Cek Fakta: Ilmuwan Ditangkap karena Jual Virus Covid-19 ke China

Sebuah narasi yang beredar luas di media sosial menyatakan bahwa seorang ilmuwan ditangkap oleh otoritas Amerika Serikat karena menjual virus Covid-19 ke China. Klaim ini menyebar dalam berbagai forma...

Cek Fakta: Ilmuwan Ditangkap karena Jual Virus Covid-19 ke China

Sebuah narasi yang beredar luas di media sosial menyatakan bahwa seorang ilmuwan ditangkap oleh otoritas Amerika Serikat karena menjual virus Covid-19 ke China. Klaim ini menyebar dalam berbagai format, mulai dari tangkapan layar berita hingga video pendek, dan memicu spekulasi liar mengenai asal-usul pandemi. Berdasarkan verifikasi terhadap dokumen resmi penegakan hukum Amerika Serikat, klaim bahwa penangkapan tersebut berkaitan dengan penjualan virus corona adalah tidak akurat dan menyesatkan.

Klaim yang Beredar

Klaim: Seorang profesor ilmuwan ditangkap karena membuat dan menjual virus Covid-19 ke China.
Fakta: Penangkapan yang dimaksud berkaitan dengan pemalsuan keterangan mengenai keterlibatan dalam program rekrutmen talenta China, bukan penjualan virus.

Narasi ini mengaitkan penangkapan Charles Lieber, profesor sekaligus ketua Departemen Kimia dan Biologi Kimia di Harvard University, pada 28 Januari 2020, dengan pandemi Covid-19 yang saat itu mulai merebak. Unggahan-unggahan di media sosial menyebut Lieber ditangkap karena menjual virus corona baru ke Wuhan, China. Padahal, dokumen dakwaan resmi sama sekali tidak menyebut virus corona, Covid-19, SARS-CoV-2, maupun agen biologis apa pun.

Hasil Verifikasi Dokumen Resmi

Berdasarkan siaran pers Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang diterbitkan pada 28 Januari 2020 melalui laman resmi justice.gov, Charles Lieber didakwa dengan satu tuduhan pidana, yaitu memberikan pernyataan palsu, rekayasa, dan menyesatkan kepada otoritas federal. Dakwaan ini berkaitan dengan keterlibatannya dalam Thousand Talents Plan, program rekrutmen pemerintah China, serta kontraknya dengan Wuhan University of Technology.

Data menunjukkan bahwa berdasarkan kontrak tiga tahun dengan program tersebut, Lieber menerima bayaran sekitar 50.000 dolar AS per bulan, tunjangan hidup hingga 158.000 dolar AS, serta dana lebih dari 1,5 juta dolar AS untuk mendirikan laboratorium penelitian di Wuhan. Masalah hukumnya adalah Lieber menyembunyikan hubungan finansial ini dari Harvard dan dari lembaga pendanaan federal Amerika Serikat, termasuk National Institutes of Health dan Department of Defense. Ini merupakan pelanggaran kewajiban pelaporan konflik kepentingan, bukan perdagangan patogen.

Verifikasi terhadap dokumen pengadilan federal di Massachusetts memperkuat temuan ini. Dalam seluruh berkas dakwaan, tidak ada satu pun tuduhan yang menyebut pembuatan, kepemilikan, pengiriman, atau penjualan virus. Waktu penangkapan yang berdekatan dengan merebaknya wabah di Wuhan tampaknya menjadi bahan baku teori konspirasi, meskipun kedua peristiwa itu tidak memiliki kaitan substansial apa pun.

Fakta Persidangan

Faktanya adalah, pada Desember 2021, juri pengadilan federal Boston menyatakan Lieber bersalah atas enam dakwaan, mencakup pernyataan palsu kepada penyidik federal serta pelanggaran pajak terkait pendapatan dari China yang tidak dilaporkan. Pada 2023, ia dijatuhi hukuman percobaan, denda, dan kewajiban restitusi. Sekali lagi, seluruh proses hukum ini berpusat pada ketidakjujuran administratif dan finansial, bukan kejahatan biologis.

Lembaga pemeriksa fakta internasional, termasuk Reuters, AFP Fact Check, dan Snopes, telah menelusuri klaim serupa dan sampai pada kesimpulan yang sama: tidak ada bukti apa pun yang menghubungkan kasus Lieber dengan virus corona. Harvard University, dalam pernyataan resminya, menyebut tuduhan terhadap Lieber sebagai masalah serius terkait kewajiban pelaporan, tanpa menyebut isu virus sedikit pun.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi terhadap dokumen Departemen Kehakiman AS, berkas pengadilan federal, dan pernyataan institusi terkait, klaim bahwa seorang ilmuwan ditangkap karena menjual virus Covid-19 ke China bertentangan dengan fakta. Penangkapan yang dijadikan rujukan memang nyata terjadi, namun motif hukumnya adalah penipuan serta pernyataan palsu mengenai pendanaan asing.

Rating: HOAX. Peristiwa penangkapan benar adanya, tetapi narasi penjualan virus adalah fabrikasi yang tidak didukung satu pun bukti resmi. Mengaitkan keduanya merupakan disinformasi yang menyesatkan publik mengenai asal-usul pandemi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User