BULOG dan DPR Perkuat Sinergi Dukung Petani Klaten

Perum BULOG bersama Komisi IV DPR RI menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kesejahteraan petani lokal melalui kunjungan kerja terpadu di Desa Wonosar

Jul 11, 2026 - 12:54
0 0
BULOG dan DPR Perkuat Sinergi Dukung Petani Klaten

Perum BULOG bersama Komisi IV DPR RI menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kesejahteraan petani lokal melalui kunjungan kerja terpadu di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung di sentra produksi beras ini menandai babak baru kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan para petani dalam menjamin stabilitas harga gabah serta penyerapan hasil panen secara optimal.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perum BULOG, Bayu Krisnamurthi, disambut hangat oleh anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sunarna, serta jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Klaten. Tepat di bawah terik matahari yang bersahabat, para pemangku kepentingan ini berdialog dengan puluhan petani dari Desa Wonosari yang selama ini menjadi salah satu lumbung padi andalan di wilayah eks-Karesidenan Surakarta.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi BULOG, DPR, dan petani harus kuat. Hari ini kita buktikan bahwa kehadiran negara dirasakan langsung dari sawah hingga ke meja makan rakyat,” tegas Bayu Krisnamurthi.

Penyerapan dan Harga Acuan: Prioritas Utama

Kunjungan ini difokuskan pada tiga pilar utama: pertama, memastikan BULOG menyerap gabah dan beras petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan; kedua, mempercepat realisasi pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional; dan ketiga, memberikan edukasi pascapanen agar kualitas produk petani meningkat signifikan.

Komisi IV DPR menekankan pentingnya BULOG hadir sebagai stabilisator harga di tingkat petani. Anggota dewan, Sunarna, menyoroti fenomena anjloknya harga gabah saat panen raya yang kerap merugikan petani kecil. Ia mendorong BULOG untuk meningkatkan frekuensi pembelian langsung dari kelompok tani tanpa melalui tengkulak.

“Kami minta BULOG lebih gesit. Jangan sampai petani menjual gabah di bawah HPP gara-gara akses yang sulit. Komisi IV akan terus mengawal agar petani di Trucuk ini sejahtera,” ujar Sunarna di sela-sela diskusi.

Desa Wonosari: Model Kemandirian Pangan

Desa Wonosari dipilih bukan tanpa alasan. Daerah ini memiliki hamparan sawah lebih dari 600 hektare dengan produktivitas rata-rata 6 hingga 7 ton gabah kering panen per hektare. Para petani di sini telah menerapkan sistem tanam jajar legowo dan memanfaatkan varietas unggul yang direkomendasikan. Namun, tantangan distribusi dan fluktuasi harga tetap menjadi momok yang menghantui.

Ketua Kelompok Tani “Sri Rejeki”, Wagino, menyambut gembira perhatian yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa selama ini petani sering terpaksa menjual ke penebas dengan harga lebih rendah karena keterbatasan transportasi dan gudang penyimpanan. BULOG berjanji akan menyediakan fasilitas pengeringan dan silo kecil agar petani bisa menyimpan gabah lebih lama dan menjualnya saat harga stabil.

Komitmen BULOG: Dari Gudang ke Digitalisasi

Dalam paparannya, Direktur Utama BULOG menjelaskan bahwa perusahaan telah memperluas jaringan Sentra Pengadaan dan Penyaluran Pangan (SPPP) di berbagai sentra produksi. Khusus di Klaten, BULOG menargetkan penyerapan hingga 15.000 ton setara beras sepanjang tahun ini. Selain itu, BULOG juga mulai mengimplementasikan sistem digital electronic warehouse receipt yang memungkinkan petani memantau stok dan harga secara terkini melalui aplikasi.

Langkah ini disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Klaten. Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang turut hadir, menyatakan bahwa pemkab siap mempermudah perizinan dan penyediaan infrastruktur pendukung. “Sinergi ini adalah wujud nyata gotong royong membangun ekonomi kerakyatan berbasis pertanian,” katanya.

Harapan Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional

Kunjungan kerja ini tidak hanya menghasilkan komitmen lisan, tetapi juga nota kesepahaman antara BULOG, Komisi IV DPR, dan kelompok tani untuk pelatihan pascapanen, penyediaan pupuk non-subsidi bermitra, serta akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Petani Desa Wonosari berharap program ini bisa segera berjalan sebelum musim tanam berikutnya.

Langkah strategis ini menjadi sinyal positif di tengah upaya pemerintah menekan impor beras dan mendorong swasembada pangan. Kolaborasi BULOG dan DPR secara langsung di lapangan seperti di Trucuk diharapkan dapat direplikasi di sentra-sentra pertanian lainnya. Di ujung acara, para petani menggelar syukuran sederhana dengan nasi tumpeng hasil panen sendiri, simbol dari harapan agar rezeki dari bumi Klaten terus mengalir deras.

[SOCIAL_TWEET]: BULOG dan Komisi IV DPR turun langsung ke sawah Desa Wonosari, Klaten. Pastikan gabah petani terserap maksimal dan harga tetap stabil. Langkah konkret untuk kesejahteraan petani! #BULOGuntukPetani #KetahananPangan #KlatenMaju[SOCIAL_TG]: 🌾 Kunjungan kerja BULOG & DPR ke sawah Wonosari, Klaten, bawa angin segar buat petani! Penyerapan gabah lebih pasti, harga lebih stabil, dan ada silo baru. Keren banget kolaborasi ini! 🇮🇩🚜

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User