Rekam Jejak Ilham Azikin, Bupati Bantaeng Dua Periode Penerus Dinasti Politik

<h2>Rekam Jejak Ilham Azikin, Bupati Bantaeng Dua Periode Penerus Dinasti Politik</h2> <p>Ilham Azikin Sjafri adalah Bupati Bantaeng yang pertama kali dilantik pada 26 September 2018 setelah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Berasal dari

Jul 11, 2026 - 06:04
Updated: 2 days ago
0 0

Rekam Jejak Ilham Azikin, Bupati Bantaeng Dua Periode Penerus Dinasti Politik

Ilham Azikin Sjafri adalah Bupati Bantaeng yang pertama kali dilantik pada 26 September 2018 setelah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Berasal dari keluarga politikus berpengaruh, ia merupakan putra dari Azikin Solthan, mantan Bupati Bantaeng periode 1998 hingga 2008. Pada Pilkada 2024, Ilham kembali meraih kemenangan telak, mengamankan kursi kepemimpinan untuk periode kedua yang akan resmi dimulai pada awal 2025.

Profil dan Latar Belakang

Lahir di Bantaeng pada 12 Januari 1973, Ilham Azikin menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, Makassar. Jejak politiknya dimulai dari bawah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng. Panggung politiknya semakin luas ketika ia terpilih sebagai Wakil Bupati Bantaeng periode 2013–2018, mendampingi Bupati Nurdin Abdullah. Dalam perjalanan kariernya, Ilham sempat bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan tercatat sebagai kader partai tersebut saat menjabat wakil bupati, namun kemudian berpindah ke Partai Golongan Karya (Golkar) yang menjadi kendaraan politiknya dalam Pilkada 2018 dan 2024.

Program Unggulan dan Kinerja

Ilham Azikin membangun citra kepemimpinan yang dekat dengan rakyat melalui dua pilar utama: jaminan kesehatan semesta dan pendidikan gratis. Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Bantaeng mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC) di atas 95 persen, di mana warga cukup menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) untuk mengakses layanan kesehatan gratis di rumah sakit dan puskesmas. Hal ini menjadikan Bantaeng salah satu kabupaten terdepan di Sulawesi Selatan dalam realisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga meraih penghargaan UHC Award dari pemerintah pusat pada 2023. Sementara itu, di bidang pendidikan, pemerintahannya menggratiskan biaya sekolah dari tingkat dasar hingga menengah atas, lengkap dengan pengadaan seragam, buku, dan perlengkapan sekolah bagi keluarga kurang mampu, yang berkontribusi pada meningkatnya angka partisipasi kasar dan angka harapan lama sekolah.

Di luar jaminan dasar, program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menjadi unggulan yang paling dirasakan masyarakat. Sejak 2018 hingga 2024, pemerintah Bantaeng mengklaim telah merenovasi lebih dari 7.000 unit rumah warga miskin yang tersebar di pelosok desa. Infrastruktur jalan juga menjadi perhatian utama; tercatat lebih dari 200 kilometer jalan desa dan jalan produksi pertanian dibangun atau diperbaiki untuk membuka akses ekonomi warga. Imbasnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bantaeng meningkat dari 68,28 pada 2018 menjadi 70,16 pada 2023, melewati rata-rata kabupaten di Sulawesi Selatan. Pertumbuhan ekonomi daerah juga terjaga di kisaran 5,5–6 persen pasca pandemi, ditopang oleh sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Kontroversi dan Tantangan

Kepemimpinan Ilham Azikin tidak sepenuhnya mulus. Kritik paling tajam tertuju pada penguatan politik dinasti di Bantaeng. Selain ia yang melanjutkan pemerintahan ayahnya, adik kandungnya, Faisal Azikin, rutin terpilih sebagai anggota DPRD Bantaeng. Hal ini memicu wacana publik tentang penyempitan ruang demokrasi. Selain itu, kasus korupsi yang menjerat mantan atasannya, Nurdin Abdullah—yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2021—sempat membayangi karier politik Ilham, meskipun tidak ada alat bukti yang mengaitkannya secara langsung dengan skandal tersebut. Dari sisi kinerja, tingkat kemiskinan Bantaeng masih berada di sekitar 10,4 persen pada 2023, sedikit lebih tinggi dari rata-rata provinsi, menandakan bahwa program pengentasan kemiskinan belum sepenuhnya efektif. Beberapa proyek infrastruktur juga mengalami keterlambatan akibat persoalan pembebasan lahan dan tumpang tindih regulasi.

Penilaian dan Prospek

Sebagai petahana yang berhasil memenangi dua pilkada berturut-turut, Ilham Azikin dinilai mampu menjaga stabilitas politik dan merawat kepercayaan pemilih melalui program-program populis yang langsung menyentuh akar rumput. Di periode kedua yang akan dijalaninya hingga 2030, tantangan terbesarnya adalah mendobrak angka kemiskinan dan mengurangi ketergantungan ekonomi Bantaeng pada sektor tradisional dengan mendorong industrialisasi dan hilirisasi pertanian. Dengan mesin partai Golkar yang solid dan dukungan rakyat yang terbukti kokoh, nama Ilham Azikin pun mulai diperbincangkan sebagai salah satu kandidat potensial dalam bursa pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2029, meskipun ia sendiri belum secara terbuka menyatakan minat. Apapun langkahnya, warisan politik dinasti Azikin di Bantaeng dipastikan akan terus menjadi warna kuat dalam peta politik provinsi ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User