Cakupan Penerima MBG untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Baru Sentuh 38,51 Persen

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan data terkini penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok rawan gizi yang disebut sebagai 3B—ibu hamil,

Jul 08, 2026 - 19:20
0 0
Cakupan Penerima MBG untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Baru Sentuh 38,51 Persen

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan data terkini penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok rawan gizi yang disebut sebagai 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Dalam paparannya di hadapan Komisi IX DPR, terungkap bahwa realisasi penerima manfaat untuk segmen tersebut masih jauh dari kata optimal.

Berdasarkan pemaparan yang disampaikan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (24/6/2026), Wihaji menjelaskan bahwa dari sisi infrastruktur, sebanyak 75 persen satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) telah menjangkau kelompok 3B. Angka ini setara dengan 22.672 unit dari total 29 ribu SPPG yang terdata dalam laporan per 3 Juni 2026. Namun, capaian distribusi kepada penerima langsung masih timpang.

"Dari data yang saya ambil dari BGN sementara, laporannya per tanggal 3 Juni sebagai berikut. Mulai dari SPPG-nya 29 ribu, kemudian yang, mohon maaf, yang sudah melayani 3B masih 75 persen atau 22.672 unit," jelas Wihaji dalam rapat tersebut.

Meski tiga perempat unit pelayanan sudah menyediakan layanan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tingkat penyerapan di lapangan menunjukkan angka yang lebih rendah. Hanya 38,51 persen dari total target penerima yang benar-benar telah mendapatkan akses MBG. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara ketersediaan layanan di titik distribusi dengan kemampuan atau kesadaran masyarakat untuk mengaksesnya.

Program MBG sendiri dirancang sebagai intervensi gizi langsung bagi kelompok paling rentan, mengingat 1.000 hari pertama kehidupan menjadi periode kritis dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia. Para ibu hamil memerlukan asupan nutrisi untuk perkembangan janin, ibu menyusui membutuhkan energi tambahan selama masa laktasi, dan balita non-PAUD memerlukan gizi seimbang demi tumbuh kembang yang optimal.

Wihaji tidak memerinci lebih jauh penyebab masih rendahnya cakupan penerima. Namun, data yang disampaikan memberi gambaran bahwa meski infrastruktur terus dibangun, masih ada pekerjaan rumah besar dalam memastikan makanan bergizi benar-benar sampai kepada sasaran utama. Beberapa faktor seperti sosialisasi, jangkauan wilayah, dan pendataan penerima diduga menjadi penghambat.

Angka 38,51 persen ini menjadi catatan penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Dengan jumlah SPPG yang terus bertambah, target 100 persen pelayanan kepada kelompok 3B diharapkan dapat dikejar dalam waktu dekat. Informasi ini menjadi sorotan utama dalam rapat kerja yang membahas evaluasi program pembangunan keluarga, sebagaimana dilaporkan oleh Lurusin.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User