadai potensi koreksi teknikal, terutama jika data ekonomi AS tiba-tiba menunjukkan rebound yang kuat sehingga menunda rencana pelonggaran moneter.

Dengan posisi harga saat ini, strategi dollar cost averaging – membeli secara rutin tanpa terpengaruh fluktuasi harian – dinilai sebagai pendekatan yang paling aman bagi investor pemula. Sementara itu, bagi yang memiliki modal lebih besar, diversifikasi dengan memadukan emas fisik dan produk berbasis emas digital bisa menjadi alternatif untuk mengoptimalkan imbal hasil.

[SOCIAL_TWEET]: Harga emas Antam naik Rp5.000 ke Rp2.655.000/gram hari ini. Buyback terpaut Rp245.000 di Rp2.410.000. Waktunya jual atau beli lagi? #EmasAntam #InvestasiEmas #Cuan[SOCIAL_TG]: 📈 Harga emas Antam hari ini: Rp2.655.000/gram (+Rp5.000). Buyback di Rp2.410.000. Yuk cek strategi tepat untuk investasi emasmu!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User