Bandara Husein Sastranegara Siap Layani Penerbangan Komersial dengan Rute Internasional

Ruang tunggu Bandara Husein Sastranegara yang sempat hening sejak Oktober 2023 kembali diramaikan suara petugas teknis. Tirai-tirai berdebu di konter check

Jul 09, 2026 - 20:26
0 0
Bandara Husein Sastranegara Siap Layani Penerbangan Komersial dengan Rute Internasional

Ruang tunggu Bandara Husein Sastranegara yang sempat hening sejak Oktober 2023 kembali diramaikan suara petugas teknis. Tirai-tirai berdebu di konter check-in perlahan dibuka, sementara lampu penanda apron kembali diuji coba. Di luar gedung terminal, kendaraan ground handling terparkir rapi—seolah menanti penumpang yang tak kunjung datang selama nyaris tiga tahun. Meski belum ada pengumuman resmi, sinyalemen dari berbagai kementerian mengerucut pada satu arah: Bandara Husein Sastranegara akan kembali melayani penerbangan komersial, termasuk rute internasional.

Sejarah Penutupan dan Kebijakan Integrasi

Bandara Husein Sastranegara resmi menghentikan seluruh penerbangan komersial pada 29 Oktober 2023. Kebijakan tersebut merupakan implementasi strategi pemerintah untuk mengintegrasikan lalu lintas udara komersial ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka. Otoritas kala itu beralasan, pemusatan di Kertajati akan menekan biaya operasional, membuka kapasitas lebih besar, dan memisahkan penerbangan sipil dari aktivitas militer yang melekat di Husein Sastranegara—sebuah pangkalan TNI AU.

Namun, realisasi di lapangan justru menimbulkan friksi ekonomi signifikan. Waktu tempuh darat dari pusat Kota Bandung menuju Kertajati berkisar dua hingga tiga jam, jauh melebihi toleransi penumpang rute pendek. Tingkat keterisian penumpang di BIJB pun anjlok, sementara Bandara Husein yang strategis hanya digunakan untuk penerbangan kenegaraan, militer, evakuasi medis, dan kargo terbatas. Tekanan dunia usaha dan parlemen daerah agar mereaktivasi Husein pun terus menguat sejak awal 2025.

Rencana Reaktivasi: Godokan di Balik Pintu Birokrasi

Tepat hari ini, Kamis (9/7/2026), sejumlah sumber di lingkungan Kementerian Perhubungan mengonfirmasi kepada Lurusin bahwa pemerintah tengah serius menggodok rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan komersial. Pembahasan melibatkan Kementerian Perhubungan, TNI AU, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tidak ada keterangan pers terbuka, namun sejumlah indikator teknis sudah tampak: inspeksi fasilitas sisi udara, pengecekan sistem navigasi, dan simulasi layanan terminal penumpang.

“Kami sedang melakukan kajian teknis dan regulasi agar Bandara Husein bisa kembali melayani rute komersial terpilih, termasuk membuka kemungkinan penerbangan internasional berjadwal. Ini tidak berarti menafikan Kertajati, tetapi lebih pada pelengkap untuk memenuhi gaya hidup dan kebutuhan bisnis masyarakat Bandung Raya,” ujar seorang pejabat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang berbicara dengan syarat anonim.

Pejabat tersebut menegaskan bahwa slot penerbangan akan sangat terbatas, disesuaikan dengan jadwal operasi TNI AU dan batas kebisingan. Belum ada target tanggal pasti, namun sinyal yang ditangkap Lurusin menunjukkan reaktivasi bisa dimulai sebelum tutup tahun ini apabila koordinasi lintas kementerian berjalan mulus.

Rute Internasional yang Disiapkan

Bukan sekadar reaktivasi rute domestik, dokumen kerja yang bocor ke meja redaksi Lurusin menunjukkan adanya lampiran rute internasional. Rute yang diusulkan mencakup Bandung–Singapura dan Bandung–Kuala Lumpur, dua destinasi bisnis dan wisata dengan permintaan tinggi dari segmen menengah-atas Jawa Barat. Kedua rute tersebut secara teknis hanya membutuhkan pesawat narrow-body seperti Airbus A320 atau Boeing 737—jenis yang kompatibel dengan panjang landasan Husein Sastranegara yang hanya 2.250 meter.

Sejumlah maskapai, termasuk satu maskapai bertarif rendah yang sudah memiliki basis di Kertajati, disebut-sebut telah menyatakan minat awal. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada surat minat resmi yang didaftarkan ke otoritas penerbangan. Skenario pembukaan diprediksi bertahap: tahap pertama rute domestik premium ke Denpasar dan Surabaya, kemudian ekspansi ke rute ASEAN pada kuartal berikutnya.

Tantangan Operasional: Koordinasi Militer dan Kapasitas Landasan

Berbeda dari bandara komersial murni, setiap penambahan frekuensi penerbangan di Husein Sastranegara harus mendapat persetujuan Komandan Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara. Sumber internal TNI AU mengonfirmasi bahwa negosiasi difokuskan pada alokasi waktu (slot time) yang ketat dan ambang batas kebisingan demi menjaga kesiapan operasional pesawat tempur yang berpangkalan di sana. Ini berarti penerbangan komersial hanya diizinkan pada jam-jam tertentu, kemungkinan di luar jam latihan dan patroli udara.

Dari sisi infrastruktur, landasan sepanjang 2.250 meter cukup untuk pesawat berbadan sempit, tetapi tidak untuk pesawat berbadan lebar. Ini sekaligus membatasi tipe dan kapasitas penumpang per penerbangan. Meski demikian, batasan tersebut dianggap linear dengan rencana rute yang hanya melayani destinasi dalam radius tiga-empat jam terbang. Kementerian Perhubungan disebut telah menyiapkan skema slot pooling agar frekuensi penerbangan komersial tidak mengganggu operasi pertahanan.

Di tengah tarik-menarik kepentingan antara optimalisasi Kertajati dan tekanan pasar, rencana reaktivasi Husein Sastranegara menjadi penanda bahwa kebijakan integrasi bandara harus beradaptasi dengan realitas geografis dan ekonomi. Apabila terlaksana, Bandung akan kembali memiliki konektivitas udara langsung ke pusat-pusat bisnis ASEAN—menghidupkan kembali denyut terminal yang sempat mati suri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User