Didin Nasirudin, Praktisi Komunikasi yang Tempuh Doktor di Universitas SAHID
Jakarta – Di tengah kesibukannya memimpin perusahaan konsultan komunikasi, Didin Nasirudin tetap mengasah kapasitas intelektualnya melalui jalur akademik. Pria yang menjabat sebagai Managing Directo...
Jakarta – Di tengah kesibukannya memimpin perusahaan konsultan komunikasi, Didin Nasirudin tetap mengasah kapasitas intelektualnya melalui jalur akademik. Pria yang menjabat sebagai Managing Director Bening Communication itu saat ini tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Komunikasi Politik dan Diplomasi di Universitas SAHID.
Keputusan Didin menempuh studi S3 bukan tanpa alasan. Sebagai pemerhati politik Amerika Serikat, ia ingin mendalami lebih jauh bagaimana komunikasi politik dan diplomasi berperan dalam membentuk opini publik global. “Saya melihat ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari dinamika politik AS yang bisa diterapkan untuk Indonesia,” ungkapnya dalam sebuah perbincangan, Selasa (24/7/2024).
Mengenal Bening Communication
Bening Communication merupakan firma konsultan komunikasi strategis yang berbasis di Jakarta. Perusahaan ini fokus pada layanan manajemen reputasi, komunikasi korporat, dan konsultasi politik. Sejak berdiri, Bening telah menangani berbagai klien dari sektor publik dan swasta, termasuk kampanye politik hingga komunikasi krisis bagi perusahaan multinasional.
Sebagai Managing Director, Didin Nasirudin memegang peranan kunci dalam merancang strategi komunikasi klien. Pria kelahiran Jakarta, 45 tahun lalu ini, memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang komunikasi. Sebelum memimpin Bening, ia pernah bekerja di beberapa lembaga riset dan media massa, yang memperkuat pemahamannya tentang dinamika opini publik.
“Komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan,” ujar Didin dalam suatu kesempatan. Filosofi itulah yang dipegangnya dalam menangani setiap klien.
Ketertarikan pada Politik Amerika Serikat
Bersamaan dengan kiprahnya di dunia komunikasi, Didin juga dikenal sebagai pemerhati politik Amerika Serikat. Ia secara rutin mengikuti perkembangan politik di Negeri Paman Sam, mulai dari pemilihan presiden, kebijakan luar negeri, hingga isu-isu rasial dan polarisasi sosial. Analisisnya kerap ia bagikan melalui tulisan di berbagai media dan forum diskusi.
Menurut Didin, politik AS memiliki dampak global yang signifikan, termasuk bagi Indonesia. “Perubahan kebijakan di Washington bisa mempengaruhi ekonomi dan keamanan kita. Oleh karena itu penting bagi para pemangku kepentingan di Indonesia untuk memahami dinamika politik AS secara mendalam,” katanya.
Ketertarikannya ini menjadi salah satu alasan ia memilih program doktor di Universitas SAHID, yang secara spesifik menggabungkan komunikasi politik dan diplomasi. “Saya ingin meneliti bagaimana strategi komunikasi politik para kandidat presiden AS dalam membentuk sentimen publik internasional,” imbuhnya.
Perjalanan Doktoral di Universitas SAHID
Universitas SAHID menawarkan Program Doktor Komunikasi Politik dan Diplomasi yang relatif baru namun diminati para praktisi dan akademisi. Program ini menekankan pada riset interdisipliner yang menghubungkan teori komunikasi, politik, dan hubungan internasional. Didin menjadi salah satu mahasiswa angkatan terbaru yang diterima melalui seleksi ketat.
Dalam studi doktoralnya, Didin berencana mendalami topik “Pengaruh Komunikasi Politik Digital terhadap Persepsi Publik Internasional: Studi Kasus Pemilu Presiden AS.” Topik ini diyakini relevan dengan tren digitalisasi politik global. “Disertasi saya akan meneliti bagaimana narasi politik di media sosial mempengaruhi persepsi masyarakat Indonesia terhadap demokrasi AS,” jelasnya.
Meski harus membagi waktu antara kuliah, riset, dan tanggung jawab profesional di Bening Communication, Didin merasa optimistis bisa menyelesaikan program doktor dalam empat tahun. Dukungan keluarga dan rekan kerja menjadi modal penting baginya. “Ini adalah investasi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas saya sebagai praktisi komunikasi,” ujarnya.
Didin berharap hasil risetnya nanti dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan strategi diplomasi publik Indonesia. Ia juga ingin membangun jembatan antara dunia akademik dan industri komunikasi, agar teori yang dihasilkan di kampus bisa diterjemahkan ke dalam praktik profesional.
Dengan pengalaman dan pengetahuannya yang terus diasah, Didin Nasirudin diharapkan bisa menjadi salah satu pemikir terdepan dalam bidang komunikasi politik dan diplomasi di Indonesia.
Comments (0)