Ekspedisi JALUR Polda Riau Bagikan Bansos di Desa Terpencil Jelang Hari Bhayangkara
Semangat pengabdian kepada masyarakat yang menjadi napas peringatan Hari Bhayangkara ke-80 diwujudkan Polda Riau dengan misi penuh tantangan. Tim gabungan dari Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbin
Semangat pengabdian kepada masyarakat yang menjadi napas peringatan Hari Bhayangkara ke-80 diwujudkan Polda Riau dengan misi penuh tantangan. Tim gabungan dari Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) menerjang rute panjang menuju Desa Dua Sepakat, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. Wilayah yang masih dikelilingi hutan dan aliran sungai ini selama bertahun-tahun menjadi kantong keterbatasan akses, baik transportasi, ekonomi, maupun layanan kesehatan dasar.
Lewat program “Ekspedisi JALUR” (Jelajah Riau untuk Rakyat) Tahap II, para personel kepolisian itu tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga harapan. Kegiatan yang dipusatkan di aula terbuka desa tersebut diisi dengan sambang desa, bakti sosial, serta pemeriksaan kesehatan gratis yang langsung menyentuh kebutuhan paling mendasar warga. Sebanyak 60 kepala keluarga yang tercatat sebagai penerima manfaat tampak antusias menyambut rombongan, jauh sebelum layanan dibuka.
“Kami tidak pernah menerima kunjungan seperti ini sebelumnya. Biasanya harus menempuh perjalanan berjam-jam melewati kebun dan sungai hanya untuk periksa tekanan darah. Hari ini dokter dan bidan datang ke sini, lengkap dengan obat-obatan,” ujar salah satu warga penerima manfaat.
Pelayanan kesehatan gratis yang menjadi daya tarik utama ekspedisi ini menangani puluhan pasien dengan keluhan mulai dari infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit akibat lingkungan lembap, hingga pemeriksaan tumbuh kembang anak. Petugas medis yang tergabung dalam tim secara bergantian memberikan konsultasi dan membagikan vitamin serta obat-obatan ringan. Bersamaan dengan itu, paket bantuan sosial berisi bahan pokok dan perlengkapan sekolah disalurkan langsung ke rumah-rumah warga yang dinilai paling membutuhkan.
Personel Ditpolairud yang ikut dalam ekspedisi sekaligus memberikan edukasi tentang keselamatan di perairan, mengingat sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sungai. Sementara itu, petugas Ditbinmas menggelar dialog interaktif untuk menyerap aspirasi warga, mulai dari keinginan memiliki akses jalan permanen hingga pendampingan pengelolaan hasil kebun yang lebih layak jual. Pendekatan terpadu ini mencerminkan wajah kepolisian yang adaptif di tengah masyarakat terpencil.
Kecamatan Kampar Kiri Hulu sendiri memang dikenal sebagai wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) di Riau. Infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya beraspal dan keterbatasan fasilitas umum membuat mobilitas warga sangat terbatas, terutama saat musim hujan. Kehadiran tim ekspedisi yang menggunakan perahu dan kendaraan khusus menjadi peristiwa langka yang menandai perhatian serius negara terhadap mereka.
Kapolda Riau melalui keterangan resminya menekankan bahwa program Ekspedisi JALUR bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai media untuk mendekatkan fungsi kepolisian kepada komunitas yang sulit dijangkau, sekaligus memastikan bahwa kehadiran negara terasa nyata di setiap sudut wilayah. Momen Hari Bhayangkara ke-80 dijadikan pemantik untuk terus memperkuat ikatan antara institusi dan rakyat, terutama di daerah-daerah yang selama ini minim intervensi program pemerintah.
Dengan terselesaikannya tahap kedua ekspedisi ini, Polda Riau berencana melanjutkan penelusuran ke sejumlah desa lainnya yang memiliki karakteristik serupa. Dukungan lintas sektor seperti Dinas Kesehatan dan relawan lokal akan terus digandeng agar cakupan layanan semakin luas. Bagi warga Desa Dua Sepakat, satu harapan kini mengemuka: kunjungan serupa dapat menjadi rutinitas, bukan sekadar penantian panjang. Dari pelosok Kampar inilah Lurusin.com melaporkan.
Comments (0)