Cek Fakta: Video Raffi Ahmad Promosi Judi Online Adalah Hoaks

Sebuah klaim yang menyebar di media sosial memperlihatkan video Raffi Ahmad tengah mempromosikan situs judi online. Video tersebut viral dalam beberapa hari terakhir dan memicu reaksi publik. Tim Luru...

Jul 12, 2026 - 03:34
0 0
Cek Fakta: Video Raffi Ahmad Promosi Judi Online Adalah Hoaks

Sebuah klaim yang menyebar di media sosial memperlihatkan video Raffi Ahmad tengah mempromosikan situs judi online. Video tersebut viral dalam beberapa hari terakhir dan memicu reaksi publik. Tim Lurusin melakukan verifikasi secara forensik terhadap klaim ini.

Kemunculan Klaim dan Isi Video

Klaim bermula dari unggahan di sejumlah akun media sosial yang membagikan potongan video berdurasi pendek. Dalam rekaman tersebut, tampak sosok yang menyerupai Raffi Ahmad berbicara kepada kamera. Ia menyebutkan nama sebuah platform judi online dan mengajak penonton untuk bermain. Video ini juga menyertakan narasi bahwa Raffi Ahmad telah bekerja sama dengan situs tersebut dan memberikan bonus bagi pemain baru.

Beberapa unggahan menyematkan tautan yang mengarah ke laman pendaftaran, memperkuat kesan bahwa pesohor itu sungguhan mendukung judi daring. Akun-akun penyebar menggunakan foto profil dan desain yang meniru akun resmi Raffi Ahmad, sehingga pada pandangan pertama tampak meyakinkan.

Verifikasi Video dan Audio

Berdasarkan verifikasi Lurusin, video yang beredar menunjukkan sejumlah kejanggalan teknis. Analisis bingkai per bingkai mengindikasikan bahwa gerakan bibir tidak sinkron dengan suara yang keluar. Pada beberapa segmen, terdapat artefak digital di sekitar area mulut yang merupakan ciri khas manipulasi deepfake generatif. Algoritma pendeteksi deepfake mengklasifikasikan rekaman ini sebagai konten sintetis dengan tingkat keyakinan 97 persen.

Selanjutnya, pemeriksaan metadata video mengungkap bahwa file asli berasal dari video wawancara Raffi Ahmad pada tahun 2023. Suara asli dalam video tersebut telah dihapus dan diganti dengan rekaman audio buatan menggunakan teknologi text-to-speech yang disesuaikan. Jejak digital menunjukkan proses penggantian suara dilakukan menggunakan perangkat lunak penyunting audio komersial.

Klarifikasi Resmi dan Konteks Hukum

Pihak manajemen Raffi Ahmad melalui RANS Entertainment secara resmi menyatakan bahwa video tersebut palsu. Dalam siaran pers tertanggal pekan ini, mereka menegaskan bahwa tidak ada kerja sama dengan situs judi manapun. “Kami mengutuk keras penyalahgunaan gambar dan suara figur publik untuk kegiatan ilegal. Klien kami tidak pernah dan tidak akan terlibat dalam promosi perjudian,” demikian pernyataan tertulis yang diterima Lurusin.

Dari sisi regulasi, promosi judi daring di Indonesia melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta berbagai peraturan turunannya. Figur publik yang terlibat pun dapat dikenai sanksi pidana. Namun, dalam kasus ini unsur “kesengajaan” tidak terpenuhi karena yang bersangkutan adalah korban pemalsuan identitas secara digital.

Pola Disinformasi Serupa

Lurusin mencatat, pola pelekatan nama selebritas pada konten judi online bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, sejumlah artis lain juga pernah menjadi korban hoaks serupa, misalnya Deddy Corbuzier, Ria Ricis, dan Atta Halilintar. Modus yang digunakan identik: pengambilan potongan video lawas yang kemudian disisipi suara buatan seolah mengajak bermain judi. Akun penyebar biasanya memanfaatkan platform dengan sistem moderasi longgar, serta menggunakan jaringan akun bot untuk memperbanyak jangkauan.

Data tim siber Lurusin mengungkap bahwa lebih dari 200 unggahan serupa ditemukan dalam 30 hari terakhir, dengan pola penamaan akun dan gaya penulisan tak jauh berbeda. Hal ini mengindikasikan adanya kampanye terorganisir oleh pihak yang memanfaatkan popularitas figur publik untuk menjaring korban ke situs ilegal.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi forensik terhadap video, analisis audio, penelusuran metadata, keterangan resmi pihak terkait, serta jejak digital penyebar, klaim bahwa Raffi Ahmad mempromosikan situs judi online adalah tidak benar. Video tersebut merupakan hasil rekayasa deepfake dengan suara sintetis. Oleh karena itu, klaim ini mendapat rating HOAX.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User