Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengajukan usulan penerapan skema tarif berlangganan untuk layanan TransJakarta d
Usulan ini mengemuka sebagai bagian dari kajian penyesuaian struktur tarif angkutan umum di Ibu Kota. Ketua DTKJ Sugihardjo menegaskan, skema semacam ini bukanlah hal baru dalam pengelolaan transport
Usulan ini mengemuka sebagai bagian dari kajian penyesuaian struktur tarif angkutan umum di Ibu Kota. Ketua DTKJ Sugihardjo menegaskan, skema semacam ini bukanlah hal baru dalam pengelolaan transportasi perkotaan. Sejumlah kota besar di dunia telah lebih dulu mengadopsi mekanisme langganan untuk membangun basis pengguna loyal dan mendorong peralihan moda dari kendaraan pribadi ke angkutan massal.
"Kita mendorong tarif langganan. Di luar negeri banyak yang menggunakan sistem langganan," ujar Sugihardjo di Balai Kota Jakarta, seperti dikutip media kami, Selasa (7/7/2026).
Potensi Tekan Ongkos hingga Setengahnya
Dengan asumsi rata-rata pekerja menggunakan TransJakarta untuk dua kali perjalanan setiap hari kerja, atau sekitar 44 kali perjalanan dalam sebulan, tarif langganan Rp 200 ribu ini menghasilkan tarif efektif kurang dari Rp 5.000 per perjalanan. Angka itu jauh lebih kompetitif dibandingkan tarif normal yang saat ini berlaku. Bagi pengguna dengan intensitas perjalanan tinggi, potensi penghematan bulanan bisa mencapai lebih dari 50 persen.
DTKJ menilai pendekatan tarif flat bulanan akan memberikan kepastian pengeluaran transportasi bagi rumah tangga pekerja. Ini menjadi insentif kuat untuk meninggalkan penggunaan sepeda motor atau mobil pribadi yang biaya per perjalanannya sulit diprediksi karena fluktuasi harga bahan bakar dan ongkos parkir.
Wacana ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan pangsa penggunaan angkutan umum. Target jangka menengah adalah menciptakan sistem transportasi yang menjadi tulang punggung mobilitas warga, bukan sekadar alternatif. Skema langganan dinilai bisa menjadi katalisator perubahan perilaku tersebut.
Meski demikian, usulan ini masih berada dalam tahap kajian. Sejumlah aspek perlu dimatangkan, termasuk kesiapan sistem pembayaran, dampak terhadap pendapatan operator, dan bagaimana skema ini akan diintegrasikan dengan moda transportasi lain seperti MRT dan LRT. DTKJ menekankan pentingnya kolaborasi lintas operator agar tarif langganan bisa mencakup seluruh ekosistem transportasi Jakarta.
Jika terealisasi, paket langganan ini berpotensi menyasar hingga ratusan ribu pelanggan tetap TransJakarta yang saat ini sudah menggunakan layanan tersebut sebagai moda utama perjalanan harian. Diharapkan dalam beberapa bulan ke depan, kajian ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang siap diimplementasikan.
Comments (0)