Bensin di Rusia Kian Langka

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin melanda Kota Rostov-on-Don, salah satu pusat ekonomi di Rusia selatan. Media kami, Lurusin.com, mengonfirmasi bahwa pasokan bensin di sejumlah stasiun

Jul 08, 2026 - 00:27
0 0
Bensin di Rusia Kian Langka

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin melanda Kota Rostov-on-Don, salah satu pusat ekonomi di Rusia selatan. Media kami, Lurusin.com, mengonfirmasi bahwa pasokan bensin di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai menipis sejak awal pekan ini. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan yang mengular hingga ke jalan raya, sementara beberapa SPBU terpaksa menghentikan layanan penjualan bensin karena stok benar-benar habis.

Berdasarkan laporan yang diterima Lurusin.com, penyebab utama kelangkaan adalah pengurangan produksi yang terjadi di beberapa kilang minyak strategis di Rusia selatan dan tengah. Sejumlah kilang dikabarkan menghentikan operasi untuk menjalani pemeliharaan darurat, sedangkan kilang lainnya mengurangi kapasitas akibat terbatasnya suku cadang dan teknologi yang disebabkan oleh sanksi internasional. Selain itu, serangan pesawat nirawak (drone) yang beberapa waktu terakhir menyasar infrastruktur energi dalam negeri juga diduga memperparah situasi, meskipun pemerintah belum secara terbuka menghubungkan kedua peristiwa tersebut.

Dampak Langsung terhadap Warga dan Usaha Kecil

Dampak paling nyata dirasakan oleh warga Rostov-on-Don yang menggantungkan mobilitasnya pada kendaraan pribadi dan angkutan umum. Seorang sopir taksi, Dmitry Volkov (45), menuturkan kepada Lurusin.com bahwa ia harus mengantre selama hampir dua jam hanya untuk mengisi 20 liter bensin. "Ini situasi yang belum pernah saya alami sebelumnya. Kalau pasokan tidak segera normal, saya khawatir tidak bisa mencari nafkah besok," keluhnya. Sementara itu, pelaku usaha kecil yang mengandalkan kendaraan niaga juga mengaku biaya operasional mereka melonjak karena terpaksa membeli bensin dari pengecer ilegal dengan harga yang jauh lebih mahal.

"Stok bensin di SPBU kami hanya cukup untuk tiga hari ke depan. Pihak distributor sudah memberitahukan bahwa pengiriman berikutnya akan mengalami penundaan," ungkap Irina Petrova, pengelola salah satu SPBU di pusat kota.

Pantauan Lurusin.com di lapangan menunjukkan bahwa harga bensin eceran mulai merangkak naik di tengah kontrol harga sementara yang diberlakukan pemerintah daerah. Ironisnya, warga di pinggiran kota melaporkan bahwa mereka terpaksa membeli bensin dari pasar gelap dengan harga dua kali lipat dari harga normal karena SPBU resmi kehabisan stok. Hal ini memicu keresahan sosial dan mendorong masyarakat untuk menimbun bensin jika menemukan SPBU yang masih beroperasi.

Respons Pemerintah dan Upaya Pemulihan

Kementerian Energi Rusia melalui juru bicaranya menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengupayakan stabilisasi pasokan dengan mengalihkan distribusi dari kilang-kilang di kawasan Volga dan Ural. "Kami memahami kesulitan yang dialami masyarakat dan berkomitmen untuk memulihkan pasokan secepat mungkin," demikian pernyataan resmi yang diterima Lurusin.com. Kendati demikian, sejumlah analis energi meragukan kemampuan pemerintah untuk mengatasi masalah ini dalam waktu singkat, mengingat terbatasnya jaringan logistik dan masih berlangsungnya perbaikan infrastruktur yang rusak.

Kilang minyak Novoshakhtinsk yang berjarak sekitar 70 kilometer dari Rostov-on-Don dilaporkan menghentikan produksi selama dua minggu ke depan karena apa yang disebut sebagai "gangguan teknis". Kilang ini menyumbang sekitar 15% dari total pasokan bensin di kawasan tersebut. Sebagai langkah darurat, perusahaan minyak negara Rosneft berjanji akan mengimpor tambahan bensin dari Belarus untuk menutupi kekurangan, tetapi realisasinya diperkirakan baru efektif awal bulan mendatang.

Kelangkaan bensin ini muncul di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan tekanan ekonomi terhadap Rusia. Lurusin.com akan terus memantau dan melaporkan perkembangan situasi langsung dari lapangan demi memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User