Dukungan Inggris Menguat, Indonesia Kian Dekat Jadi Anggota CPTPP
Lurusin.com, Jakarta — Upaya Indonesia bergabung dengan Kemitraan Trans-Pasifik Komprehensif dan Progresif (CPTPP) kian mendapat dukungan luas. Terbaru, Inggris yang telah resmi menjadi anggota b
Lurusin.com, Jakarta — Upaya Indonesia bergabung dengan Kemitraan Trans-Pasifik Komprehensif dan Progresif (CPTPP) kian mendapat dukungan luas. Terbaru, Inggris yang telah resmi menjadi anggota blok dagang tersebut memberikan sinyal kuat dukungan terhadap proses aksesi Indonesia. Dukungan ini dinilai akan mempercepat langkah Tanah Air untuk merampungkan sejumlah penyesuaian regulasi dan memperluas akses pasar ke kawasan Asia-Pasifik.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa aksesi ke CPTPP merupakan bagian dari strategi transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Selain memperkuat daya saing nasional, keanggotaan ini diyakini akan membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih besar, sekaligus menempatkan Indonesia dalam rantai pasok global yang lebih strategis.
Pernyataan Resmi Pemerintah
"CPTPP ini merupakan perjanjian perdagangan antar ekonomi. Ketentuan-ketentuan dalam CPTPP secara umum sudah kita sepakati di berbagai perjanjian internasional seperti dalam kerangka WTO, RCEP, ASEAN, serta proses aksesi OECD. Maka itu, kita hanya memerlukan beberapa penyesuaian peraturan perundang-undangan untuk memenuhi komitmen di CPTPP," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Menurut Airlangga, Indonesia telah memiliki fondasi kuat melalui keikutsertaan di berbagai forum ekonomi dunia. Penyesuaian aturan yang dibutuhkan dinilai tidak akan mengubah secara fundamental arah kebijakan nasional, melainkan lebih pada harmonisasi standar agar selaras dengan ketentuan CPTPP.
Sumber Lurusin.com di lingkungan Kemenko Perekonomian mengungkapkan bahwa dukungan Inggris menjadi salah satu katalis yang memperkuat posisi tawar Indonesia dalam forum aksesi. Perundingan bilateral dan multilateral terus dipercepat dengan target penyelesaian pada kuartal pertama tahun 2027.
Jika berhasil, Indonesia akan menjadi negara Asia Tenggara ketiga setelah Malaysia dan Vietnam yang bergabung dalam CPTPP. Aksesi ini diharapkan mampu meningkatkan volume ekspor nasional, mendorong alih teknologi, dan membuka lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.
Comments (0)