Baru 7 Bulan Dibersihkan, Kali Blencong Bekasi Kembali Dipenuhi Eceng Gondok

Lurusin.com, Bekasi – Hamparan eceng gondok kembali memadati permukaan Kali Blencong, Bekasi. Ironisnya, kondisi ini muncul hanya berselang tujuh bulan setelah pembersihan besar-besaran dilakukan.

Jul 07, 2026 - 22:54
0 0
Baru 7 Bulan Dibersihkan, Kali Blencong Bekasi Kembali Dipenuhi Eceng Gondok

Lurusin.com, Bekasi – Hamparan eceng gondok kembali memadati permukaan Kali Blencong, Bekasi. Ironisnya, kondisi ini muncul hanya berselang tujuh bulan setelah pembersihan besar-besaran dilakukan. Tanaman air itu kini membentang sepanjang 1,5 kilometer, nyaris menutupi seluruh aliran sungai dan mengundang ancaman banjir di kawasan padat penduduk sekitarnya.

Aliran Nyaris Tak Terlihat

Pantauan media kami di lapangan memperlihatkan pemandangan hijau yang memprihatinkan. Eceng gondok tumbuh sangat subur, membentuk lapisan tebal di atas permukaan air. Di beberapa titik, aliran sungai sama sekali tidak terlihat, hanya tersisa genangan di antara batang-batang tanaman invasif tersebut. Warga yang tinggal di bantaran mengaku kondisi memburuk drastis dalam dua bulan terakhir.

“Awal tahun masih ada aliran kecil, sekarang malah seperti rawa. Kalau turun hujan lebat, air langsung naik, kami panik. Rumah kami sudah dua kali kemasukan air tahun ini,” kata Rani, warga RT 03/RW 07 yang rumahnya hanya berjarak tiga meter dari bibir kali, saat ditemui Selasa (25/5).

Pembersihan Oktober Hanya Solusi Sementara

Pada Oktober tahun lalu, petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum mengerahkan alat berat untuk mengangkut ribuan ton eceng gondok. Aksi tersebut menjadi respons atas protes warga yang rumahnya kerap kebanjiran. Namun, hasilnya tampak temporer karena tak dibarengi penanganan hulu persoalan: pencemaran limbah domestik yang terus mengalir ke sungai.

Berdasarkan data dari LSM Lingkungan Sungai Lestari, Kali Blencong menampung buangan dari ratusan rumah tangga tanpa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu. Kandungan fosfat dan nitrogen dari deterjen serta kotoran manusia menjadi nutrisi sempurna bagi ledakan populasi eceng gondok. Dengan tingkat pencemaran seperti ini, eceng gondok dapat menggandakan luas penutupannya hanya dalam dua pekan.

“Ini masalah sistemik. Selama limbah domestik tidak diolah, pembersihan hanya ibarat memangkas ujungnya saja. Eceng gondok akan terus kembali dengan kecepatan yang sulit dilawan secara manual. Perlu IPAL komunal dan pengerukan sedimen dasar sungai,” ujar Budi Santoso, aktivis lingkungan dari Sungai Lestari.

Ancaman Banjir dan Wabah Penyakit

Tutupan eceng gondok yang masif secara langsung memangkas kapasitas tampung dan aliran sungai. Saat hujan deras, volume air yang datang dari hulu tidak bisa tertampung dan meluap ke permukiman. Pada Februari lalu, misalnya, hujan semalaman sempat memicu banjir setinggi 60 sentimeter yang merendam puluhan rumah di Kelurahan Blencong. Warga cemas pengalaman serupa akan berulang di puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung bulan depan.

Selain banjir, hamparan eceng gondok menjadi tempat ideal bagi perkembangan nyamuk, khususnya Aedes aegypti pembawa demam berdarah. Data dari Puskesmas setempat menunjukkan adanya peningkatan kasus DBD di sekitar bantaran kali sejak Maret lalu, meski belum ada studi yang secara langsung mengaitkannya dengan kali yang tertutup eceng gondok.

Menanggapi situasi darurat ini, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bekasi dikabarkan akan menurunkan tim pembersih pada pekan depan. Upaya ini bersifat sementara sambil menunggu rencana solusi jangka panjang, seperti pemasangan jaring perangkap eceng gondok dan pengerukan sedimentasi. Hingga berita ini ditulis, eceng gondok terus merambat, dan warga hanya bisa berharap langkah konkret hadir sebelum bencana kembali melanda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User