Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang juga putri Presiden Soeharto, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa
Kehadiran Titiek di workshop yang berada di dalam kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan itu menunjukkan antusiasmenya terhadap inovasi pemanfaatan limbah industri. Ia tidak hanya me
Kehadiran Titiek di workshop yang berada di dalam kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan itu menunjukkan antusiasmenya terhadap inovasi pemanfaatan limbah industri. Ia tidak hanya melihat deretan batako yang telah jadi, tetapi juga mengamati setiap tahap pengerjaan yang dilakukan oleh para warga binaan. Menurut laporan yang dihimpun media kami, inisiatif ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian narapidana yang menggandeng prinsip ekonomi sirkular, mengubah limbah berbahaya menjadi material konstruksi bernilai guna.
Uji Kualitas: Menelusuri Rumah Dinas Tipe 36
Titik Soeharto tidak berhenti pada area produksi. Ia melanjutkan peninjauan ke rumah dinas pegawai Lapas yang seluruh bangunannya menggunakan batako FABA. Rumah tipe 36 itu menjadi bukti nyata aplikasi hasil karya napi. Dengan cermat, legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu mengecek setiap sudut bangunan, mulai dari kekuatan dinding hingga kerapihan plesteran.
"Dapurnya mana?" tanya Titiek kepada pegawai Nusakambangan yang mendampinginya, menunjukkan perhatiannya pada kelengkapan fasilitas rumah tersebut.
Pertanyaan sederhana itu mencerminkan kepedulian Titiek terhadap kelayakan huni rumah dinas yang dibangun dengan teknologi alternatif. Ia menilai, selain ramah lingkungan, material FABA harus mampu memberikan kenyamanan yang setara dengan bahan konvensional. Dalam kesempatan tersebut, Titiek juga berdiskusi dengan petugas Lapas mengenai potensi perluasan program ini, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal Lapas, tetapi juga untuk dipasarkan ke masyarakat umum sebagai bahan bangunan murah dan berkualitas.
Komisi IV DPR yang membidangi lingkungan hidup, kehutanan, dan energi disebut-sebut akan terus mendorong pemanfaatan limbah B3 seperti FABA melalui regulasi yang adaptif. Langkah Titiek meninjau langsung proyek ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap inovasi hijau di sektor pemasyarakatan, sekaligus membuka peluang bagi narapidana untuk memiliki keterampilan konstruksi yang dapat diandalkan setelah bebas nanti.
Comments (0)