Bos Danantara Laporkan Prabowo: 258 BUMN Dipangkas, 300 Lagi Segera Tuntas

Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus mempercepat transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Chief Executive Officer BPI Danantara, Rosan Roeslani, m

Jul 08, 2026 - 00:43
0 0
Bos Danantara Laporkan Prabowo: 258 BUMN Dipangkas, 300 Lagi Segera Tuntas

Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus mempercepat transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Chief Executive Officer BPI Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa 258 entitas BUMN sudah berhasil dikonsolidasikan. Pertemuan penting itu berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (21/6) kemarin.

Transformasi BUMN Masuki Babak Baru

Konsolidasi ini merupakan pilar utama dalam strategi pemerintah menciptakan BUMN yang lebih ramping dan lincah. Dari total awal sekitar 1.077 entitas, pemangkasan dilakukan dengan mengelompokkan perusahaan-perusahaan sejenis di bawah holding tertentu, membubarkan anak usaha yang tidak lagi produktif, serta menyatukan fungsi-fungsi pendukung. Langkah tersebut diyakini mampu memangkas birokrasi berlebih dan meningkatkan fokus pada bisnis inti masing-masing BUMN, sehingga daya saing di kancah global bisa terdongkrak.

Rosan juga menyampaikan bahwa tahap berikutnya sudah menanti. "Pemerintah menargetkan konsolidasi lanjutan untuk sekitar 300 entitas dalam waktu dekat," demikian pernyataan yang diperoleh Lurusin.com dari lingkungan internal Danantara. Sinyal kuat itu menandakan bahwa reformasi BUMN tidak berhenti pada angka 258, melainkan menjadi proses berkelanjutan yang dikawal ketat oleh Presiden.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Senin (22/6/2026), menegaskan, "Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat."

Presiden Prabowo yang sejak awal menjabat menekankan pentingnya efisiensi birokrasi dan optimalisasi aset negara, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Dalam arahannya, Kepala Negara meminta agar seluruh proses konsolidasi tetap mengedepankan tata kelola yang baik, transparan, serta tidak mengabaikan hak-hak karyawan dan kepentingan pelayanan publik. Arahan ini sejalan dengan prinsip Danantara yang mengusung tata kelola korporasi modern.

Berdasarkan data yang dihimpun Lurusin.com, 300 entitas yang segera menyusul dipangkas mayoritas bergerak di sektor konstruksi, pangan, dan energi. Sejumlah anak perusahaan dari BUMN besar di bidang tersebut akan dilebur atau dialihkan asetnya ke induk usaha yang lebih sehat. Proses uji tuntas (due diligence) tengah berjalan dengan melibatkan konsultan independen, untuk memastikan setiap langkah konsolidasi memberikan nilai tambah bagi negara. Dengan rampungnya konsolidasi tahap kedua nanti, jumlah BUMN nasional diproyeksikan semakin ramping, menyisakan perusahaan-perusahaan strategis yang benar-benar menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User