Oct 08, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Bappenas Apresiasi 10 Tanoto Fellows Rampungkan Program Pendampingan Pendidikan

JAKARTA — Penanganan ketimpangan mutu pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tidak lagi bisa hanya mengandalkan teori di balik meja bi

Bappenas Apresiasi 10 Tanoto Fellows Rampungkan Program Pendampingan Pendidikan

JAKARTA — Penanganan ketimpangan mutu pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tidak lagi bisa hanya mengandalkan teori di balik meja birokrasi. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menegaskan bahwa pembentukan karakter kepemimpinan transformatif di sektor pendidikan butuh keberanian untuk terjun langsung ke lapangan. Pernyataan ini menyertai kelulusan 10 peserta Tanoto Fellows Cohort 2025 yang berhasil merampungkan program pendampingan pendidikan selama 12 bulan penuh di berbagai wilayah terpencil di Indonesia.

Selama satu tahun penuh, para agen perubahan muda ini dihadapkan pada realitas keras dunia pendidikan akar rumput. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengamat, melainkan bertindak sebagai fasilitator, penggerak, sekaligus jembatan antara kebijakan pemerintah pusat dan kebutuhan riil di tingkat sekolah dasar hingga menengah.

Jejak Kronologis: Satu Tahun Mengabdi di Garis Depan

Keberhasilan 10 Tanoto Fellows ini tidak diraih secara instan. Berdasarkan catatan evaluasi program, perjalanan pendampingan ini terbagi dalam beberapa tahapan strategis yang terstruktur:

  1. Tahap Pembekalan Intensif (Bulan 1-2): Para peserta dibekali dengan pemahaman tata kelola pendidikan lokal, metodologi riset aksi, serta pemetaan masalah sosio-kultural di daerah penempatan.
  2. Penempatan dan Integrasi Lapangan (Bulan 3-8): Fellows diterjunkan langsung ke 10 kabupaten sasaran. Pada fase ini, mereka mendampingi lebih dari 50 sekolah dan bekerja sama dengan 300 lebih tenaga pendidik lokal.
  3. Evaluasi Intervensi dan Replikasi Modul (Bulan 9-11): Penyusunan rekomendasi perbaikan kurikulum lokal dan peningkatan kapasitas manajerial kepala sekolah.
  4. Pelaporan Strategis ke Bappenas (Bulan 12): Penyusunan laporan analitis sebagai masukan kebijakan nasional.

Analisis Komparatif: Tantangan Pendidikan Perkotaan vs Daerah Penempatan

Temuan para fellows mempertegas jurang pemisah yang lebar antara ekosistem pendidikan perkotaan dan perdesaan. Berikut adalah pemetaan masalah yang berhasil diidentifikasi selama masa pendampingan:

Indikator Kondisi Perkotaan Temuan Lapangan (Daerah 3T)
Akses Teknologi Tersedia jaringan serat optik & perangkat modern Keterbatasan listrik & 72% sekolah minim akses internet stabil
Kapasitas Guru Pelatihan berkala & tersertifikasi Kurangnya akses pelatihan metode pengajaran inovatif
Manajemen Sekolah Berbasis digital & akuntabel Masih didominasi administrasi manual berbasis kertas

Pejabat Bappenas menekankan pentingnya data lapangan yang dibawa oleh para fellows ini. "Kepemimpinan pendidikan tidak diciptakan di dalam ruang kelas ber-AC. Para fellows telah membuktikan bahwa pemahaman mendalam atas problematika daerah adalah kunci merumuskan kebijakan publik yang akurat dan tepat sasaran," ujar representatif Bappenas dalam seremoni penutupan program di Jakarta.

Implikasi Kebijakan dan Langkah Strategis Masa Depan

Kehadiran 10 Tanoto Fellows ini memberikan warna baru dalam skema kolaborasi pemerintah dan lembaga non-pemerintah. Data dari program ini mencatat terjadinya peningkatan efektivitas pembelajaran berbasis siswa sebesar 35% di sekolah-sekolah yang didampingi.

Ke depan, Bappenas berencana mengintegrasikan model pendampingan lapangan semacam ini ke dalam strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) jangka panjang. Langkah ini diharapkan mampu memangkas birokrasi yang kaku dan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User