Danantara Umumkan Mitra PSEL Tahap II untuk Delapan Wilayah

Lembaga pengelola investasi negara, Danantara, secara resmi mengumumkan daftar calon mitra terpilih untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap II. Pengumuman ini menjadi tongga...

Jul 15, 2026 - 01:03
0 1
Danantara Umumkan Mitra PSEL Tahap II untuk Delapan Wilayah

Lembaga pengelola investasi negara, Danantara, secara resmi mengumumkan daftar calon mitra terpilih untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap II. Pengumuman ini menjadi tonggak penting dalam percepatan penanganan sampah perkotaan melalui teknologi ramah lingkungan yang sekaligus menghasilkan energi terbarukan. Delapan wilayah terpilih dalam proses seleksi kali ini diproyeksikan mampu menyuplai total potensi timbulan sampah lebih dari 9.300 ton per hari, sebuah angka yang sebelumnya jarang tercatat dalam inisiatif PSEL di Indonesia.

Proses seleksi yang berlangsung sejak akhir tahun lalu itu melibatkan serangkaian uji kelayakan teknis, finansial, dan lingkungan. Danantara menegaskan bahwa kemitraan yang dijalin tidak sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir sekaligus mendorong bauran energi bersih nasional. Delapan wilayah tersebut tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, merepresentasikan kota-kota metropolitan hingga kawasan industri dengan volume sampah yang terus meningkat setiap tahun.

Potensi Pasokan Sampah dan Skala Proyek

Berdasarkan data yang dirangkum dalam dokumen pengumuman, total potensi pasokan sampah dari delapan wilayah terpilih mencapai sekitar 9.327 ton per hari. Angka ini tidak termasuk sampah residu dari kegiatan komersial dan industri skala kecil yang juga berpotensi dimasukkan dalam rantai pasok. Satu wilayah saja dapat menyumbang lebih dari 1.500 ton per hari, menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan solusi pengolahan sampah yang berkelanjutan. Dengan kapasitas sebesar itu, setiap fasilitas PSEL yang akan dibangun diperkirakan mampu menghasilkan daya listrik antara 15 hingga 25 megawatt, bergantung pada teknologi gasifikasi atau insinerasi yang diterapkan.

Besarnya pasokan sampah ini menjadi daya tarik utama bagi calon mitra swasta dan badan usaha milik daerah yang selama ini mengincar proyek waste-to-energy berskala besar. Danantara menyatakan bahwa proses negosiasi kontrak akan segera dimulai, dengan target konstruksi tahap awal dimulai pada kuartal pertama tahun depan. Jika seluruh fasilitas beroperasi penuh, proyek ini dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA hingga 70 persen di masing-masing wilayah.

Profil Calon Mitra dan Skema Kerja Sama

Dari puluhan pendaftar, hanya segelintir konsorsium yang lolos ke tahap akhir. Mereka terdiri dari perusahaan teknologi lingkungan global, kontraktor energi nasional, serta BUMD yang memiliki rekam jejak dalam pengelolaan persampahan. Danantara menekankan bahwa kemitraan ini menggunakan skema bangun-guna-serah (BOT) dengan masa konsesi 25 tahun, memberikan kepastian investasi sekaligus melindungi kepentingan publik. Dalam skema tersebut, mitra terpilih bertanggung jawab penuh atas desain, pembiayaan, konstruksi, dan pengoperasian fasilitas, sementara pemerintah daerah menyediakan lahan dan jaminan pasokan sampah.

Sejumlah nama konsorsium yang disebut dalam pengumuman antara lain konsorsium asal Jepang yang telah berpengalaman membangun lebih dari 300 fasilitas serupa di Asia, perusahaan energi terbarukan asal Eropa, serta gabungan BUMN karya dan perusahaan teknologi lokal. Danantara tidak merinci komposisi kepemilikan saham, namun menegaskan bahwa keterlibatan mitra lokal dalam operasional dan perawatan menjadi syarat mutlak untuk menjamin transfer pengetahuan dan teknologi.

Implikasi bagi Lingkungan dan Ekonomi Daerah

Kehadiran proyek PSEL Tahap II ini tidak hanya berdampak pada kebersihan kota, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Setiap fasilitas diproyeksikan menyerap sekitar 200 hingga 300 tenaga kerja pada masa konstruksi, serta 80 hingga 120 tenaga kerja permanen saat operasional. Penghasilan tambahan dari penjualan listrik ke PLN juga akan menjadi sumber pendapatan asli daerah yang signifikan, sekaligus mengurangi beban subsidi listrik di wilayah-wilayah yang masih mengandalkan energi fosil.

Dari sisi lingkungan, penerapan teknologi emisi ketat diharapkan mampu menekan keluaran dioksin dan furan hingga di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Danantara juga berkomitmen untuk melakukan pemantauan berkala terhadap kualitas udara dan residu pembakaran, bekerja sama dengan lembaga independen. Dengan demikian, proyek ini tidak sekadar menjadi solusi darurat atas krisis sampah, melainkan model pengelolaan yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan.

Pengumuman ini mendapat respons positif dari kalangan pemerhati lingkungan, meskipun sejumlah catatan tetap disampaikan, terutama mengenai transparansi proses seleksi dan mekanisme pengaduan masyarakat di sekitar lokasi fasilitas. Danantara berjanji akan membuka ruang dialog publik sebelum konstruksi dimulai untuk memastikan semua pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama tentang manfaat dan risiko proyek.

Dengan total investasi yang diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah, PSEL Tahap II menjadi salah satu proyek infrastruktur hijau terbesar dalam sejarah Indonesia. Keberhasilan tahap ini akan menjadi landasan bagi perluasan program serupa ke lebih dari 20 kota lain yang sudah mengantre dalam daftar tunggu. Pengumuman calon mitra terpilih ini sekaligus menandai babak baru pengelolaan sampah nasional yang lebih terencana, terukur, dan berorientasi energi masa depan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User