Bidik Suara Gen Z Lewat Olahraga: GP Nasdem Gelar Turnamen Padel Jelang Kongres
Jakarta – Menjelang perhelatan Kongres II dan peringatan hari jadi ke-15, Garda Pemuda (GP) Nasdem mengambil langkah tak biasa untuk menyasar pemilih generasi muda. Organisasi sayap Partai Nasdem i
Jakarta – Menjelang perhelatan Kongres II dan peringatan hari jadi ke-15, Garda Pemuda (GP) Nasdem mengambil langkah tak biasa untuk menyasar pemilih generasi muda. Organisasi sayap Partai Nasdem ini menggelar turnamen padel di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan bagian dari strategi pendekatan non-konvensional yang disebut sebagai "soft approach" untuk menggaet simpati Gen Z.
Strategi Soft Power untuk Generasi Baru
Ketua GP Nasdem, Prananda Surya Paloh, menegaskan bahwa meraih dukungan dari pemilih milenial dan Gen Z tidak harus selalu melalui kendaraan politik praktis. Menurutnya, pendekatan yang lebih ringan dan menyentuh gaya hidup anak muda justru lebih efektif untuk membangun kedekatan. “Saya rasa itu salah satu yang saya sebut soft approach ya untuk Gen Z. Kan tidak usah langsung masuk ke politik praktis, itu yang saya tekankan dari tadi,” ujar Prananda kepada Lurusin.com selepas turnamen.
“Jadi dalam wadahnya dan profesinya masing-masing, misalnya memang dia jago sebagai entrepreneur ataupun lihai dalam bidang olahraga, silakan saja. Kami tidak memaksa mereka langsung terjun ke politik praktis,” jelas Prananda menegaskan filosofi di balik turnamen tersebut.
Padel, Olahraga Trendi yang Merangkul Semua Kalangan
Pemilihan cabang padel bukan tanpa alasan. Olahraga yang merupakan perpaduan antara tenis dan squash ini tengah naik daun, terutama di kalangan anak muda perkotaan yang mencari aktivitas sosial sekaligus menjaga kebugaran. Dengan menggelar turnamen, GP Nasdem tidak hanya merayakan ulang tahun ke-15 organisasi, tetapi juga menempatkan diri sebagai pelopor tren sekaligus bagian dari komunitas yang dekat dengan aspirasi anak muda.
Prananda menekankan bahwa melalui kegiatan seperti ini, partai dapat hadir tanpa kesan menggurui atau memaksakan agenda politik. Konsepnya lebih pada membangun kesadaran bahwa berkiprah di ranah publik bisa dimulai dari bidang apa pun, termasuk olahraga dan kewirausahaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda bisa berkontribusi melalui apapun keahlian mereka, dan itu bisa menjadi jalan untuk bersama-sama membangun bangsa,” imbuhnya.
Momentum Jelang Kongres: Konsolidasi dan Regenerasi
Turnamen ini juga menjadi ajang konsolidasi internal menghadapi Kongres II GP Nasdem yang akan segera berlangsung. Organisasi kepemudaan ini tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat basis pendukung di segmen muda dalam menghadapi Pemilu berikutnya. Dengan menyasar Gen Z yang dikenal kritis dan melek digital, GP Nasdem berupaya menampilkan wajah politik yang lebih segar dan adaptif terhadap dinamika zaman.
Pengamat politik menilai pendekatan melalui olahraga dan gaya hidup merupakan langkah cerdas di tengah kejenuhan pemilih muda terhadap narasi politik konvensional. Jika berhasil, model ini bisa menjadi cetak biru bagi partai lain dalam merangkul generasi baru. Sementara itu, GP Nasdem berharap turnamen ini hanya permulaan dari serangkaian program berbasis komunitas yang akan terus digulirkan.
Sampai berita ini diturunkan, antusiasme peserta dan penonton terlihat tinggi. Turnamen berlangsung meriah dengan tetap menerapkan sportivitas. Bagi GP Nasdem, padel bukan sekadar permainan; ia adalah jembatan menuju hati pemilih masa depan.
Comments (0)