AS & Iran Damai-Harga Minyak Turun, Pertamax Ikut Turun Juga?

Jakarta – Meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran melalui kesepakatan damai menjadi angin segar bagi pasar energi global. Harga minyak mentah dunia langsung merosot. Lantas, muncul per

Jul 08, 2026 - 00:45
0 0
AS & Iran Damai-Harga Minyak Turun, Pertamax Ikut Turun Juga?

Jakarta – Meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran melalui kesepakatan damai menjadi angin segar bagi pasar energi global. Harga minyak mentah dunia langsung merosot. Lantas, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: apakah penurunan ini akan berdampak pada harga BBM nonsubsidi di dalam negeri, terutama Pertamax yang kerap jadi acuan?

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi isu tersebut dengan hati-hati. Menurutnya, penurunan harga minyak dunia tidak otomatis memicu penyesuaian harga di tingkat hilir. "Kita perlu melihat bagaimana implementasi kesepakatan itu berjalan di lapangan. Termasuk kepastian dibukanya kembali Selat Hormuz sebagai jalur distribusi utama," ujarnya seperti dilansir media kami, Lurusin.com.

Kunci Selat Hormuz

Airlangga menekankan bahwa jalur perairan strategis itu memegang peranan krusial. Selat Hormuz merupakan titik transit bagi sepertiga perdagangan minyak global. Ketidakpastian di kawasan tersebut selama ini turut menyumbang komponen risiko pada formula harga, sehingga penurunannya baru bisa terjadi jika risiko itu benar-benar menghilang.

"Kami akan terus memantau perkembangan kesepakatan damai ini. Jika sudah ada kejelasan penuh dan harga minyak stabil di level rendah, tentu akan kami kaji dampaknya terhadap harga BBM nonsubsidi," tambah Airlangga.

Faktor Lain Penentu Harga Pertamax

Selain faktor geopolitik, harga Pertamax juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah, biaya pengolahan, margin distribusi, dan kebijakan pemerintah. PT Pertamina (Persero) biasanya melakukan evaluasi rutin setiap dua minggu. Namun, penyesuaian naik-turun harga BBM nonsubsidi tidak hanya mencerminkan pergerakan harga minyak mentah semata, melainkan juga akumulasi biaya dari hulu ke hilir.

Ekonom energi dari Universitas Indonesia, Fahmy Radhi, menambahkan bahwa publik sebaiknya tidak berekspektasi terlalu cepat. "Penurunan harga minyak dunia perlu berlangsung konsisten setidaknya dua hingga tiga bulan agar dapat tercermin dalam struktur biaya Pertamina. Selain itu, selisih antara harga minyak internasional dengan harga pokok produksi BBM juga harus signifikan," jelasnya kepada Lurusin.com.

Hingga berita ini diturunkan, harga minyak Brent turun 3,2 persen ke level US$ 78 per barel, sementara WTI melemah ke US$ 74 per barel. Turunnya harga ini terjadi seiring optimisme pasar bahwa kesepakatan damai akan mencabut sanksi dan mengembalikan pasokan minyak Iran ke pasar global.

Dengan demikian, meski ada katalis positif dari perdamaian AS-Iran, konsumen Pertamax masih harus bersabar menanti keputusan harga dari pemerintah dan Pertamina. Ketidakpastian implementasi kesepakatan serta variabel lain yang tak kalah penting membuat penurunan harga BBM nonsubsidi belum bisa dipastikan dalam waktu dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User