Veda Ega Salip Hakim Danish di Klasemen Moto3 2026

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama berhasil menyalip rival beratnya, Hakim Danish asal Malaysia, dalam klasemen Moto3 2026 seusai balapan dramatis di Sirk

Jul 12, 2026 - 17:37
0 0

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama berhasil menyalip rival beratnya, Hakim Danish asal Malaysia, dalam klasemen Moto3 2026 seusai balapan dramatis di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Minggu (12/7) petang WIB. Dalam lomba 27 lap yang diwarnai sejumlah insiden, Veda Ega tampil solid dan merangsek ke posisi lima besar, sementara Hakim Danish harus mengakhiri balapan lebih awal setelah terjatuh. Hasil ini membuat Veda Ega melompat dari posisi kelima ke peringkat keempat klasemen sementara dengan selisih empat poin atas pembalap muda Malaysia itu.

Start Pukul 14.00 WIB, Veda Ega Mulai dari Grid Keenam

Balapan yang digelar di trek sepanjang 3,7 kilometer itu dimulai tepat pukul 14.00 WIB dengan langit Sachsenring yang cerah dan suhu trek mencapai 41 derajat Celcius. Veda Ega yang membela tim Leopard Racing memulai balapan dari posisi start keenam setelah mencatat waktu kualifikasi 1 menit 26,472 detik. Sementara itu, Hakim Danish dari Aspar Team berada di grid kedelapan, terpaut dua tempat di belakang Veda Ega.

Ketika lampu start padam, Veda Ega melakukan start yang konservatif, kehilangan satu posisi di tikungan pertama namun segera memulihkan ritme. Dalam dua lap pertama, pembalap asal Yogyakarta itu sudah kembali bertengger di posisi keenam dan mulai memburu grup depan yang dipimpin pole-sitter Pablo Miguel.

Lima Lap Pertama: Veda Ega Tempel Ketat Grup Pemimpin

Hingga lap kelima, Veda Ega menunjukkan manajemen ban yang apik. Ia menjaga jarak sekitar 0,3–0,5 detik dari pembalap di depannya, memanfaatkan slipstream di sektor lurus pendek Sachsenring yang terkenal minim lintasan lurus. Data dari transponder menunjukkan bahwa Veda Ega konsisten mencatat sektor ketiga tercepat kedua di antara seluruh peserta, sebuah keunggulan yang memberinya dasar kuat untuk menyerang di paruh balapan.

Di sisi lain, Hakim Danish justru kesulitan. Setelah start, ia sempat naik ke posisi keenam, tetapi keseimbangan motor terasa tidak sempurna. Ia mengeluhkan chatter pada ban depan melalui komunikasi radio, yang membuatnya kehilangan waktu di tikungan cepat Tikungan Omega. Alhasil, pada lap kelima, Danish sudah terpental ke posisi kesembilan, sementara Veda Ega sudah menguntit rombongan empat besar.

Lap Keenam: Insiden Beruntun yang Membuka Peluang

Lap keenam menjadi titik balik utama balapan. Di Tikungan Omega yang menantang, terjadi kontak antara Luca Rossi dan Marco Behrens yang memaksa keduanya melebar. Veda Ega yang berada tepat di belakang pasangan itu berhasil menghindar dan langsung naik ke posisi keempat. Hanya berselang 200 meter, di sektor berikutnya, Hakim Danish terjatuh setelah kehilangan front grip saat mencoba mengerem terlambat untuk menyalip pembalap di depannya. Benturan keras dengan kerikil memaksa Danish keluar dari trek dan mengakhiri balapan. Insiden itu mengibarkan bendera kuning sementara di sektor 3, tetapi tidak memicu safety car karena posisi motor Danish yang cepat dievakuasi.

Paruh Balapan: Veda Ega Nyaman di Posisi Empat

Setelah insiden itu, Veda Ega kokoh di posisi keempat, terpaut 1,8 detik dari rombongan tiga besar yang terdiri dari Pablo Miguel, Ryo Tanaka, dan Andrea Mantovani. Dengan konsistensi waktu lap di kisaran 1 menit 27,0 – 1 menit 27,3 detik, ia menjaga jarak dari pembalap kelima, Sergio Alvarez, yang terus menekan. Selama 12 lap berikutnya, Veda Ega memperlihatkan kedewasaan balap: tidak terpancing untuk mengejar tiga besar yang memiliki pace lebih cepat, namun tetap menjaga margin aman dari para pengejar.

Di pit wall, tim Leopard Racing memberikan instruksi tegas melalui papan pit: “Control pace. No risk.” Strategi itu terbukti jitu karena di belakangnya terjadi perang sengit antara Alvarez, Jakub Kovac, dan Hector Ramirez yang kerap bertukar posisi, membuat keunggulan Veda Ega bahkan bertambah menjadi 2,3 detik di lap ke-18.

Lap Akhir: Mempertahankan Posisi, Mengamankan Poin

Memasuki lima lap terakhir, tekanan sempat meningkat ketika Sergio Alvarez berhasil melepaskan diri dari duel perebutan posisi keenam dan mencatat sejumlah fast lap. Pada lap ke-23, selisih waktu antara Veda Ega dan Alvarez menipis menjadi 0,9 detik. Namun Veda Ega merespons dengan lap terbaik pribadinya: 1 menit 26,891 detik di lap ke-24, memperlebar kembali gap menjadi 1,4 detik.

Di lap terakhir (lap ke-27), tanpa ancaman langsung, Veda Ega dengan mulus membawa motornya melewati garis finis di posisi keempat, hanya terpaut 3,2 detik dari pemenang balapan Pablo Miguel. Dengan hasil ini, ia mengantongi 13 poin tambahan—hasil keempatnya yang kedua musim ini.

Klasemen Moto3 2026 Terbaru: Veda Ega Naik ke Peringkat Empat

Klasemen usai balapan di Jerman mengalami perubahan signifikan di papan tengah. Berikut perbandingan poin sebelum dan sesudah balapan:

  • Sebelum Sachsenring: Peringkat 5) Veda Ega Pratama – 85 poin; Peringkat 4) Hakim Danish – 92 poin.
  • Setelah Sachsenring: Veda Ega Pratama – 98 poin (naik ke peringkat 4); Hakim Danish – 92 poin (turun ke peringkat 5, gagal finis).

Veda Ega kini hanya berjarak 7 poin dari peringkat ketiga, Andrea Mantovani (105 poin), sementara posisi puncak klasemen masih dipegang Pablo Miguel dengan 145 poin. Bagi Hakim Danish, kegagalan meraih poin di Sachsenring membuatnya kehilangan momentum setelah sebelumnya konsisten berada di posisi empat besar.

"Saya sangat bangga dengan hasil ini. Tim memberikan motor yang sempurna, dan kami menerapkan strategi yang tepat. Menyalip di klasemen memang penting, tapi yang lebih penting adalah konsistensi poin. Sekarang fokus kami ke Assen," ujar Veda Ega Pratama sesaat setelah balapan.

Selanjutnya: Balapan di Assen dan Peluang Mengejar Posisi Ketiga

Seri Moto3 2026 akan berlanjut dalam dua pekan mendatang di Sirkuit Assen, Belanda. Dengan karakter trek yang berbeda dan riwayat Veda Ega yang pernah naik podium di Assen pada musim sebelumnya, peluang menyalip posisi ketiga sangat terbuka. Hakim Danish sendiri dipastikan akan berusaha bangkit, sehingga duel dua pembalap muda Asia Tenggara ini diprediksi akan menjadi salah satu narasi utama paruh kedua musim.

Dengan kepercayaan diri yang melambung, Veda Ega kini membawa beban sebagai pembalap Indonesia terdepan di kancah Grand Prix. Mampukah ia mempertahankan tren positif ini dan mengukir sejarah? Perjalanan masih panjang, namun Sachsenring telah menjadi saksi bahwa pebalap berusia 18 tahun itu siap bersaing di papan atas.

[SOCIAL_TWEET]: Veda Ega Pratama sukses menyalip Hakim Danish di klasemen Moto3 2026! Finis ke-4 di Sachsenring, kini poin 98 ungguli Danish. Next: Assen! 🏍️🇮🇩 #Moto3 #VedaEga #Sachsenring #RoadToGlory[SOCIAL_TG]: 🏍️ Hasil Moto3 Sachsenring: Veda Ega finis ke-4, poin 98 naik peringkat 4! Hakim Danish crash, poin tetap 92. Duel makin seru nih! 🔥🇮🇩

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User